Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 108.


__ADS_3

Karena mereka berdua merasa tersisihkan bahkan tidak di hirau kan sama sekali ! Saking bucin nya antara mereka berdua, Erna dan Dika dapat melihat hati berwarna pink yang bertebaran di sekitar Resa dan Raisa.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


"Hahaha... Hahaha... "


Tawa bahagia dari Resa dan Raisa yang sedang bercanda dan tetap tak menghiraukan, dan bisa jadi tidak mendengarkan Erna dan Dika sama sekali.


"Kalian berdua sungguh jangan -"


"Benarkah ?? Hahaha, Aku jadi ingin melihat nya dengan mata kepala Ku sendiri.. " Seruan bahagia dan girang dari mulut Raisa berhasil menyela perkataan Dika.


"Haaahh.... Sungguh keterlaluan.. " Sambung Erna sambil memegang pundak Dika, berniat memberi kekuatan agat tetap kuat. Padahal diri nya sendiri juga sama jomblo nya.

__ADS_1


"Oh Iya Raisa-" Perkataan Erna terhenti karena Resa dan Raisa sedang berciuman saat ini, tepat di depan mata mereka berdua.


..."KAMI KELUAAAAARRRR !!!!! "...


..."KAMI KELUAAAAARRRR !!!!! "...


Seru Erna dan Dika bersamaan dan langsung meninggal kan ruang rawat milik Raisa itu. Ke dua orang itu tetap melanjutkan kegiatan mereka, bisa jadi Resa dan Raisa tidak mendengar sama sekali bahwa Erna dan Dika sedang membanting pintu dengan cukup kuat.


* * *


"Hah.. Hah... Hah.. " Nafas Raisa yang sedang di atur sebaik baik nya.


"Aku rasa seharusnya Erna dan Dika memberi Mu izin untuk makan ! " Ujar Resa.


"Karena apa coba ? Ujung ujung nya mereka berdua akan beralasan kalau nanti make up Ku akan belepotan ! " Jawab Raisa sambil membenamkan kepala nya di dada Resa yang bidang.


"Bajingan !!!! " Dengan wajah yang memerah, Raisa memukul Lengan Resa karena merasa sedikit malu atau karena belum terlalu terbiasa dengan candaan yang terlalu vulgar ini.


"Tok.. Tok... Tok.. Apakah Aku sudah boleh masuk ? " Cetus Noa yang bukan mengetuk pintu, tetapi mengeja kata *Tok... Tok.. Tok.. * dengan mulut sendiri sambil bersandar di depan pintu yang kisaran nya sudah berdiri dari tadi.


"Untuk apa Kamu masuk ? Di sini sudah tidak ada pasien lagi ! Bukan kah Kamu sudah harus mencari pasien lain ? " Jawab Resa sambil terus memeluk Raisa.


"Oiii.. Oiiii.... Oiiii... Kalau kalian ingin bermesraan, seharusnya di Indonesia saja ! Kenapa harus di depan mata Ku ? " Noa dengan kesal nya memberitahukan isi hati nya, yang seakan di cabik cabik dengan adegan romantis di depan mata nya.


"Yaah mau bagaimana lagi ? Kami berdua emang udah di ciptakan untuk selalu bersama, seperti ini... " Sambung Raisa yang tampak sangat menikmati berada di atas dada Resa yang bidang itu.

__ADS_1


...*PAAAKKK !!!! * Noa memukul kening nya sendiri, karena benar benar tak sanggup lagi berhadapan dengan dua sijoli yang sedang di mabuk asmara ini....


"Sa... Raisa Putri, Kamu pikir Kamu udah sembuh 100% gitu ? Walau pun Kamu sudah di bolehkan pulang, bukan berarti Kamu sudah boleh melakukan banyak hal. Jadi, Kamu harus menghormati Ku dan jangan sampai membuat Ku kesal. Jika tidak Aku akan-"


"Loh ? Bukan kah dokter Vinsen udah bilang Kalau Aku sudah sembuh 99% ? Ah, apakah Dokter Vinsen berbohong pada Ku ? Haisss, padahal Dokter Vinsen terkenal sangat berpengalaman dan sangat memiliki reputasi yang bagus di sini. Lalu apa yang akan terjadi jika tersebar tumor yang mengatakan bahwa Dokter Vinsen memberikan vonis yang salah terhadap seorang pasien ? " Cetus Raisa yang sedang memasang wajah khawatir, padahal perkataan nya itu memiliki maksud lain.


