
"Wajahmu terlihat lebih manis dan lebih cantik jika Kamu tersenyum seperti itu Lisa " Puji Noa yang bermaksud baik. Bukan bermaksud untuk memberikan kode bahwa dia menyukai Lisa ! Tapi sepertinya Lisa sudah salah tangkap, karena mukanya bersemu merah begitu saja setelah mendengar perkataan Noa !
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
"Makasih atas pujiannya " Respon Lisa yang mulai salting. Lisa berusaha sekuat tenaga untuk menarik dan menghembuskan nafasnya, agar wajahnya tidak tampak merah. nyatanya wajahnya benar-benar sudah bersemu merah, sampai-sampai tidak menunjukkan gelagat bahwa wajahnya akan berhenti atau menurun kadar merah nya.
Namun di saat Noah sedang mengejek wajah Lisa yang memerah seperti tomat, di saat itulah Silvia melewati mereka berdua yang sedang berdiri di koridor begitu saja. Rambut Silvia yang berkibar ke belakang membuat pandangan Noa beralih padanya, namun Silvia tampak tidak peduli. Mungkin saja Silvia telah menyaksikan percakapan yang terjadi antara Noa dan Lisa, sehingga membuatnya berpikir bahwa dia hanya akan merusak apa yang telah dibangun oleh seseorang.
" Silvia ? ! " Kata Noa yang mendapat kan respon dari Silvia dengan lirikan mata saja.
"Apa ? " Ujar Silvia dan langsung memberikan tatapan tak sukanya. Padahal baru saja beberapa saat yang lalu, Mood Silvia terobati karena kepekaan Resa dan Raisa. suasana tenang yang baru di dapat langsung diangkut begitu saja saat Noa memanggil nama nya.
__ADS_1
"E.. Eh ? Silvia ? Itu Kamu kan ? " Tanya Lisa yang menyela di situasi yang diri nya tak tau apa yang sedang terjadi antara Noa dan Silvia.
Silvia langsung kaget dan baru sadar saat mendengar suara lisa memanggilnya, ekspresi wajah Silvia kontak langsung berubah dan menatap kearah Lisa.
"Kak Lisa ? Astaga... Udah lama kita nggak ketemu ! Apa kabar ? " Sambil melompat dan langsung memeluk Lisa, Silvia mengatakan beberapa kata yang seperti sudah menjadi ciri khas dari diri nya yang polos.
Lisa membalas pelukan dari Silvia sambil mengusap puncak kepalanya, Lisa berkata
" Padahal tadi beda banget lo ekspresi kamu ! Aku kira orang lain, bukan Silvia Aditya yang aku kenal.. " dengan ekspresi lega Lisa menyampaikan isi hatinya.
"Hehehe, tadi Silvia pikir ada cowok hidung belang yang mau godain Silvia, jadi Silvia ganti ekspresi wajah deh ! biar tampak menakutkan. " Jawab Silvia yang kini sudah melepaskan pelukan nya dan berbincang sambil menatap netra Lisa dari jarak yang cukup dekat.
" Menakutkan ? Iya si tadi menakutkan, tapi aku kira siapa lo. Jadi ikutan ketipu deh, emang kamu belajar dari mana sih ? " Tanya Lisa yang tampak sangat excited saat berbicara dengan Silvia, yang dikiranya masih lugu dan polos.
Lisa hanya bisa tersenyum dan mengelus kepala Silvia atas jawaban yang Silvia berikan. Dan silvia menikmati elusan yang didapat dari kepalanya selama 20 detik lama nya.
"Oh iya, Silvia ke lantai empat dulu ya Kak Lisa. Ada yang nungguin Silvia di sana ! " Pamit Silvia
"Eh kamu punya kenalan yang lagi masuk rumah sakit ? Tanya Lisa.
" Iyah, sahabat aku. udah yah dadahh !" Silvia pun berlari dengan riang nya, dan senyuman seperti tidak ada masalah itu membuat Lisa merasa sayang sekali obrolan mereka sesingkat ini.
Noa pun tanpa sadar menampakkan senyum di wajahnya, dan sayangnya hal itu dilihat oleh Lisa. " Ayo... Liatin apa ayoo ?? " Goda Lisa yang niatnya hanya bercanda saja.
