
"Benarkah ?? Astaga, kini usia kandungannya Sudah masuk minggu ke berapa Nando ? Wah syukurlah, kalian diberkahi anak setelah dua setengah tahun menikah. " Dengan sangat senang Silvia turut merasa bahagia atas kabar ini. Bahkan saat mendengar kabar tadi dari Nando, Silvia sontak menutut mulut nya dengan ke dua tangan, karena cukup terkejut dan ada debaran yang tak tertahan kan di lubuk hati nya.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
Reaksi Silvia tidak berlebihan sama sekali. Lantaran lusi mengidap suatu penyakit dalam yang membuatnya akan kesulitan memiliki anak, jadi kabar bahwa Lusi hamil ini benar-benar suatu kabar baik dan patut disyukuri .
"Kata Dokter usia kandungan Lisa baru berusia 2 minggu. Hah... Aku sangat senang saat mendengar kabar ini, " jawab Nando yang tak bisa berhenti memasang senyum di wajahnya.
"Lalu bagaimana dengan Lusi ? Bagaimana reaksinya saat mendengar hal ini ? " Tanya Silvia.
"Lusi belum sadar kan diri Sil, saat pintu lift baru saja terbuka Lusi sudah pingsan dalam rengkuhan Ku. Kamu tahu betapa panik nya Aku tadi ? "
__ADS_1
"Pasti kamu sangat khawatir ya. Untunglah kabar baru yang kamu dapatkan bukan tentang Lusi yang mengidap penyakit atau sejenisnya. "
"Iya Sil. " Jawab Nando. Lalu sedetik kemudian, wajah Nando tampak ragu untuk berbicara lagi. hal itu membuat Silvia harus bertanya terlebih dahulu.
"Nando, apa ada lagi yang ingin Kamu sampaikan ? Wajahmu tampak sangat ragu dan gelisah, apa ini ada hubungannya dengan Kak Lusi ? "
"Ah tidak, ini tentang Brayen. Ada hal penting yang belum aku sampaikan padamu, " jawab Nando yang masih menghindari tatapan mata Silvia.
Reaksi silvia seketika langsung kaku, ini tentang Brayen. Jika Nando sampai sangat khawatir seperti itu, bukankah menandakan ada masalah yang genting ?
"Katakan saja Nando ! Jangan membuatku mulai berpikir negatif. Kumohon jangan membuat jantungku bergemuruh tak karuan lagi, " pinta Silvia yang memohon sambil berjalan mendekat kearah Nando. Tangan silvia dikatupkan di depan dada, karena mulai merasa gelisah. Kabar apa lagi yang akan Dia denger kali ini ? Apakah ini kabar baik ? Ah, tidak mungkin. Karena jika ini kabar baik, Nando tak mungkin mengatakannya dengan reaksi lagu seperti ini.
"Aku telah menyetujui bahwa Brayen akan menjalankan kemoterapi ! " Cetus Nando.
"Aku tahu akan hal itu Silvia ! Tenang kan dirimu dan jangan marah dulu, Aku akan menjelaskan beberapa hal yang akan membuatmu menyetujui hal ini ! " Bujuk Nando, karena melihat perubahan sikap Silvia, itu akan mendatangkan perdebatan antara ke dua belah pihak, jika tidak di tenangkan sejak awal.
"......" Silvia sudah diam. Jika Nando sudah berkata demikian, berarti ada sesuatu yang membuat perhitungan nya seperti ini.
"Jika kita tidak melakukan kemoterapi, maka Brayen akan terus tersiksa. memang jika melakukan kemoterapi, kemungkinan penyakit ini dapat kambuh adalah 50%. Sama besarnya dengan peluang untuk hidup, tapi Silvia untuk saat ini hanya cara ini yang dapat kita lakukan untuk merendahkan rata sakit yang Brayen rasakan. "
"Tunggu dulu ! Untuk saat ini ? Memang nya apakah ada acara yang lebih baik di masa depan, yang dapat menyembuhkan Brayen sepenuh nya ?" Tanya Silvia yang langsung menyela penjelasan dari Nando.
