
"JANGAN LARI DARI PEMBICARAAN DASAR PENGECUT ! "
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
Andre yang dari bawaan lahir tak pernah mau kalah apalagi mengalah terus mengeluarkan kata demi kata dan umpatan kasar untuk Resa ! Sedangkan Resa yang saat ini sedang kesal dengan pikiran yang sudah seperti kapal pecah tak mau menahan diri lagi. Sudah cukup selama ini dia tetap diam dan mengalah, mengikuti kemauan Raisa yang tak mau Resa mencampuri hubungan suami istri antara dia dan Andre yang selama ini tak pernah menganggap Raisa Ada.
Andre dan Resa terus melayangkan pukulan dan bahasa kasar dari kedua belah pihak terus terlontar sampai...
"JIKA KALIAN BERDUA INGIN BERGULAT, JANGAN DI SINI. DOKTER DONI MEMERLUKAN WAKTU DAN SUASANA HENING UNTUK KONSENTRASI ! KALIAN BERDUA... PEEERRRGIIIII KEEE LUUUUAAARRRR !!!! "
Sen yang sedari tadi sedang berusaha fokus akhirnya berteriak dan menyeret Resa dan Andre keluar ruangan pasien. Sungguh mengganggu, dan perdebatan mulut antara Resa dan Andre membuat darah Sen seakan mendidih, karena Andre terus lari dari satu pembicaraan jika diri nya sudah terpojok oleh kenyataan yang Resa jabarkan satu per satu.
Saat sudah berada di luar, tatapan dari orang orang yang care tentang keadaan Raisa mengarahkan pandangan mata ke arah Resa. Mereka seperti meminta penjelasan akan apa yang terjadi dan kenapa Resa dan Andre malah baku tumbuk di dalam.
Resa tak merespon tatapan mata yang mengarah ke arah nya, Resa justru menatap tajam ke arah Andre dan mengirim pesan singkat ke seseorang. Selang beberapa menit kemudian, para security datang dan menyeret Andre ke luar rumah sakit.
__ADS_1
"MAU... MAU APA KALIAN ?? LEPASKAN... LEPASKAN TANGAN KU ! " Teriak Andre yang berusaha lepas dari dua cengkraman dua orang security, yang memiliki otot tubuh dua kali lebih kuat dan lebih besar dari Andre. Sehingga Andre kewalahan dan benar benar tak berkutik.
"Silahkan ikuti kami Tuan. Kehadiran Anda sedari tadi terus mengganggu ketentraman Rumah Sakit. Dan anda harus di seret seperti ini, karena seperti nya Anda tidak memiliki niat untuk beranjak dari sini.. " Cetus salah satu security yang memegang tangan Andre.
"💢💢💢💢💢" Andre mulai emosi, walaupun sejati nya sedari tadi dia sudah emosi.
"KALIAN... KALIAN INGIN BERURUSAN DENGAN KU ? KETURUNAN DARI KELUARGA PURNAMA ? AKU PASTIKAN, KALIAN BERDUA AKAN KEHILANGAN PEKERJAAN KALIAN HARI INI, DAN AKAN HIDUP DI PINGGIR JALAN !!! "
"Keluarga purnama ?" Tanya salah satu security lain nya.
"YAAH KELUARGA PURNAMA ! APAKAH SEKARANG KALIAN SUDAH SADAR ? KALIAN SUDAH TAU BAHWA PASTI KALIAN AKAN MENYESAL JIKA BERURUSAN DENGAN KU ! MAKA LEPASKAN TANGAN KU SEKARANG, DAN AKU AKAN - "
"Memangnya kenapa dengan keluarga purnama ? Tak ada apa apa nya ! " Dengan tatapan dingin, kedua security itu menatap remeh ke arah Andre.
"TAK ADA APA APA NYA ?? APA MAKSUD KALIAN BERDUA HAAAH ?? " Karena nama keluarga nya seperti tak ada arti apapun di hadapan dua orang yang berprofesi sebagai security membuat Andre seperti kebakaran jenggot. Sehingga Andre pun bertanya untuk memastikan bahwa pendengaran nya tak salah, sehingga dia pantas untuk memberi pelajaran berarti buat ke dua orang Security itu.
