Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 123.


__ADS_3

Semoga saja perkataan nya ini dapat menghentikan perkataan Noa, dan membuat kepekaan Noa melemah.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...

__ADS_1


...❀...


"Jika saat itu diri Mu menghabiskan One Night stand dengan pria yang Kamu temui di bar, Silvia saat kamu berusia 17 tahun, Kamu tidak diizinkan keluar rumah ! Ah, bukan nya tidak diizinkan, tapi Kamu masih belum berani untuk keluar rumah tanpa pendampingan dari kedua orang tua Mu, maupun Resa atau pun Raisa.


Jika diri Mu mengatakan bahwa diri Mu menghabiskan satu malam dengan pria di bar, Apakah kau sedang menciptakan kebohongan yang tidak masuk akal ? Seperti perkataan Mu sendiri, kalau ingin membual, pasti kan bualan itu masuk akal. "


Noa begitu membatasi gerak Silvia, karena sudah mengira bisa saja Silvia melarikan diri, Noa sudah memegang ke dua tangan Silvia. Tidak keras juga genggamannya, hanya saja Silvia tetap tak bisa kabur karena Noah telah memegang kedua tangannya.


Agar Noa dapat menggenggam kedua tangan Silvia tanpa rasa sakit, Noa harus berlutut di hadapan Silvia. Ah, bukan berlutut. Noa hanya duduk jongkok di depan Silvia, sambil memegang kedua tangan nya. Silvia berbicara dengan Noa sambil melihat ke bawah dan Noa melihat ke atas.


Yang baru Kamu temui, bukan pada diri Ku yang sudah mengenal Mu Sejak Kamu remaja, bukan pula pada diri Resa dan Raisa yang selalu memantau perkembangan Mu, tumbuh kembang Mu. Jika kedua orang tua Mu tidak mengenal diri Mu dengan baik, hal itu wajar karena Mereka terlalu banyak menghabiskan waktu pada pekerjaan mereka. Tapi sesuatu yang aku tekankan ini, Silvia Aku bukan orang baru, Aku adalah orang yang sudah sangat amat bebas masuk keluar rumah Resa, Aku tanya sekali lagi Silvia.. Apakah Brayen ada hubungan nya dengan Ku ? "


Entah pikiran dari mana, entah analisa dari mana, dan entah keyakinan dari mana Noa dapat sangat percaya diri mengatakan pendapat nya.

__ADS_1


Sebenarnya Noa tidak menyampaikan pendapat nya ini , hanya saja perkataan-perkataan dari Silvia yang seperti Clue itu memberitahukan pada diri nya, bahwa saat Silvia berumur 17 tahun, Noa pasti melakukan sesuatu yang membuat Silvia tak mau menganggapnya sebagai kakak Noa, Kakak yang sangat amat baik pada diri nya. Dan perubahan sikap Silvia pada Noa saat bertemu kembali di rumah sakit Belanda, menandakan bahwa Silvia benar-benar punya dendam kesumat ada Noa.


"Sebenarnya keyakinan dari mana kamu dapat mengatakan hal itu ? Dengan kepercayaan diri sepertu apa Noa ? Sudah aku katakan pada Mu, bahwa tak ada apapun yang terjadi antara Diri Mu dan diri Ku saat Aku berusia 17 tahun ! " Jawab Silvia yang berusaha meyakinkan Noa.


Merasa jawaban nya masih kurang meyakinkan, Silvia memutuskan untuk angkat bicara lagi !"


"Penjelasannya sangat mudah. Jika Kamu masih sangat ragu mengatakan ini, berarti di satu sisi Kamu juga masih ragu, atau Kamu tidak ingat sama sekali apa yang terjadi saat itu.. Noa ingat hal ini, jika Kamu masih tidak ingat apa yang telah Kamu lakukan saat Aku berusia 17 tahun, mengenai detail nya, mengenai semua proses itu terjadi, semua pernyataan Mu di sebelum nya tak ada guna nya. Semua kajian Mu di atas tidak akan berarti apapun bagi Ku. Karena sekalipun kajian Mu benar, Kamu tetap adalah orang yang tidak tahu apa-apa dan tidak tahu apa yang terjadi pada diri Ku saat aku berumur 17 tahun ! Itu sama saja Kamu menyuruh Ku untuk memperlakukan Mu seperti pasien amnesia, pasien yang hilang ingatan. Dan Aku benci melakukan hal itu, Aku tak mau melakukannya ! Sangat amat tidak mau. Sampai kapan pun tak akan. "


