Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 136.


__ADS_3

Jelas Silvia pada penjelasan awal nya.


...♡...


...♡...


...♡...



...♡...


...♡...

__ADS_1


...♡...


"Lalu hal itu membuat Aku memiliki kemungkinan paling kecil untuk berpacaran atau sejenis nya. Saat itu karena Kak Resa sangat dekat dengan Kak Noa, Kak Resa sering mengajak Kak Noa ke rumah dan bermain game bersama-sama, mengerjakan tugas dan lain-lain. Memang awal nya Aku sangat keberatan atau menutup diri, kan menghindari jika tahu Kak Resa akan pulang bersama Noa. Tapi lama kelamaan, tanpa sadar Aku merasa nyaman dengan tatapan mata yang dipancarkan oleh Kak Noa, dari senyuman nya, dan sikap nya yang seakan bodoh karena bisa-bisa nya Dia tertipu oleh Kak Resa yang selalu mengerjai nya setiap saat. Tidak sampai di situ, Kak Noa tampak sangat cool dan sesuai dengan pria yang sering Aku lihat dalam drakor yang biasa Aku tonton. Walaupun saat itu Aku pikir karena Aku masih kecil, Aku mengabaikan hal itu yang membuat detak jantung ku tidak normal. Namun makin ke sini, Aku semakin sadar bahwa, Aku... Telah jatuh cinta pada Dia, pada Kak Noa !"


Ujar Silvia sambil memalingkan mata nya ke arah lain, karena Silvia tahu bahwa respon dari Resa dan Raisa akan tampak sangat shock mendengar pernyataan ini. Walaupun Resa dan Raisa sudah menduga duga bawa hal ini mungkin saja terjadi, tapi mereka masih belum bisa menerima kenyataan bahwa kenyataan itu keluar dari mulut Silvia, Adik yang mereka anggap selama ini sangat polos.


"Dan entah ini sebuah anugerah atau kemalangan, " Silvia lanjut menjelas kan. " Tapi Aku tahu pasti bahwa Kak Resa dan Kak Noa sedang sama sama berjuang untuk memperebutkan satu wanita yang tampak nya sangat kalian cintai. Wanita itu adalah Kak Raisa. " Jelas Silvia sambil menengok ke arah Raisa.


Silvia masih menampakkan senyum pada Raisa, lalu lanjut angkat bicara "Aku tak bisa berkomentar apa-apa, tapi sakit ya tentu saja aku merasa sakit. Seakan sangat sesak, untuk bernafas saja aku merasa sulit. aku seperti bocah yang bodoh, yang baru mulai belajar bagaimana cara bernafas."


"Setiap kali melihat Kak Noa memberikan perlakuan yang berbeda pada Kak Raisa dan pada diri ku, itu benar benar sesuatu yang mengikis kesabaran Ku. Sempat beberapa kali rasa iri itu hampir menguasai diri ku dan membuat diri ku ingin menyerang Kak Raisa, namun syukurlah karena logika masih stay di dalam benak Ku, sehingga Aku hanya bisa menahan diri sekuat tenaga! "


"Berkali-kali Aku mencoba untuk menemukan orang baru, atau pria baru yang dapat menggantikan posisi yang telah di isi oleh kehadiran Noa. Tapi kembali lagi ke awal, Aku takut bersosialisasi. Aku bahkan menertawakan diri Ku, karena memunculkan ide seperti ini. Lalu Aku menemukan sebuah cara, cara yang dapat membuat Aku dapat menempatkan diri, lalu menyadarkan Aku bahwa Aku hanya Silvia Aditya yang ada di antara kalian. Aku memutuskan sendiri, bahwa di sini Aku hanya sebagai penonton. Aku hanya orang yang melihat dan mengetahui apapun yang terjadi antara Kak Resa, Kak Raisa, dan kak Noa. Hal ini membuat Aku kuat, namun tetap saja tak bisa menutupi bahwa Aku sedang melarikan diri dari kenyataan."

