Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 49.


__ADS_3

Dengan kepala yang masih pusing, raisa mengambil tas dan hp nya, lalu membangunkan bibi untuk pamit pulang. Karena raisa sudah membuat janji dengan resa, jadi tak mungkin jika resa harus datang menjemputnya dalam keadaan mabuk. Raisa tak mau hal itu terjadi.


"Sa... Kenapa udah mau pulang ? Tunggu beberapa jam lagi yaah ? Aku bakal bikin sup pereda mabuk. Di makan dulu baru pulang.. " Kata Dika yang ikut terbangun saat Raisa beberes barang tadi.


"Gak bisa Dika, soalnya aku udah janji sama Resa mau ke Galery hari ini jam tujuh. Lain kali aja yaah, " bujuk raisa sambil mengusap kepala dika yang masih di letakkan di atas meja.


"Terus surat cerai kamu gimana ? Aku udah abis buat loh "


"Nanti kamu bisa kasih waktu kita pergi ke acara reunian kampus, soalnya kamu pasti sibuk sama kerjaan kamu kan ? "


"Oh, Oke. " Jawab Dika dan menatap punggung Raisa.


"Semoga cepat nikah sama resa yaah sa.. " Lata dika yang seketika membekukan raisa di tempat.


Entah kenapa, ada sesuatu yang salah dengan diri nya karena mendengar perkataan dika.


"Kenapa sa ? Kepala kamu pusing karena mabuk yaah ? " Tanya dika yang kini ikut berdiri.


"Ah enggak. Bukan apa apa, BTW... Doain gue sama Resa yaah. " Kata raisa dengan senyum yang di paksa.


"Kalo itu aman aja sa. " Jawab dika sambil memberikan jempol nya pada raisa.


...๐Ÿš—...


...๐Ÿš—...


...๐Ÿš—...


...๐Ÿš—...


...(Di dalam mobil)...


Raisa mengemudi sendiri dalam keadaan sadar total, yaah walaupun kepala nya masih pusing karena alkohol, tapi itu tidak mengganggu nya sama sekali dalam mengemudi.


"Cepat nikah sama resa ? Heh, lalu setelah itu apa ? Mati dan membuat resa mendapat label duda, dan membuat dia terluka seumur hidup ? Membuat dia tak mau lagi membuka hati nya untuk siapa pun ? Heh, jangan bercanda... Aku tak mau egois seperti itu, aku tak mau... " Kata raisa sambil menjatuhkan beberapa air mata.


Karena tak mau pandangan nya buram karena ada air yang terus berlinang, raisa menyeka air mata nya dengan kasar dan memilih untuk hanya fokus pada mengemudi. Jangan pikirkan yang lain, cukup fokus pada mengemudi untuk saat ini.


...๐Ÿš—...


...๐Ÿš—...

__ADS_1


...๐Ÿš—...


...๐Ÿš—...


...๐Ÿš—...


...(Setelah tiba di rumah andre)...


Raisa yang kini berjalan sempoyongan, mulai memegang tembok sebagai tumpuan untuk tiba di kamar nya. Karena gelap, dan raisa juga malas menyalakan lampu. Saat sudah memegang gagang pintu, raisa pun masuk ke dalam kamar dan langsung berbaring di atas kasur, dan langsung terlelap dalam hitungan detik saja.


Karena itulah, Raisa tidak menyadari sama sekali kalau Andre sedang duduk di sofa ruang tengah. Duduk bukan karena tak bisa tidur atau apapun, tapi menunggu kedatangan Raisa.


"Dia minum alkohol ? Apakah perkataan mama tadi membuat dia sampai frustasi dan memilih untuk melampiaskan nya dengan alkohol ? " Kata andre percaya diri sekali, dan tidak mengetahui sama sekali bahwa Raisa sudah benar benar tidak peduli dengan tanggapan nya ataupun orang lain.


Dengan kata lain, perkataan ataupun tindakan mereka, tak akan pernah memengaruhi perasaan raisa sama sekali. Apalagi sampai frustasi ! Itu hanya berlaku bagi Raisa yang dulu, bukan yang sekarang.


...๐Ÿฐ...


...๐Ÿฐ...


...๐Ÿฐ...


...๐Ÿฐ...


...๐Ÿฐ...


Alarm Raisa pun berbunyi, sehingga mau tidak mau, raisa harus bangun dengan keadaan mata yang masih berat. Ingin rasa nya Raisa tidur sampai malam.


Setelah bangun, tanpa bekerja Raisa pun langsung mandi dan bersiap siap.


Pukul 06:49 Raisa telah selesai bersiap dan langsung keluar dari rumah dan lagi lagi tanpa pamit. Karena itu tak penting.


Karena Resa belum datang, Raisa memilih untuk berjalan kaki pelan pelan, sambil menikmati udara pagi yang belum tercemar oleh asap Kandal pot kendaraan dan lain nya.


