Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 40


__ADS_3

beberapa saat kemudian, Surya, Raisa, Resa, dan Silvia tiba di resto. Mereka langsung masuk dan di arahkan ke meja yang sudah di boking.


Memesan makanan dengan berbagai macam variasi, karena ada silvia sang tukang makan, dan ada Raisa yang saat ini memiliki selera makan yang baik.


Mungkin karena bersama dengan orang orang yang dia sayang, atau karena sudah lama tidak kumpul bareng seperti ini. Intinya saat ini raisa seakan berada di kondisi paling prima nya.


...๐Ÿ“...


... ๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


Setelah selesai memakan makanan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup atau desert, empat orang ini langsung bergegas pulang.


Karena sampai di tengah jalan ban mobil om surya kempes, mereka harus menunggu berapa menit untuk antri dan pengisian angin.


Hal itu memakan waktu 40 menit, karena tertancap lima paku berukuran besar di ban mobil, sehingga proses perbaikan nya lama.


Surya pun lanjut menyetir, kali ini raisa sudah duduk di belakang bersama resa, karena raisa mengantuk dan ingin meletakan kepala di pundak resa.


Mungkin karena penyakit kanker nya yang sudah menginjak stadium empat, Raisa mudah merasa lelah dan mengantuk.


"Dia tidur nya nyenyak sekali yaah. " Kata surya melihat dari kaca mobil.


"Seperti nya begitu om, karena dia tidak menggerakkan badan sedikit pun. " Jawab Resa.


"Apakah... Apakah selama ini dia baik baik saja ? Maksud ku, apakah Raisa masih mendapat tekanan dari keluarga Purnama ? "


"Resa gak bisa jawab pertanyaan itu om, karena hanya Raisa yang bisa menjawab nya. "


"Jelas kak Raisa gak baik baik aja om ! Karena om tau sendiri kan perlakuan keluarga purnama pada kak raisa ? Mereka itu tak pantas di sebut manusia sama sekali. Menyebut nama mereka saja, membuat darah silvia naik turun ! " Silvia pun menyela.


"Om juga tau, tapi om gak bisa berbuat apa apa. Raisa tak mau bercerai dengan andre, entah apa alasan nya ! Tapi om seperti punya firasat bahwa raisa sedang bertahan agar perusahaan om tak bangkrut.! "


"Apakah mau Resa bantu om ? Perusahaan resa itu udah ada di urutan ke lima loh, jadi gampang lah kalo urus masalah kaya gini ! Iyakan ? "


"Om juga maunya seperti itu, tapi apakah Raisa akan senang dengan keputusan ini ? Om juga tau Res, bahwa kamu juga mengetahui watak Raisa. Dia tak mau di tolong, apalagi dalam hal ini. Dia mematok harga diri nya dan kekeras kepalaannya di puncak gunung tertinggi. Dalam hal ini, om tak bisa mengubah apapun ! "

__ADS_1


"Resa setuju sama om. Soalnya resa udah pernah coba nawarin ke Raisa, tapi dia bilang dia punya rencana tersendiri. Entah apa rencana yang dia maksud, resa juga gak tau om. " Kata resa sambil menyeka rambut raisa yang menyentuh mata.


"Silvia percaya kok sama kak raisa ! Kak Raisa itu perempuan yang kuat, jadi kita tinggal tunggu aja. Karena rencana kaka raisa pasti akan terlihat sedikit lagi. " Sambung silvia sambil menatap ke luar jendela.


Apapun alasan nya, saat ini Surya dan Resa benar benar tak bisa melakukan apapun untuk Raisa. Mereka seakan di paksa untuk menjadi penonton saja, dan tidak lebih dan tidak kurang dari itu.


...๐Ÿ‹...


...๐Ÿ‹...


...๐Ÿ‹...


...๐Ÿ‹...


...๐Ÿ‹...


...(Keesokan hari nya)...


Bibi ira, yang sudah lama bekerja di rumah Surya pun langsung datang dari pukul lima pagi. karena mendengar Raisa yang sedang datang berlibur.


Sesampainya bi ira di rumah, dia langsung membereskan rumah dan memasak makanan untuk sarapan pagi.


Saat Raisa turun dari tangga, bi ira berteriak histeris memanggil nama Raisa, dan langsung memeluknya kuat kuat. Raisa tak bisa menolak nya, karena Raisa juga sama sama merindukan bi Ira.