"Justru karena Aku tak tahu, Aku mau minta tolong pada Mu untuk memberitahu Ku. Jadilah sesuatu, jadilah narasumber untukku. Aku yakin 100% bahwa Kamu pasti mengingat hal yang terjadi saat Kamu berumur 17 tahun. Kumohon ingatkan Aku Silvia. Aku yakin dengan cerita dari diri Mu, Aku akan mengingat semua nya. Setidaknya beri Aku beberapa clue atau beri aku beberapa petunjuk, Aku benar-benar tak tahu apalagi yang harus aku perbuat. Aku tak bisa menyuruh detektif untuk membuat ingatan Ku kembali, Aku tak bisa melakukan operasi pada bagian kepala Ku agar Aku dapat mengingat semua kejadian itu ! Aku bahkan sudah mencoba membenturkan kepala Ku di dinding rumah Ku, alhasil kepala Ku saja yang berdarah, tak ada ingatan yang datang ke dalam pikiran Ku. Jadi Ku mohon, beritahu aku Silvia.. Aku mohon padamu... Sungguh ! " Pinta Noa dengan sangat serius.


"Noah, jika Kamu ingin Aku dan Diri Mu memiliki hubungan yang sama seperti dulu, akan Aku lakukan. Aku akan memperlakukan Mu sama seperti yang lain, Aku akan memanggil Mu dengan sebutan *Kak Noa*, dengan senyum yang ceria Aku akan memanggilmu Kak Noa setiap kali bertemu dan memberikan semua hal yang menjadi kebiasaan Ku dulu. Tapi aku mohon, berhenti lah mengorek masa lalu Ku, berhenti mencari tahu tentang diri Ku, berhenti menuntut Aku untuk menjadi Narasumber tentang cerita yang telah terjadi saat Aku berumur 17 tahun.


"Lalu Aku mohon pada Mu, Kamu pasti akan mengiyakan nya dengan persetujuan seperti ini kan ? Aku yakin Kamu akan suka, Kamu pasti suka dengan masukan Ku kan ? Aku yakin dengan hal itu, tolong jangan membuat situasi makin runyam Noa ! Cukup Kamu lakukan seperti permintaan Ku ! "

__ADS_1


" Silvia jika Kamu tak ingin keadaannya menjadi semakin runyam, maka kamu tinggal memberitahu Ku apa yang terjadi saat Kamu berumur 17 tahun ! Sesusah itukah ? Sulit sekali jika Kamu ingin menjelaskan hal itu pada Ku ? Aku sudah mengorbankan semuanya, segalanya, waktu Ku, tenaga Ku, bahkan Aku hampir gila dibuat Kamu . Apa itu belum cukup ? "


"Hahaha... Mengorbankan ? Apa yang Kamu korbankan ? Apa yang sudah Kamu korban kan untuk Ku ? Apa yang sudah Kamu korban kan untuk Brayen ? Tak ada sama sekali Noa ! Selama dua tahun belakangan ini, Selama tiga setengah tahun ke belakang ini, tidak ada yang pernah kamu lakukan Noa ! Apa yang pernah Kamu korban kan hah ? Kamu baru saja mulai mengorbankan beberapa waktumu, itu pun sedikit saja perhatian Mu pada diri Ku, semenjak Aku menunjukkan reaksi yang berbeda pada Mu. Dan itu sudah Kamu bilang berkorban ? Cih, Apa nya yang Kamu korban kan untuk Ku ? Jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan realita Noa. Jangan membuat dan jangan menempatkan diri Mu adalah orang yang paling sibuk, orang yang paling terluka, orang yang paling sakit hati di sini ! "


__ADS_2