
Setelah berlatih setengah setengah, resa mengantar raisa pulang. Karena raisa membawa mobil hari ini, resa hanya mengekor di belakang mobil nya raisa. Dan mereka berdua tetap mengobrol dari earphone yang terpasang di telinga masing masing.
Entah apa yang mereka ceritakan, suasana antara mereka berdua selalu hidup. Tidak pernah membosankan atau sebagainya.
...(Saat lampu merah)...
"Oia res, sekarang aku tau salah satu rahasia kamu loh. " Kata raisa.
"Apa tuhhh~~~ " Jawab resa berirama.
"Waktu itu, saat aku cium bibir kamu pertama kali... Kan aku kira kamu lagi tidur, nyata nya enggak kan ?! Dan setelah kamu bangun, kamu jalan sempoyongan ke kamar mandi.! Itu karena kamu salting kan ? Terus waktu cuci muka, aku rasa kamu gak membasuh wajah kamu pakai air deh. Kamu pasti pakai tisu basa kan ? Untuk lab beberapa area muka biar kelihatan meyakinkan. Bener kan ress ? Hasil analisa aku dari SD sampai Kuliah gak pernah meleset sedikit pun loh res. Iya kan ? " Kata raisa panjang ร lebar, seperti kebiasaan nya dalam menjelaskan atau menerangkan sesuatu...
"....... " Resa hanya diam dari seberang sana.
"Sempurna...!! Jadi benar kan res ? Bener kan ? Hahaha, karena benar jadi kamu hanya diam aja kan ? Hahaha, " tawa raisa pun pecah dan menggema ke mana mana. Bahkan sampai lampu merah berubah menjadi lampu hijau, raisa terus tertawa dan membuat wajah resa memerah di dalam mobil.
"Res ? Res ?? Jawab dong... Hahaha, padahal kamu sesenang itu, tapi malah ledekin aku pas di antar malam itu, aisss dasar... Hahaha " Raisa ketawa lagi, sampai sampai perut nya sakit.
"Oia sa, kira kira waktu kita tampil di acara reunian nanti pakai baju model apa yaah? " tanya resa.
"No... No... No.. No Resa... Jangan lari dari pembicaraan. Acara reunian nya masih tiga minggu lagi loh, jadi jangan berpikir perhatian ku segampang itu di alihkan. "
"Aisss, lebih baik kamu fokus pada mengemudi nya sa. Kalo kamu kecelakaan, otomatis aku yang ada di belakang kamu bakal terima ampas nya mentah mentah. " Kata resa yang sudah tak tahan lagi di ledek raisa.
"Gimana kalo ampas yang kamu dapat udah matang res ? Gak mentah mentah lagi, jadi kamu bakal terima kan ? " sambung raisa jahil.
"RAISAAAAAA... " Teriak resa.
Dan tawa renyah raisa terdengar dari seberang sana, dan suara tawa itu di nikmati oleh resa sambil senyam senyum sendiri.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
__ADS_1
Beberapa menit kemudian raisa sudah masuk ke dalam kediaman andre, dan resa pun pulang ke rumah yang dia tempati bersama silvia adik nya.
Saat raisa masuk ke dalam rumah, ternyata rumah sedang penuh dengan keluarga besar lagi.
"Apakah mereka tak punya kerjaan, sehingga selalu punya waktu berjam jam, bahkan sampai tengah malam di rumah ini ? Aisss, benar benar penjilat yang handal. " Batin raisa dan raisa mulai melewati ruang tengah tanpa sepata kata pun, karena percuma juga menyapa orang orang yang menganggapnya tak ada.
Melihat raisa yang lewat, membuat emosi fitri yang sudah mereda kini naik lagi sampai ke langit langit. Karena emosi fitri tak stabil, hal itu langsung berdampak ke kandungan nya. Seakan terjadi gempa, goncangan yang fitri rasakan benar benar terasa sangat sakit.
Fitri menjerit kesakitan, dan semua orang yang ada si situ langsung heboh. Ada ada mulai mengipas fitri, mengambil minyak kayu putih, air hangat, susu, memijat kepala dan seluruh badan fitri, bahkan ada yang mengambil buah buahan. Benar kata Raisa, mereka semua adalah penjilat yang sangat handal.
Raisa yang melihat kehebohan itu hanya bisa menggeleng kepala, dan terus berjalan ke arah kamar nya.
"Raisa, bantu fitri dulu... Kok kamu kaya gak peduli banget ?? " kata yuli yang saat ini berada di samping fitri.
"Bukan nya aku tidak peduli, ah tapi sekalipun aku peduli... Tenaga ku tak di butuhkan di situ, lihatlah... Orang yang mengelilingi fitri saja sangat banyak, hati hati... Jangan jangan fitri bisa kehabisan nafas kalo kalian semua tidak memberi sedikit ruang pun. " Kata raisa dan langsung masuk ke kamar nya.
