Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 59.


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari Lisa, walaupun belum selesai menjelaskan Lisa sudah menangis, Resa langsung meninggalkan Rumah sakit sambil menggenggam erat tangan nya.


Menaiki mobil dalam keadaan emosi, resa terus menginjak pedal gas tanpa tau ke mana tujuan nya. Dan alhasil, Resa pun tiba di taman kota yang berada 3 KM dari rumah sakit.


Waktu sudah larut malam, Resa masuk ke taman dengan meloncat dari pagar. Bunyi air mancur menghiasi suasana hening taman kota, angin yang berhembus pun menggerakkan ujung ujung pepohonan.


Resa menghirup dan melepaskan nafas nya dalam dalam, lalu...


"AAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH...... "


Suara teriakan Resa melengking di malam itu, Resa tak peduli teriakan nya ini mengganggu penduduk sekitar atau tidak. Dia sudah tak mau memperdulikan orang lain lagi, karena satu satu nya orang yang ingin dia pedulikan saat ini sedang terbaring lemah di RS, dan Resa tak bisa berbuat apa apa !


"Permisi, siapa di sana ? " Satpam yang sedang patroli dengan satu kawan nya pun melontarkan pertanyaan tersebut sambil memegang senter di tangan masing masing.


Resa yang mendengar pertanyaan itu langsung bersembunyi, entah apa yang membuat nya ingin bersembunyi. Yang jelas, saat ini wajah Resa sedang sembab karena baru selesai menangis.


"Wah, Bro... Kaya nya gak ada siapa siapa deh. " Ujar salah satu satpam karena tak melihat apa apa.


"Dengar dengar di taman ini juga sangat angker Bro, jangan jangan tadi hantu ? "


"Hahaha... Lelucon macam apa itu.? "

__ADS_1


"Kalo begitu, selamat tinggal ! "


"Anjirrr.. Kalo mau lari kasih kode dong..! "


Ke dua satpam itu pun langsung lari terbirit birit, Resa pun langsung terduduk di samping tempat air mancur, dan mengeringkan wajah nya yang terdapat basah di beberapa tempat karena menangis beberapa saat tadi.


Saat Resa baru saja menyenderkan kepala nya, hp nya langsung berdering, dan itu adalah panggilan masuk dari Lisa. Tanpa pikir panjang, Resa langsung mengangkat nya karena berpikir mungkin ada yang terjadi dengan Raisa


"Ada apa ? " Resa pun langsung bertanya ke inti nya, karena saat ini tak mungkin Lisa menghubungi nya hanya untuk menanyakan kabar atau sebagainya.


"Resa.. Ini tentang Raisa.. Tadi aku tak sempat memberitahu, karena sudah menangis duluan. Maaf... " Jelas Lisa dari seberang sana.


"Saat aku mengganti baju Raisa agar sama dengan pasien lain dan karena memang sudah menjadi kebiasaan Rumah Sakit, terdapat banyak luka memar di sekujur tubuh nya. Entah itu di belakang, di bahu, tangan, pundak, hampir semua nya berwarna kebiruan Res. Dan lagi ini bukan luka memar yang di dapat dari kemarin kemarin, tapi luka memar ini masih segar. Dengan kata lain... " Lisa menggantung perkataan nya, berharap Resa sudah langsung paham.


"Raisa baru saja mendapat luka memar itu kan ? Kalo menurut waktu nya, sudah pasti luka memar itu bukan dia dapat di Rumah Andre. Terima kasih atas info nya lisa, untuk seterusnya kamu fokus jaga Raisa aja yaah. Sisa nya biarkan aku yang mengurus nya ! " Kata Resa memberi jalan keluar dan sudah menjadi kewajiban nya unyuk urusan berat seperti ini.