"APA ?? TIDAK MUNGKIN ! SEJAK 30 MENIT YANG LALU RESA SEDANG BERADA BERSAMA RAISA ! TAK MUNGKIN DIA DAPAT MEMBERIKAN PERLINDUNGAN UNTUK RUMAH SAKIT INI, DI SAAT DIA SENDIRI SAJA SEDANG KEWALAHAN UNTUK MELINDUNGI RAISA ! "
"Terserah apapun pikiran dan perkataan anda Tuan Purnama ! Sekarang biarkan kami dapat menyeret mu dengan tenang. "
"APA ? BAGAIMANA MUNGKIN ? SIAPA YANG SEENAKNYA MEMBERIKAN PERLINDUNGAN UNTUK RUMAH SAKIT INI ATAS NAMA KELUARGA ADITYA ? APAKAH INI PENIPUAN ? PADAHAL AKU BELUM MEMBERIKAN PELAJARAN UNTUK DOKTER DONI, SI TUA BANGKA ITU ! " Batin Andre dengan emosi yang menggebu.
"Apakah kau lupa akan kehadiran ku bocah tengil ? Aku adalah Risa Aditya, Ayah dari Resa Aditya yang saat ini menjadi saingan mu. Kau pikir aku tak punya kuasa untuk melindungi rumah sakit ini ? Sudah aku duga, kamu memiliki niat jahat kepada dokter Doni. Sehingga Aku mengambil langkah awal untuk melindungi nya, bukan kah orang yang punya koneksi, kuasa, kekayaan yang berlimpah, harus menggunakan uang mereka di situasi yang seperti ini ?! Bukan seperti diri mu, yang bahkan ikut bahagia saat Wanita bernama Fitri itu hamil karena benih orang lain.... Aisshh, kasihan nasip mu ! Padahal selama ini kehidupan Fitri kau buat dengan penuh kemewahan... " Risa pun mengomentari Andre dengan tatapan nya yang tak terpencar rasa belas kasihan sedikit pun.
Wajah dan umur yang sudah tidak muda lagi mrmbuat Risa memberikan tekanan wibawa yang dapat membuat Andre seperti sedang berhadapan dengan kekek nya
"Tunggu apa lagi ? Seret dia dari sini ! " Perintah Resa pada Dua security.
__ADS_1
"Baik Tuan ! " Jawab ke dua Security dengan sangat kompak.
Setelah itu Andre terus meronta, dia menolak untuk di seret. Namun perlawanan nya yang di hadapkan dengan dua orang berbadan kekar, terbilang percuma dan sia sia.
Setelah si biang masalah tak berada di koridor lagi, akhirnya suasana hening di dapati kembali.
"Resa... Gimana keadaan Raisa ? " Tanya Risa yang saat ini masih melihat Resa menggenggam tangan nya kuat kuat.
"..... " Saat di tanya Resa hanya bisa diam seribu bahasa. Dia menatap Ayah nya Risa dengan Netra yang mulai bergetar dan akhirnya buliran bening pun mulai membasahi pipi nya.
"Raisa... Uugg.. Raisa... Maaf Om Surya, Ayah Ibu dan semua nya... Raisa... Raisa sudah - "
...*BRAAKK...!!! * Pintu pasien di buka secara kasar oleh Dokter Doni, dan hal itu menyita perhatian semua orang dan tak terkecuali Resa yang perkataan nya terpotong....
"Tak ada yang mati atau pergi saat ini ! Aku bersumpah atas nama Ku sendiri ! Tak ada yang perlu khawatir ! Terlebih khusus nya kamu Nak Andre ! "
Perkataan Dokter Doni berhasil membuat semua orang yang sudah terduduk lemas dan bahkan para wanita yang sudah mulai menangis, karena melihat gerak gerik Resa, nampak jelas bahwa Raisa sudah tak ada lagi saat ini. Resa yang sudah menangis menatap sendu ke arah Doker Doni, seakan meminta penjelasan.
"Nak Resa, memang tadi layar monitor menampakkan garis lurus karena detak jantung yang berhenti. Namun jantung Nak Raisa kembali berdetak saat saya menggunakan alat pacu jantung. Nyawa Nak Raisa sekarang sudah terselamatkan.. "
"Syukurlah... " Ucap Surya, Risa, dan Selvi sambil mengelus dada mereka.
Sedangkan Silvia, Dika, dan Erna langsung berpelukan dan melepaskan tangis lega mereka. Setidaknya mereka belum kehilangan Raisa saat ini ataupun saat yang akan datang.
"Tapi... " Dokter Doni menggantung perkataan nya, tampak dia sedikit ragu menyampaikan kabar lain.
..."TAPI ?? " Tanya Risa, Surya, Selvi, Resa, dan tiga gadis lain nya. ...
__ADS_1
"Seperti nya karena sel kanker yang ada di otak nya, membuat Nak Raisa kesulitan berjuang agar tetap sadar. Sehingga, untuk waktu yang tak bisa di perkirakan... Nak Raisa akan mengalami Koma atau tidur yang panjang.. "