"........" Nando hanya terdiam dan hanya mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
"Apa itu ?" Tanya Silvia dengan mode serius nya.
"Silvia maaf, tapi Kamu harus menemukan ayah kandung dari Brayen. Kita membutuhkan sum sum tulang belakangnya, tak masalah jika dia tak mau mengakui mu dan juga Brayen sebagai anak dan darah daging nya. Asalkan dia mau memberikan apa yang kita butuhkan, jika dia meminta bayaran besar akan hal ini juga tak masalah bagiku, Aku akan menyanggupi hal itu berapa pun dijit angka yang dia minta. Karena jika menggunakan transpalasi tulang belakang, kemungkinan leukimia milik Brayen dapat kambuh pada tubuh Nya hanya 5% saja. Kamu juga tahu akan hal ini kan Silvia ? "
Nando menjelaskan dengan sangat jelas. Lalu setelah mendengar kan penjelasan Nando, Silvia langsung mematung di tempatnya. Wajahnya berhenti berekspresi, Dia tenggelam dalam lamunan nya setelah mengetahui bahwa yang di katakan oleh Nando semuanya memang benar.
"Dari semua pengobatan, memang betul hanya transpalasi tulang belakang yang menjadi senjata paling ampuh dalam menyembuhkan Brayen, padahal semua ini tak akan menjadi seribet ini jika saja sum sum tulang belakang Ku cocok dengan anak Ku Brayen. Kenapa harus ayah kandung dari Brayen, padahal Aku sudah mencoba sekuat tenaga, agar kemungkinan ini tidak terjadi ! Sekarang, apa yang harus aku lakukan ? " Batin Silvia yang sudah mulai kalut pikiran nya.
"Silvia ? Silvia ? Silvia ? Silvia ? " Panggil Nando untuk menyadarkan Silvia.
Nando memanggil silvia sebanyak empat kali karena Silvia yang melamun, silvia bahkan baru sadar saat Nando memanggil nama nya yang keempat kalinya.
"Jadi bagaimana Sil ? Apakah kamu melakukan one night stand dengan pria yang kau temui pertama kali di bar ? Katakan saja nama bar nya, Aku akan menyuruh orang-orang Ku untuk mencari pria itu ! Bisa kan Silvia ? "
"Nando, untuk saat ini lakukanlah kemoterapi pada Brayen. Karena jika menginginkan sum sum tulang belakang dari pria itu, akan membutuhkan waktu lama ! " Jawab Silvia dengan tatapan lemahnya.
sekarang dia harus mulai dari mana menjelaskan hal ini pada ayah kandung Brayen ? Silvia terlalu merasa sesak untuk membayangkan banyak nya kemungkinan, yang mungkin akan terjadi.
"Baiklah jika itu mau Mu. Ingatlah Silvia, Brayen memang adalah anak Mu . Tapi bagiku dan Lusi, Brayen juga adalah anak Kami. " Kata Nando penuh percaya diri.
Mendengar nama Lusi disebutkan, membuat mata Silvia terbelalak. Dia langsung teringat akan sesuatu yang penting untuk saat ini, lalu Silvia langsung angkat bicara
"Nando, jika Lusi bangun nanti, jangan beri tahu dia bawa Brayen akan atau sudah melakukan kemoterapi. Dan jangan katakan padanya, bahwa solusinya agar Brayen dapat tetap sembuh 95% adalah dengan mendapatkan donor sam sum tulang belakang dari ayah kandungnya. Kamu bisa kan ? " Ujar silvia dengan ekspresi serius nya. Seolah jika memberitahu Lusi adalah sebuah kesalahan fatal.
__ADS_1
"Akan Aku lakukan , tapi apa alasan Mu melakukan ini Silvia ? menyembunyikan fakta dari Lusi, apakah kamu takut jika Lusi akan memberitahuku siapa Ayah kandung dari Brayen jika Dia sadar nanti ? "