
Dan setelah sampai di jendela, Raisa mulai menutup mata nya dan menikmati angin yang menerpa wajah dan tubuh nya, serta menghirup oksigen yang lebih segar dan yang di rindukan oleh diri nya.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
Resa yang merasa sangat capek tadi seketika langsung semangat dan tak ada niatan untuk tidur sama sekali.
Resa mengambil plester luka yang ada di laci sebelah kanan ranjang, dan memasangkan nya pada punggung tangan Raisa yang darah nya hanya keluar dari lubang kecil karena suntikan, itu pun tentu nya setelah Resa membersihkan bekas luka Raisa dengan alkohol.
"Nah.. Udah selesai, sekarang minum dulu air putih ! " Ucap Resa sambil menyodorkan segelas air berisi air putih. Pergerakan nya sangat gesit dari satu sisi ke sisi lain nya. Resa kali ini sedan berada di dalam mode hebat dan kuat, apalagi di depan ayang.
...*Glek... Glek... Glek.. * Raisa meneguk air dengan sangat cepat, agar segera memuaskan dahaga nya....
"Tambah Res.. " Pinta Raisa sambil menyodorkan gelas pada Resa. Namun karena baru saja sadar, tenaga Raisa seperti tersedot oleh sesuatu. Sehingga gelas kaca yang berada di genggaman nya melesat jatuh ke bawah.
Beruntung nya posisi Resa masih di samping Raisa, sehingga gelas itu tak jadi jatuh dan pecah, sehingga tak menyita perhatian para bodyguard yang berada di depan pintu.
Setelah menangkap gelas yang hampir jatuh dan pecah itu, Resa kembali menuangkan Air dari ceret tanpa memarahi Raisa karena ceroboh atau semacam nya.
__ADS_1
Setelah gelas penuh oleh air lagi, Resa duduk tepat di samping Raisa duduk bersandar di atas ranjang, lalu membuat Raisa minum air dengan Resa yang terus melayani dengan sangat tulus.
Setelah itu Resa menyimpan gelas, mencuci tangan nya dan kembali berjalan ke arah Raisa dan duduk di atas ranjang dengan jarak yang tidak terlalu dekat tapi tidak jauh.
Resa perlahan memetik buah anggur dari tangkai nya, dan menyuap Raisa.
"Aku tak bisa memanggil Noa saat ini Sa, jadi tangan Kamu gak bisa di pasang infus. Aku juga gak tau makanan apa yang cocok saat baru siuman, tapi yang Aku tau bahwa buah adalah makanan paling bagus untuk memenuhi kekurangan yang tubuh Mu rasakan. Setidak nya bertahan lah Selama sejam lebih ! " Ujar Resa yah kembali menyuapi anggur ke mulut Raisa.
"Hemm ? " Sambil mengunyah buah di mulut nya, Raisa merasa heran dan mengangkat satu alis nya.
"Kenapa Sa ? " Tanya Resa.
"Kenapa Kamu gak bisa ngasih tau Noa Res ? Atau dia lagi sibuk saat ini yaah, maka nya Kamu gak mau ganggu Dia ? Tapi, kok tumben kamu mikirin kesibukan Dia, bukan nya Kamu paling suka membuat Noa jengkel dan kesal ? Benarkan ? Kebiasaan kalian berdua saat SMA dulu itu selalu mengakhiri percakapan dengan perkelahian kan ? "
"Iyah itu memang kenyataan saat SMA dulu -"
"Hem ? Maka nya jangan menyela perkataan Ku bodoh ! " Ujar Resa sambil menjewer hidung Raisa dengan sangat lembut.
Raisa hanya mengembung kan pipi nya, Dia kesal karena Resa menyalahkan Dia padahal dia baru bangun. Seharusnya pasien yang baru sadar itu di manja kan ?
"Apaan sih ? Jangan bikin muka versi imut deh, Aku gak mau kehilangan kendali dan menyetubuhi Mu di saat Kamu sedang tidak Fit ! Paham ? " Cetus Resa tanpa memikirkan bahwa perkataan yang Dia keluarkan itu sangat Vulgar dan berhasil membuat Raisa si pasien bersemu merah wajah nya.
