
...(Hari liburan kelima)...
Hari liburan yang ke lima ini, Surya sekeluarga sudah menyetujui akan piknik bersama di Taman Beautiful. Sehingga mulai dari ayam berkokok, raisa dan silvia sudah bangun untuk mempersiapkan makanan yang akan di bawa pada piknik hari ini.
Pada pukul enam pagi, resa keluar dari kamar nya dengan penampilan yang sangat sederhana. Memakai Kaos hitam putih dan celana jins hitam yang hanya sampai di lutut.
"Apakah kaka akan pergi piknik dengan penampilan seperti itu ? " Tanya silvia yang menyadari bahwa resa telah berada di belakang mereka.
"Iya. Emang kenapa ? Terlalu tampan yaah ?" Tanya resa sambil mengunyah apel yang dia ambil dari tempat yang sudah Raisa susun baik baik.
"Ihh, perasaan biasa aja. Malah lebih mirip tukang parkir. " Jawab Silvia sambil memutar mata nya, dan menaiki tangga menuju kamar untuk mandi dan bersiap siap terlebih dahulu. Karena begitulah suruhan Raisa tadi, sebelum Resa turun.
"Idih, itu mulut udah kaya pisau aja. Tajam bener..!! " Respon reda pada silvia adik nya.
"Ehh Btw, ada yang belum di kerjakan gak ? Biar aku bantu sa. Kraauukkhhh.." Kata resa menawarkan bantuan, sambil menggigit apel di tangan nya.
"Gak ada Res, seharusnya kamu nawarin itu dari satu jam yang lalu. Tidur udah kaya orang mati, bangun bangun sok sok'an nawarin bantuan. Miris... " Kata Raisa sambil menyipitkan mata nya sambil menatap resa.
"Eh, kamu sama silvia pagi ini pada kenapa sih ? Orang di tanya baik baik, eh di jawab kaya ngajak gelud. Kepala kalian terbentur sesuatu kah ? "
"Mending kamu kunyah baik baik apel yang kamu makan deh, dari pada harus cerewet sepagi ini. " Jawab Raisa.
"Sumpah, kaya nya kamu harus minum kopi yang mengandung Caffein deh. Biar kesadaran kamu bisa terisi penuh lagi , " respon resa dan membuang apel ke tempat sampah karena sudah tidak ada lagi bagian yang bisa di kunyah.
"Selamat pagi sayang, udah selesai persiapan piknik nya ? " Tanya surya yang kini baru menuruni tangga, melangkah ke arah Raisa.
"Udah Ayah, sekarang Raisa lagi nungguin Silvia abis mandi. Baru abis itu raisa ikut siap siap. Kalo ayah gimana ? Udah abis siap siap ? " Tanya raisa dengan ekspresi dan intonasi suara yang berbeda saat menjawab pertanyaan resa tadi.
"Wah, ekspresi nya bisa berubah secepat membalikkan buku gitu yaah ? Salut aku.. " Gumam resa sambil menatap tak percaya.
*Klek.* Pintu yang di buka.
"Kak Raisa, silvia udah abis siap. Sekarang giliran kaka. " Kata silvia sambil menuruni tangga.
"Vinoooo..... " Teriak silvia dan langsung memeluk anjing bernama vino, yang saat ini sedang duduk di bawah tangga sambil menggoyangkan ekor nya.
"Kalo gitu Raisa mandi dulu ya Ayah, Umach.! " Pamit raisa sambil mengecup pipi ayah nya.
"Raisa... Kok aku nya engga ? " Tanya resa sambil menunjuk pipi nya.
"Noh, suru vino aja yang nyium. Anggap aja mewakili.! " Jawab raisa yang kini baru berada di anak tangga ke tiga.
__ADS_1
"Cih, pelit banget sumpah. " Protes resa.
"Oia Raisa lupa ! Ayah, Raisa udah bikinin teh untuk ayah. Udah raisa taro di atas meja makan, di minum yaah. " Kata raisa yang kini mulai berlari menaiki anak tangga.
"Eh ? Eh ? Eh ? Terus minum aku man ? " Tanya resa lagi.
Raisa berhenti dan menoleh ke arah resa sambil berkata...
"Itu ada susu... " Kata nya menggantung ucapan nya.
"Oh kalo gitu makasi- " Ucapan terpotong.
"... Di dalam kulkas ! Kalo mau minum tinggal di di angetin. Ah, sama sama. " Setelah berkata begitu, raisa berlari sambil tertawa. Karena puas melihat wajah kesal resa hari ini.