"....... " Noa langsung terdiam seribu bahasa, bahkan mematung di tempat. Bagaimana tidak ? Karena Dokter Vinsen adalah Dokter yang menjadi Guru dari Noa. Noa dapat memiliki julukan Dokter termuda yang sangat genius karena di didik dengan sangat ketat oleh Dokter Vinsen. Jika Doker Vinsen yang dapat sangat menyeramkan jika sedang marah tau bahwa Noa yang menjadi muara dari semua rumor itu, satu kata yang dapat menjelaskan hal apa yang akan terjadi pada Noa. Noa akan habis kali ini !


Kali ini ? Yaah, karena Noa sudah banyak melakukan banyak kesalahan yang membuat nya harus benar benar dalam masa pengawasan.


"Ra.. Raisa... Bu.. Bukan begitu.. Aku tak bermaksud mencampuri vonis yang telah di berikan oleh Guru Dokter (Yang di maksud ini Dokter Vinsen yaah), tapi hasil nya 99% kan ? Berati masih kurang 1% kan ? Kamu juga pintar matematika sewaktu sekolah, Kamu pasti tau betul apa maksud Ku ! " Kata Noa yang sudah mulai ngawur ke mana mana, dan bahkan Resa dan Raisa juga dapat tau bahwa Noa saat ini sedang panik dalam mencari alasan agar dia tidak di salahkan.


"Sudah Ku duga ternyata Kamu memang sangat perhatian pada Ku ! Tapi Noa, 99% itu sudah sangat cukup untuk Ku.! " Kata Raisa sambil turun dari ranjang dan do bantu oleh Resa.


"Tapi Raisa... Kita tetap gak boleh mengabaikan 1% ini. Biar bagaimana pun, organ dalam Kamu.... "


"Noa... " Raisa lagi lagi menyela perkataan Noa, yang entah ini sudah yang ke berapa kali nya hari ini.


"Ya ? " Noa pun langsung menjawab, kaena Raisa menyebut nama nya.


"1% itu akan terpenuhi dengan sendiri nya setelah Aku pergi dari ruang rawat ini. "


"Apa Maksud Mu sa ? " Tanya Noa yang merasa kurang puas.


"Setelah keluar dari sini, Aku sudah tidak akan menderita lagi. Aku tak akan tinggal di lingkungan yang tidak bagus lagi. Aku tidak akan menjadi pembantu dengan seribu pekerjaan yang rumit. Aku juga tidak akan berdebat dengan manusia manusia sampah seperti Andre, Fitri dan keluarga besar nya yang sangat menguras otak. Saat Aku keluar dari ruangan ini, hidup Ku akan Mulai berwarna. Ada Ayah Ku, Om Risa, Tante Selvi, Silvia, Erna, Dika, Lisa, dan masih banyak lagi. Bisa jadi setelah dari sini, beberapa tahun kemudian Kami akan kedatangan anggota baru. Noa, terlalu banyak hal baik yang akan terjadi setelah ini. Masa masa di mana Aku menderita telah usai, setelah dari sini Aku hanya akan mendapatkan hal baik saja. Jadi aku yakin dengan banyak nya hal baik yang terjadi, akan memulihkan Ku dan membuat 1% yang kurang saat ini akan terpenuhi bahkan akan terlewati. Apa Kamu paham maksud Ku Noa ? " Tanya Raisa di ujung perkataan nya.

__ADS_1


"Ah... Aku benar benar lupa akan hal ini.. Aku benar benar lupa, bahwa saat ini Aku sedang berbicara dengan wanita yang sangat kuat. Saking kuat nya, Dia dapat melewati ancaman maut dengan sekuat tenaga.! " Batin Noa yang kini sedang tertegun.


__ADS_2