Surya ayah nya raisa mengelola kebun kecil kecilan di belakang rumah, untuk melepaskan penat dan agar punya kegiatan untuk mengisi waktu luang. Agar tidak terus kepikiran dengan Almarhumah istri nya dan rasa rindu pada anak nya Raisa.


Raisa, Resa, dan silvia sangat bersemangat karena kebetulan hari ini adalah jadwal untuk mengganti tanah di setiap tanaman, dan untuk menambahkan pupuk, yang berfungsi menjaga kesehatan dan kesuburan tanaman.


Silvia bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan gesit, Raisa dan Resa yang mengganti tanah baru di setiap pot, dan menambahkan pupuk. Sedangkan surya bertugas untuk menyiram tanaman jika semua nya sudah selesai.


Sedangkan bi ira, dia sedang di sibukkan dengan memasak. Karena pasti setelah selesai berkebun, Raisa dan yang lain nya akan sangat kelaparan. Dan di sinilah peran bi ira, untuk mengenyangkan setiap perut.


"Om surya, kalo anggur nya udah berbuah panggil silvia yaah. Biar bisa makan rame rame, masa iya om makan sendiri. Kalo pelit semasa hidup itu gak baik loh om. "


"SILVIA... Jaga ucapan kamu. " Tegur resa.


"Hahaha, Anggur itu juga baru om tanam satu bulan yang lalu silvia. Emang nya om pernah pelit sama kamu apa ? Buktinya, setiap pohon mangga di depan rumah om berbuah, kamu yang datang panen berkarung karung loh. Apa kalo seperti itu termasuk dalam golongan pelit silvia ? "

__ADS_1


"O.. Oh oiya kah ? Silvia kan gak tau, jadi gitu deh.. Hah, pupuk yang kak Raisa pakai udah habis. Silvia ambil di gudang dulu yaah. " Kata silvia lari dari pembicaraan, karena pasti dia akan di ledek habis habisan oleh kaka resa dan raisa.


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...(Setelah berkebun)...


Tentu Surya, Resa, Raisa dan silvia langsung makan. Setelah bersih bersih badan tentu nya, kan tak mungkin mereka makan dengan tangan yang penuh tanah.


"Oia, Om surya, kak Resa sama kak Raisa tau gak kalo entar sore ada pameran desert di dekat sini ? " Tanya silvia memulai pembicaraan di tengah piring dan sendok yang berbunyi karena bersentuhan.


"Hem ? " Surya


"Iya kah ? "Resa tanya balik.


"Ah emang ada pameran desert di dekat sini, aku mengetahui nya dari teman lama kompleks. Aku di suruh kalo ada waktu untuk mampir, tapi dengan silvia yang sudah berkata seperti ini, seperti nya kira semua harus pergi deh. " Kata Raisa.


"Tuh kan, kalo kak Raisa itu pasti pengertian dan peka banget sama mau mau nya aku. Beda ni sama om surya dan kak resa. "


"Eh ? Aku kalo soal Raisa peka kok, soal kamu aja yang gak membutuhkan kepekaan.! " Jawan Resa.


"Loh kenapa kaya gitu kak res ? "


"Yaah karena gak penting lah ! " Jawab resa sambil mengangkat ke dua bahu nya.


"Aaaahhh, bikin kesel tau gak ? Gak mau tau, entar sore jam tiga, kita semua harus pergi ke pameran desert yang ada di dekat kompleks. Gak ada penolakan, kalo engga silvia bakal gantung diri di pohon TOMAT.! "


"Kalo om si gak keberatan. "


"Oke karena om surya gak keberatan, sekarang tinggal-"


"Maksud nya om itu, om sama sekali gak keberatan kalo kamu mau gantung diri di pohon TOMAT. Asalkan jangan di pohon tomat yang om tanam. "


"Pftt.... Puwahahahaha... Hahahaha... " Tawa Surya, Resa dan Raisa pun memenuhi ruangan. Hal itu membuat silvia bingung mau ikut tertawa atau merasa kesal.

__ADS_1


Sedangkan bi ira ? Bi ira sudah pulang ke rumah nya, karena tadi anak nya yang nomor dua sedang sakit perut karena ingin melahirkan.


Beruntungnya bi ira sudah selesai menyiapkan makan siang, sehingga Raisa dan yang lain nya tak perlu harus memasak lagi atau memesan makanan.


__ADS_2