"R.A.I.S.A....!!! " Teriak resa kesal, Surya dan silvia pun ikut tertawa. Bahkan vino pun menggoyangkan ekornya, seakan sedang ikut tertawa.
...๐ฅ...
...๐ฅ...
...๐ฅ...
...๐ฅ...
Raisa keluar dari kamar nya karena sudah selesai bersiap, memakai kaos biasa seperti Ayah , Resa, dan Silvia. Mereka berempat pun langsung menuju ke Taman Beautiful, setelah meletakkan bekal dan keperluan lain nya di bagasi mobil.
...๐ณ...
...๐ณ...
...๐ณ...
...๐ณ...
...๐ณ...
...Setelah sampai di taman. ...
Rerumputan yang hijau dan terpangkas rapi menghiasi pandangan mata. Letak beberapa pohon teratur, posisi bunga di susun sedemikian rupa agar tampak indah dan tentu nya memberikan udara yang sangat amat menyegarkan.
__ADS_1
Raisa dan Silvia langsung membentangkan tikar kain berwarna pink kotak kotak di atas rumput hijau, dan mulai menyusun bekal yang telah mereka bawa dari rumah tadi.
Silvia dengan sangat bersemangat menyusun buah buahan, makaroni strawberry dan rasa lain nya.
Silvia juga Tak lupa menaruh dua nampan berisi buah buahan yang sudah di potong di atas tikar kain.
"Oke udah selesai, ayok kumpul semua nya... Biar di foto dulu, mau di unggah ke Instagram . " Kata silvia sambil berteriak pada resa dan om surya yang saat ini sedang memperhatikan anak anak yang bermain bola di lapangan luas.
Setelah itu mereka memotret kebersamaan mereka dengan kamera yang sudah silvia siapkan. Yaah, setidaknya menghasilkan 100 foto lebih di memori kamera.
"Waah, kita ini niatnya piknik atau foto shoot sih ? Masa iya hanya foto aja makan waktu 45 menit ? Haiss, dasar perempuan.! " Mendengar kata protes dari resa, langsung membuat raisa dan silvia menatapnya dengan tatapan tak suka.
"Mohon maaf, yang maksa kamu datang ke sini juga siapa yaah ? Perasaan kamu yang mengajukan diri deh. " Kata Raisa.
"Kalo gak suka yah kakak resa bisa pulang duluan kok. Di luar gerbang juga banyak angkot yang lewat, mau silvia antar sampai ke depan ? " Tanya silvia sambil tersenyum menahan emosi.
"Gak... Gak jadi, aku tarik kata kata aku barusan. Mau lanjut foto foto nya gak ? Biar aku bisa siap pose baru... " Kata resa sedikit takut, karena raisa dan silvia kali ini seperti sangat menikmati setiap detik. Jadi jangan rusak mood baik mereka.
"Yaudah makan bekal nya yuk, biar ada tenaga buat lari larian sebentar. " Kata raisa.
Tanpa menunggu lama, mereka semua langsung mengambil makanan yang mereka suka dan memakan nya sambil duduk di atas rumput. Karena lebih enak dan nyaman jika duduk di atas rumput ketimbang di atas tikar kain.
Di sela sela makan, raisa mengeluarkan empat botol aqua, dan empat botol Strawberry milk. Agar dapat diminum jika ada yang kehausan, atau memang ingin meminum sesuatu.
Setelah memakan bekal dan meminum air, Raisa mengajak ayah nya untuk bermain bola. Tentunya raisa mendapat bola itu dari penjual gerobak mainan yang tadi lewat.
Karena tak mau ketinggalan dalam momen yang seru, silvia menyewa seseorang untuk memotret mereka berempat saat sedang bermain bola. Setelah itu berlari larian bersama resa karena membuat kesalahan dan membeberkan rahasia rahasia konyol.
Surya ayah nya raisa tentu turut ambil bagian di setiap permainan yang raisa ikuti atau mainkan bersama silvia dan resa. Karena biar pun surya sudah tua, tapi tidak dengan otot nya. Karena surya adalah pria yang suka berolahraga.
__ADS_1
Tawa riang seperti kembali ke masa kecil pun terdengar nyaring dari Resa, Raisa, dan Silvia. Angin sepoi sepoi yang membuat rambut beterbangan ke mana mana, membuat suasana saat ini tak bisa tak nikmati setiap detik nya.