__ADS_1
"Bu.. Bukan apa apa ! " Jawab Noa yang langsung memalingkan wajah ke arah lain.
Lisa memiringkan kepalanya karena merasa heran. Namun syukurlah Lisa tak melihat kuping dan pipi Noa yang sudah memerah.
"Dokter Lisa ? Kepala rumah sakit memanggil Anda. Dia sedang menunggu di ruangannya, mari saya antar ! " Ujar seorang security yang membuat perhatian Lisa teralihkan.
"Benarkah ? Kalau begitu sampai jumpa di lain waktu Noa ! " Pamit Lisa dan Dia pun melangkah bersama security itu menuju lantai tertinggi di rumah sakit.
"Gi... Gila !!! Senyuman Silvia yang tadi itu kenapa cantik banget sih ? " Batin Noa sambil meletakkan kedua tangannya di wajah, untuk menutupi wajahnya yang sudah dia yakini bahwa sedang memerah.
"Ternyata gadis itu sudah se dewasa itu ? Berapa sih umur nya ? 19 tahun ? 20 tahun ? Ah sial, dia tampak sangat memesona saat berlari dengan senyum yang terpampang di wajahnya. Dengan rambut yang juga ikut bergerak ke sana kemari saat dia berlari dan berbalik, dan lagi postur tubuhnya saat sedang melambaikan tangan membuat bagian perutnya yang rata terlihat jelas. Oia, body nya juga - " Batin Noa seketika terhenti, matanya terbelalak seolah baru sadar yang dipikirkan nya dari tadi sudah sangat absurd.
"Bodoh...Bodoh.. Bodoh...Bodoh.. Bodoh...Bodoh.. Bodoh...Bodoh.. ! " Ujar Noa sambil memukul kepalanya.
"Cih, aku harus menenangkan diri di toilet. " Ujar Noa dan benar-benar beranjak ke toilet yang ada di ujung lorong lantai dua, di pojok sebelah kanan. Entah apa yang dilakukannya di sana, yang jelas Noa pasti sedang menenangkan diri Nya.
* * *
Silvia sudah berada di ruangan VVIP yang di tempati oleh Brayen di lantai empat. Silvia sedang menggendong tubuh kecil Brayen yang suhu tubuhnya sudah sedikit menurun dari sebelum nya. Melihat wajah Brayen yang tampak berkerut dan menahan sakit meskipun sedang tidur, menjadi satu pemandangan yang menyayat hati bagi Silvia.
"Maaf kan Mama Brayen.. Ini salah Mama.. Seharusnya Mama menjaga lingkungan Mama saat mengandung diri Mu waktu itu. Seharusnya Mama mengontrol emosi dan perkiraan Mama, agar Mama tidak harus tampak seperti ibu hamil yang depresi. Alhasil dampak yang Mama terima adalah payudara mama tak bisa menghasilkan ASI untuk Kamu ! Maafkan Mama sayang, Kamu sudah harus tersiksa semenjak berada di dalam kandungan Mama maupun saat sudah menghirup nafas dan menjadi bagian dari muka bumi ini ! Tolong cepat lah sembuh Brayen, tak apa jika penyakit itu dipindahkan pada Mama. Mama dengan sedang hati akan menerimanya, agar kamu dapat menjadi anak yang dapat tertawa seperti anak lainnya, dan tidak menderita lagi seperti ini. " Batin Silvia sambil mengecup kening Brayen, dan tanpa Dia sadari air matanya sudah mulai berjatuhan.
" Lusi sedang hamil Sil.. " kata Nando yang seketika membuyarkan Lamunan Silvia. Silvia langsung meletakkan kembali Brayen keranjang nya dan menampakkan senyum di wajahnya yang lembab.
__ADS_1
"Benarkah ?? Astaga, kini usia kandungannya Sudah masuk minggu ke berapa Nando ? Wah syukurlah, kalian diberkahi anak setelah dua setengah tahun menikah. " Dengan sangat senang Silvia turut merasa bahagia atas kabar ini. Bahkan saat mendengar kabar tadi dari Nando, Silvia sontak menutut mulut nya dengan ke dua tangan, karena cukup terkejut dan ada debaran yang tak tertahan kan di lubuk hati nya.