Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 126.


__ADS_3

"Di masa lalu Ku, terlalu sangat berat untuk Aku, jika menceritakan terlebih dulu hal ini pada Mu, sang Pelaku ! " Ujar Silvia dengan tatapan letih nya, Dia seakan sudah lelah memberikan penjelasan.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...

__ADS_1


"Aku ingin Kak Raisa, Aku ingin kak Resa yang menjadi orang pertama, yang mengetahui masalah. Aku ingin mereka yang memeluk Ku terlebih dahulu, Aku ingin mereka yang memberikan masukan kepada Ku terlebih dahulu, Aku ingin mereka memberikan pengertian dan kasih sayang mereka kepada Ku, dan Aku ingin mereka yang mengatakan bahwa semua nya akan baik-baik saja ! Aku hanya ingin mendengar itu dari mereka berdua, karena mereka berdua adalah Kaka yang paling terbaik menurut Ku. "


"Em.... " Respon Noa yang ingin mendengar Silvia berbicara dan lebih terbuka pada Diri nya.


"Karena seharusnya Mereka berdua sudah mengetahui masalah ini sejak tiga setengah tahun yang lalu. Harusnya Aku mengatakan semua nya itu pada mereka, seharusnya aku menceritakan semua kejadian ini pada mereka, tapi Aku malah memilih lari dari kenyataan. "


"Dan butuh waktu selama tiga setengah tahun, agar aku dapat sadar, bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah. Ada pun yang akan terjadi adalah Aku hanya akan menciptakan masalah baru, Aku akan membuat banyak orang khawatir, Aku akan membuat Kak Resa dan Kak Raisa yang peduli pada Ku, yang dekat dengan Ku, yang selalu bersama dengan Aku sejak Aku tumbuh dari kecil hingga dewasa. Pasti mereka akan sangat khawatir. "


"Mungkin Kamu tidak percaya akan hal ini, tapi Noa, selama tiga setengah tahun ini, Aku benar-benar sangat tersiksa. Aku benar-benar tersiksa karena tidak ada dukungan dari keluarga Ku. walaupun Nando dan Lusi peduli pada Ku, kepedulian mereka pada ku sudah pasti terbatas. Tak sama seperti kepedulian yang Aku dapat dari kak Resa dan Raisa. Kasih sayang yang Aku dapat kan dari Papa dan Mama walaupun mereka sering sibuk, yang aku dapat dari orang-orang dalam rumah Ku, para pekerja pekerja dalam rumah Ku, dan ya Aku baru sadar dan Aku baru tahu bahwa banyak orang yang peduli pada Ku setelah aku melarikan diri selama satu tahun saat aku mengandung dan melahirkan Brayen. Yah Kamu benar, bahwa Brayen adalah anak Ku ! "


"Ketika sudah Aku jelas kan sampai ke titik ini, Kamu mengerti maksud Ku kan Noa ? Kamu tahu kan bawa Aku tidak sedang bercanda saat ini ? Bahwa Aku saat ini benar-benar silvia yang sedang sangat amat rapuh. Jadi tolong jangan buat Aku menjadi lebih rapuh lagi dan membuat Aku rubuh sebelum mendapatkan kekuatan dari Kak Resa dan Kak Raisa. "


"Aku yakin jika Aku sudah menceritakan pada mereka berdua, mereka berdua pasti akan memberikan masukan yang sangat amat membantuku saat ini. Jadi Noa katakan pada Ku, apakah Kamu dapat setuju dengan yang Aku kata kan ini ? Atau Kamu masih ingin mempertahan kan kemauan Mu, yaitu agar Aku menceritakan semua kejadian terjadi pada Kamu dan Aku di sini, saat ini juga ? "Tanya Silvia yang ingin mendapatkan jawaban dari Noa, seperti yang Silvia ingin kan. Karena setelah melewati penjelasan yang panjang, tak lucu jika Noa tetap tidak mengerti akan posisi nya.