"Yaah, aku percayakan hal ini pada mu ! Soal Raisa, percayakan saja pada ku ! " Lisa pun langsung mematikan telepon nya dan lanjut memeriksakan keadaan Raisa. Sedangkan Resa langsung menghubungi Andro asisten dan tangan kanan nya.


"Drrtt.... Drttt... "


"Andro, cari tahu siapa yang sudah memukul Raisa tadi ! Rentang waktu nya saat dia pulang dari acara reunian Kampus, periksa semua nya. Pelaku nya, dalang dari semua ini, dan apa motif nya. Periksa semua latar belakang nya, cari tahu semua rahasia nya sampai ke akar akar ! Jangan sisakan satu pun, kamu mengerti maksud ku kan ? " Perintah Resa panjang kali lebar, dan langsung to the point. Tak ingin bertele tele, karena Andro pasti langsung paham dengan yang Resa katakan.

__ADS_1


Panggilan nya dengan Andro pun langsung berakhir, dan Resa langsung menghubungi Papa Mama nya yang berada di paris, untuk segera pulang ke Indonesia.


Karena kondisi Raisa saat ini bukan cuma memerlukan doa, tetapi banyak pikiran untuk mencapai jalan keluar yang akurat.


Resa juga menghubungi kawan lama nya yang berada di Belanda, yang juga seorang Dokter muda Jenius yang berada di Belanda karena banyak nya alat alat kesehatan berteknologi tinggi dan baru yang harus di uji coba dan di kaji lagi apakah berbahaya atau tidak pada kesehatan manusia jika di gunakan.


Tentu saja Resa tak menanyakan teman nya tentang alat yang dapat langsung menyembuhkan kanker otak, tapi Resa meminta nya untuk memberikan saran apa yang harus di lakukan saat ini. Karena Resa tak tau menau tentang bidang kesehatan sama sekali.


"Drrrtt.. Drrtt. "


"Yoooo siapa yang menghubungi ku ini ? Bukan kah ini teman lama ku ? " Sapa seseorang dengan nada girang dari negara yang berbeda.


"Aku tak punya waktu untuk bercanda ria dengan nya mu saat ini Noa ! Aku memerlukan bantuan mu ! " Resa langsung menghentikan pemikiran Noa yang pasti berpikir Resa menghubungi nya untuk bersenang senang atau 'Party'.


"Katakan, karena dengan kamu yang menghubungi ku dengan selarut ini apalagi dengan biaya yang tidak sedikit, pasti ini situasi darurat bukan ? " Noa pun langsung paham dengan ritme perkataan yang akan terjadi selanjut nya, sehingga memilih untuk berbicara serius dan mengubah nada bicara nya.


Resa tanpa bertele tele, langsung menjelaskan semua pada Noa tanpa tertinggal sedikit pun ! Tentang Raisa yang sudah hidup 9 tahun tanpa ginjal yang lengkap, tentang Raisa yang terus bekerja seperti pembantu di rumah Andre, dan tentang Raisa yang terkena Kanker otak stadium akhir saat ini. Semua nya di jelaskan Resa, agar Noa yang saat ini berada di Belanda dapat memikirkan sesuatu yang berguna.


"Kamu sangat payah Res. Aku kira kamu dapat menjaga Raisa dengan baik di sana. Tapi apa ini ? Aku mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan sama sekali di malam ini ! Tau begini aku tetap di sana dan menjaga sambil berusaha mendapatkan Raisa lagi. Kamu lebih tau tentang perasaan ku ke Raisa kan Res ? "


Bukan nya memberi masukan atau saran yang dapat membantu, justru Noa pun meluapkan semua kekesalan nya. Karena Noa dulu sempat menyukai Raisa, tapi karena sahabat terbaik nya Resa juga menyukai Raisa, dan pengorbanan nya pada Raisa lebih banyak dan lebih tulus, Noa dengan sifat dewasa nya memilih mengalah dan mempercayakan Raisa pada Resa untuk ke depan nya !

__ADS_1


__ADS_2