Padahal Raisa baru berjalan lima menit, mobil resa sudah berhenti tepat di sebelah nya. Raisa pun langsung masuk dan sibuk memasang sabuk pengaman. Seelah selesai memasang sabuk, Raisa langsung mengangkat wajah nya, dan ke dua pipi nya langsung di pegang oleh Resa kuat kuat.


"Empth... Emm.. Hah... Hah... " Resa langsung mencium raisa, dan Raisa pun membalas sekaligus menikmati setiap sentuhan dari resa.


Tak lama kemudian, resa menghentikan ciuman nya karena kasihan melihat wajah raisa yang sudah memerah dan hampir kehabisan nafas.


"Hah... Hah.. Apakah kamu tidak bisa lebih lama lagi ? Sampai aku kehabisan nafas gitu ? " Protes raisa sambil mengatur nafas nya.

__ADS_1


"Hahaha, mau gimana lagi ? Aku gak bisa berhenti kalo udah memulai sa. " Jawab resa sambil menjulur kan lidah pada raisa.


"Bukan nya minta maaf, malah ngasih alasan. Dasar... " Kata Raisa.


"Oia, kamu minum alkohol yaah ? " Tanya resa.


"Kamu tau dari mana res ? " Tanya raisa.


"Soalnya waktu ciuman tadi, rasa alkohol nya masih pekat di mulut kamu. " Jawab resa tanpa beban.


"Iya kah ? Masa sih ? Padahal tadi aku udah sikat gigi, udah makan permen mint malah... Kok masih kerasa sih ? " Raisa panik.


"Gak tau, mungkin indra perasa aku yang terlalu tajam. Gak usah bahas itu lagi, sekarang kita cari hot pot dulu yaah, biar rasa mabuk kamu bisa sedikit hilang atau hilang total juga lebih baik. " Kata resa dan lanjut mengemudi.


Setelah sampai di restoran yang menyediakan hot pot, resa langsung memesan makanan untuk nya dan raisa. Setelah makanan sampai, resa dan raisa langsung memakan nya.


Singkat cerita, resa dan raisa sudah habis makan dan tiba di Galery Diamond tempat lukisan akan di lelang hari ini.


Banyak limosin dan mobil mobil sport yang terlihat sangat mahal dan hanya ada beberapa di negara ini, terparkir rapi dari gerbang depan sampai di batas yang telah di tentukan. Bahkan ada beberapa limosin dan mobil yang harus parkir di luar area Galery, karena tempat parkir masih penuh.


"Entah kenapa, seperti nya hari ini para sultan berdatangan deh. Beda banget dari lelang dua bulan lalu. " Kata raisa merasa kagum dengan pemandangan yang satu ini.


"Seharusnya kamu gak usah sekaget itu sa, kan tiap hari kamu udah hidup berdampingan sama sultan. " Jawab resa sambil memarkirkan mobil, dan turun sambil bergandeng tangan dengan raisa.


"Hah ? Hidup sama sultan ? Perasaan Andre gak kaya kaya amat deh, kok bisa sih kamu menganggap dia sultan ? " Tanya Raisa dengan wajah heran.


"Idiihh, yang bilang dia sultan juga siapa kali ? Orang yang aku maksud itu Aku. Resa Aditia, Putra pertama dari keluarga Aditia, yang udah membawa perusahaan Gold ke peringkat ke lima sedunia, dan mewakili seluruh Asia. Serta masuk dalam daftar calon Suami idaman nomor satu di setiap majalah wanita. " Jelas resa


"...... " Raisa pun terdiam seketika, dengan tatapan biasa saja.


" Gimana ? Masih meragukan kemampuan aku lagi ? " Tanya resa karena melihat reaksi raisa yang seakan kaget sampai sampai tak bisa berkata apa apa. Padahal bukan !


"Astaga, seperti nya niatan aku untuk nikah sama kamu di buang jauh jauh deh. Kamu kan udah masuk ke dalam majalah sebagai calon suami idaman nomor satu. Jadi aku pasti udah punya banyak saingan ! " Jawab Raisa dan langsung duduk di kursi yang telah di siapkan untuk nya.


"Eehh ??? Kok kamu malah fokus ke majalah itu sih ? Seharusnya kamu itu kagum sama aku sa. Dan lagi, banyak saingan apa nya kalo hati aku hanya untuk kamu sa ? Jadi sejak awal kamu udah gak punya saingan lagi ! " Jelas resa keringatan.


"Beneran ?? " Tanya Raisa menyipitkan ke dua mata nya.


"Iyaah... " Resa yang mulai kewalahan dalam menjelaskan.


"Oke kalo gitu, aku gak marah lagi sama kamu." Jawab Raisa dan langsung menampakkan senyum di wajah nya.

__ADS_1


"Syukurlah... Kedepannya aku harus menjaga setiap kata yang akan keluar. Bisa gawat kalau aku sampai menyinggung raisa, yang kalo marah tu seram banget (โ•ฅ๏นโ•ฅ). " Batin Resa sambil mengusap dada nya.


__ADS_2