"Baik lah jika itu kemauan Mu, Aku akan mengikutinya. Aku tak mau mendesak Mu, jika cara bicara Ku dari tadi membuat Mu tersudut, aku hanya ingin jika diri Mu yang sudah tersudut itu akan memberitahukan semua nya pada Ku. Tapi sayang nya Aku tidak memperhitungkan seberapa keras kepala nya diri Mu, jadi saat ini tenang lah dan percaya lah pada Ku, lalu Aku juga mohon agar jangan lari lagi dari Ku. "

__ADS_1


Ujar Noa sambil mengelus ngelus pundak tangan Silvia, mata nya sungguh penuh harap, agar Silvia dapat mendengarkan permintaan nya.


"Aku mau setelah dari sini hubungan Kita tidak kembali seperti saat kita berdua bertemu di pagi hari. Jika Kita bertemu, perlakukan Aku seperti Noa ! Bukan sebagai Kak Noa atau memperlakukan Ku seperti Silvia yang polos dan lugu. Perlakukan lah Aku seperti silvia yang saat ini sedang duduk dihadapan Ku, dengan begitu aku akan menunggu sampai kapan pun Kamu ingin membicarakan nya. Entah empat hari dari sekarang, empat minggu dari sekarang, empat tahun dari sekarang, sekalipun 400 tahun kemudian, Aku sungguh tak peduli, asalkan Kamu memperlakukan Aku seperti Silvia yang saat ini. Kamu tidak menjauh dari Ku, Kamu tidak terus-terusan lari dari Ku, maka Aku akan percaya dan akan terus menunggu hingga diri Mu datang dengan sendiri nya pada Ku, dan menceritakan semuanya.


"Aku tidak takut mati Sil, Aku juga tidak takut menua. Silvia, yang aku takutkan adalah aku tidak mendapatkan Mu selama sisa hidup ku. Aku ingin agar selama nafas ini masih berhembus, aku ingin menghabiskan sisa nafas ku yang ada bersama mu. Hingga rambut mu yang berwarna hitam ini berubah menjadi putih, hingga wajahmu yang halus dan kencang ini menjadi keriputan. Aku ingin menghabiskan masa tua dengan diri mu dan di dikelilingi dengan banyak nya cucu yang mengelilingi kita, dengan banyaknya anak yang terus melontarkan tawa mereka setiap harinya. Apa sampai sini kamu juga sudah mengerti maksud Ku silvia ? "


Silvia tertegun pada perkataan Noa.


"Bukan kah tadi Noa sedang bercanda ria bersama Lisa ? bukankah tadi mereka berdua terlihat sangat cocok menjadi pasangan satu sama lain? Bukan kah mereka berdua dikatakan terlahir untuk satu sama lain, terlahir untuk menyempurnakan satu sama lain ? Tapi mengapa Noa yang saat ini ada di hadapan Ku adalah Noa yang sangat lembut, Noa yang sedang menatap serius tapi tidak menakutkan, Noa yang sedang mengancam tapi dengan tatapan yang hangat, apakah Aku salah ? apakah aku yang kurang mengenal luas selama ini? "


"Apakah Aku yang terlalu sentimental pada saat usia Ku 17 tahun ? waktu itu Aku hanya berpikir yang macam-macam, dan Aku berpikir bahwa yang salah di sini adalah Noa bukan nya diri Ku ! Apakah selama ini pikiran ku yang terlalu plin-plan? Apa diri Ku yang terlalu tidak mau mengakui bahwa diri Ku sangat amat labil? "


"Pikiran-pikiran seperti ini yang sangat amat membuat Aku benci pada diri Ku sendiri. Kenapa dalam otak Ku tidak ada sistem yang langsung menjawab semua pertanyaan pertanyaan diri Ku ? Apa Aku harus mencari tahu jawabannya seorang diri ? Mencari jawaban itu sendiri sangat lah melelahkan. Mengapa jawaban itu harus aku cari dengan sangat susah payah ? Masa ini lebih susah dari pada rumus yang belum bisa dipecahkan oleh Albert Stein ? "


Silvia tidak menghiraukan Noa yang ada di depan Nya, Silvia hanya terlarut dan tenggelam dalam pikiran nya sendiri dan hal itu membuat Noa tak suka karena merasa dirinya di abai kan.

__ADS_1


__ADS_2