"Bagus yaah sekarang udah bisa diam. BTW, mana ada pasien yang bangun bangun udah cerewet aja sih ?! Nah, akan Aku lanjutkan. Aku tak bisa memanggil Noa atau bahkan keluarga Kita karena... AKU INGIN MEMONOPOLI MU SEORANG DIRI SAJA SELAMA SATU JAM INI ! " Jawab Resa dengan pede dan sangat percaya diri.
"Terserah Kamu deh Res ! " Respon Raisa dengan sambil menyipitkan mata nya, dan melahap buah pisang yang ada di tangan Resa.
..."....... "...
..."....... "...
__ADS_1
Hening... Tak ada percakapan antara ke dua nya. Hanya Raisa yang dengan lahap nya memakan buah, dan Resa yang terus menatap dan mengurus Raisa dengan senang hati.
* * *
"Sa.... " Panggil Resa akhirnya... Seperti sebuah pembicaraan awal di pertemuan pertama antara ke dua orang asing.
"Kenapa Res ?! "
"Bagaimana kondisi Mu ? Apakah perasaan Mu menjadi lebih baik saat makan buah dan setelah meminum dua gelas air ? "
"Em.. Setidak nya di sini tidak gelap ! Setidak nya di sini ada Kamu yang menemani Aku.. Res... " Perkataan Raisa terhenti, seperti nya ini pembicaraan yang sulit Raisa utarakan.
"Katakan saja Sa... Bahkan Kamu harus mengatakan apa yang ada di dalam isi kepala Mu ! Karena Aku tak akan seperti dulu lagi, yang akan mengijinkan Mu untuk menceritakan masalah Mu kalau Kamu udah siap ! Pokok nya sekarang kamu harus lebih terbuka sama Aku Sa ! " Tegas Resa dengan tatapan mata yang bersungguh sungguh, dia menggenggam tangan Raisa dengan penuh keyakinan dan hal itu membuat Raisa tersenyum dan sudah siap untuk berbicara.
"Aku bertemu Ibu ku ! " Ucap Raisa dengan raut muka yang sedikit bersedih.
"Lalu ? Apa yang di lakukan Tante pada diri Mu, yang membuat Kamu tampak sakit hati dan bersedih ? "
"Ibu menolak ku ! Ibu mendorong Ku dengan wajah nya yang terlihat sangat marah.. Aku pikir Ibu marah karena kesalahan Ku ! Ibu pasti marah karena Aku tak bisa menjaga barang yang dia tinggal kan untuk ku ! " Jelas Raisa dengan senyum kecut di wajah nya. Bahkan Nampak sangat jelas.
"Barang apa yang tante tinggal kan Sa ? Apakah ada barang lain yang di tinggal kan untuk Mu selain gitar biru itu ? "
"Kenapa Kamu berbicara seakan gitar Aku masih utuh sampai sekarang Res ? Bukan kah Kamu juga melihat dengan jelas di malam itu, malam sebelum Aku masuk rumah sakit.. Banyak sekali serpihan dari gitar biru yang di akibatkan oleh si bedebah sialan itu ! Jadi, Aku rasa Ibu tak berbicara dengan Ku karena hal ini... "
"Loh ?! Bukan kah kenyataan nya gitar Kamu masih utuh sampai saat ini Sa ? Gitar yang hancur di malam itu ? Bukan kah itu gitar milik Ku yang Andre hancur kan ?! Apakah Kamu salah paham akan sesuatu ? "
"Ya memang seperti itu Res- Eh bentar ! Tadi kamu bilang apa Res ? Gitar Aku masih utuh ? Yang hancur itu sebenar nya adalah gitar kamu ? Ja.. Jadi... Gitar Aku... " Mata Raisa terbelalak akan kenyataan yang Dia dengar setelah siuman ini. Apakah ini sungguhan ?
"Yaah.. Di malam itu Aku yang membawa pulang gitar Mu Sa ! Karena Aku takut Kamu terlalu bersenang senang dan kehilangan Gitar peninggalan dari Ibu Mu. Aku bahkan pergi ke Apartemen / Studio lukis Mu untuk menyimpan gitar di lemari yang hanya bisa terbuka oleh sidik jari Milik Ku dan Milik Mu , sebelum Aku pergi ke rumah sakit untuk jagain Silvia ! "
__ADS_1