Karena perkataan raisa itu, orang orang yang mengerubungi fitri langsung mundur beberapa langkah dan memberikan ruang agar fitri dapat bernafas dengan baik.
Dan pada dering pertana, panggilan raisa langsung di jawab.
"Halo... " Kata seseorang dari seberang sana.
"AYAAAHHHH~~~" Panggil raisa dengan nada riang, dan manja nya. Saat ini raisa berada di mode anak anak.
"Iyah sayanggg... Kamu apa kabar ? Udah lama gak hubungin ayah, kamu sibuk banget yaah di sana ? "
"Hemm begitulah Yah, raisa sibuk banget di sini. Sampai sampai raisa gak ada waktu buat makan Es Krim, miris banget kan Yah !!! " curhat raisa seperti bocah berumur enam tahun.
"Astaga, putri kesayangan papa pasti menderita banget yaah ? Cup.. Cup.. Cup... Nanti kalo kamu datang ke sini, ayah bakal beliin kamu es krim yang banyak kok. Jadi datang kunjungi ayah yaah, soalnya ayah juga udah rindu sekali sama kamu nak. "
"Hehehe, Raisa juga kangen bangettttt sama ayah... Kangeeeeeeennnnn bangettttttt.... Banget nya di pangkat sepuluh loh, jadi jangan anggap ini candaan. "
__ADS_1
"Iya ayah gak anggap candaan kok, jadi ada apa kamu telfon ayah sayang ? Lagi mau curhat ? Atau ada sesuatu yang ingin di katakan ? "
"Hehehe... Kali ini Raisa punya kabar baik loh Yah, super duper kabar menggembirakan. " Kata raisa menggantung ucapan nya, sehingga membuat ayah nya penasaran.
"Kabar apa sayang ?? Kalo ngomong itu jangan setengah setengah dong. "
"Ayah ~~ Dua hari lagi Raisa bakal main ke rumah nya ayah loh, senang gak ? Senang gak ? Ya pasti senang kan ? "
"Serius sayang ?? Syukurlah kalau begitu, ayah bakal siapin semua nya. Oia, kamu dia sini selama berapa hari sayang ? "
"Selama enam hari ayah... Bukan satu atau dua hari, tapi ENAMMMMMMM...... " Teriak raisa kegirangan.
Ayah raisa pun di seberang sana sedang kegirangan tak terkira, bahkan sesekali menepis butiran air mata yang keluar di kelopak mata nya... Hei, rasa rindu dan berbagai perasaan ayah raisa saat ini sedang bercampur aduk tak karuan loh.
"Kalo begitu, ayah akan mengambil cuti selama enam hari penuh.! Ayah akan mempersiapkan seluruh bahan bahan yang berhubungan dengan masakan kesukaan mu, dan papa akan melakukan hal hal menyenangkan bersama mu sayang... Aahh, membayangkan nya saja sudah sangat mengasikan... "
"Iyah iyah ayah.... Kalo gitu raisa tutup telepon dulu yaah, mau kabarin resa sama silvia juga. Biar bisa liburan sama sama. "
"Iyah sayang, sampai ketemu dua hari lagi. Umach... "
"By juga ayah, Umach... "
Panggilan pun berakhir, ayah nya raisa pun langsung menyiapkan rumah dan berbagai macam isi nya. Karena akan membuat putri kesayangan nya memiliki hari liburan yang sangat menyenangkan.
Raisa pun langsung menghubungi resa dan silvia, dan tentu saja mendapat lampu hijau dan respon yang sangat baik. Resa merasa leluasa karena bisa datang dan pergi sesuka hati, jika itu adalah rumah Om surya ayah nya raisa. Dan silvia, tentu saja dia akan sangat senang, karena sudah sangat lama tidak have fun bareng *kaka Raisa nya* yang sangat ia sukai.
Setelah itu, silvia langsung memasukan pakaian nya ke dalam koper. Padahal resa sudah berkata bahwa masih dua hari lagi, tapi mau bagaimana lagi... Nama nya juga Semangat anak SMA !
Setelah itu, raisa mandi dan langsung tidur. Tak ada lagi perawatan wajah, kebahagiaan yang raisa rasakan saat ini sudah menjadi masker wajah yang tak di pasarkan di mana mana.
Bahagia nya raisa karena lima lukisan nya telah jadi, dan akan di lelang delapan hari lagi. Hal itu merupakan ending dari akhir rencananya.. Senang nya karena sedikit lagi HAPPY ENDING akan bersemayam di dalam hidup nya.
__ADS_1
Tapi seperti biasa nya, kebahagiaan yang sangat amat sampai membuat perasaan kita tak dapat di lukis kan, adalah awal dari sebuah HAL BURUK YANG AKAN TERJADI.