__ADS_1


Resa dan Raisa merasa gagal dan tak layak menjadi seorang kakak. Bukan karena apa-apa tapi, di mana mereka saat Silvia merasa terpojok seperti itu ? Mereka merasa bahwa mereka kurang peka, mereka terlalu mementingkan dunia mereka sendiri. Sehingga melupakan tanggung jawab yang harus mereka jalani.


Jika saja mereka memikirkan kondisi dan keberadaan Silvia, Resa dan Raisa pasti lebih memilih untuk nongkrong di cafe atau di tempat-tempat lain bersama Noa dan tak harus membawa Noa ke dalam rumah, di mana yang telah menjadi satu-satu nya sarang dan tempat paling aman bagi Silvia.


Menurut Resa dan Raisa, saat ini mereka yang kurang bijak. Mereka yang kurang memperhitungkan di mempertimbangkan situasi, bisa jadi ini adalah salah Mereka. Entah karena umur mereka yang belum dewasa, atau karena mereka juga sedang dalam masa remaja, yang sedang happy happy nya dalam menikmati hal apapun yang terjadi antara perebutan percintaan, dan semakin kuat nya persahabatan.


"Lalu saat Aku mengetahui bahwa Kak Raisa dengan percaya diri dan keras kepala ingin menikahi andre, Aku bukan mereka senang atau bahagia karena Kak Raisa akan menderita. Justru Aku semakin menderita karena Kak Raisa menggantung dua pria sekaligus. Aku merasa bahwa Kak Raisa terlalu egois saat itu, Aku merasa bahwa jika Kak Raisa tidak suka dengan Noa, setidak nya kak Raisa memilih kak Resa ! Bukan kah selama ini yang selalu ada saat Kak Raisa menangis dan bahagia adalah Kak resa ?? Kenapa Kak Raisa malah memilih bedebah yang sudah mencintai wanita bernama Fitri itu? Lalu Aku semakin sedih dan saat mengetahui bahwa Kak Noa telah memilih untuk melanjutkan kuliah S2 di Belanda.


"Ah... Seperti nya Aku bukan menjelaskan tapi Aku sedang curhat. Oke oke, saat Aku berumur 17 tahun, saat itu Kak Raisa sudah menikah dengan andre. Tapi Kak Raisa tetap datang ke acara ulang tahun ku, karena Kak Raisa sudah sayang pada ku. Di sinilah awal terjadi nya kesalahan atau ketidak kesengajaan, yang membuat Aku yang dalam keadaan belum bisa menerima bagaimana cara kerja dunia, terpaksa harus menjadi wanita yang sudah tidak suci lagi ! "


..."AAAAAAPPPPPAAAAA?????"...


Resa dan Raisa sontak langsung kaget, karena dari tadi fokus mereka tidak kemana-mana, jadi mereka dapat mengetahui dan dapat mencerna dengan cepat setiap perkataan yang dilontarkan oleh Silvia. Oleh sebab itu, kata tidak suci lagi, membuat Resa dan Raisa mau tidak mau harus berpikir ke arah situ. Ke arah pembicaraan yang seperti nya akan lebih vulgar.

__ADS_1


"Yah ... Di malam itu, malam saat kita mengadakan pesta atas ulang tahun ku yang ke 17, malam di mana aku menginjak usia dewasa, dan seharus nya malam di mana aku lebih bahagia dari hari biasa nya, Aku dan Kak Noa melakukan hal itu. Aku dan Kak Noa bersetubuh, layaknya orang yang sudah resmi menjadi pasangan suami isteri. Di saat itu, semua nya benar-benar kacau dan tak terkendali. Bahkan malam itu aku juga tak bisa mengendalikan diri ku sendiri, yang pada awal nya sudah berjanji hanya akan menjadi penonton saja. dan tidak akan pernah mengambil peran Side karakter atau peran figuran di dalam nya."


__ADS_2