Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 50.


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit, pelelangan pun di mulai. Dengan di hadiri oleh 100 orang orang berduit, dan tampak sekali bahwa dari masing masing orang sudah menyiapkan uang untuk hal ini.


"Terimakasih untuk para hadirin yang sudah datang untuk hari ini, seperti biasa nya pelukis favorit kita dengan nama samaran SARA telah menyelesaikan lukisan nya di akhir bulan. Apakah ada yang bisa menebak berapa jumlah lukisan yang akan di lelang hari ini ? " Tanya seorang wanita dengan pakaian rapi, dan bertugas memimpin jalan nya lelang lukisan dari awal sampai akhir.


Setelah di tanya, suara bising pun memenuhi galery itu. Karena banyak yang mulai memperkirakan jumlah lukisan, seperti yang di tanyakan lagi.


"Oke baik karena semangat dari para hadirin, akan saya beri tahu jumlah lukisan hari ini. Total nya ada lima... " Kata sang pembawa acara lelang.


Semua orang langsung bersiul kegirangan, dan memberikan respon yang cukup baik. Karena dari sepanjang lelang, biasanya paling banyak dua lukisan saja.


Setelah itu kelima lukisan Raisa langsung di bawa ke panggung, dan di bukalah kain sutra yang menutup kanvas yang telah di warnai itu.


Saat melihat lima lukisan Raisa, semua hadirin langsung bangun dari tempat duduk mereka dan memberikan tepuk tangan sekeras mungkin, semeriah mungkin, dengan pujian yang terdengar seperti dengungan lebah di langit langit ruangan.


Ke lima lukisan raisa berhasil memikat mata para hadirin, sehingga perebutan pun terjadi. Dari harga yang di patok kan, sampai harga yang tak di perkirakan sebelum nya terdengar dari mulut calon pembeli.


Dari banyak nya harga tinggi, sudah pasti menemui akhir dan masing masing lukisan pun telah memiliki tuan yang baru. Kelima lukisan raisa pun berhasil di lelang pada lima orang yang berbeda.


Sedangkan jumlah uang yang masuk ke rekening Raisa sebesar 3M. Benar benar harga yang melebihi ekspektasi Raisa. Karena raisa hanya berharap lima lukisan nya ini menghasilkan 1M, agar dapat menggenapi jumlah tabungan nya saat ini.


Tapi siapa sangka bahwa Raisa seakan mendapat bonus yang tak pernah dia bayangkan ! Jadi jika di hitung, jumlah tabungan raisa saat ini adalah 12 M. Rencana awal nya hanya perlu mencapai 10 M, tetapi lebih 2M juga bukan masalah bukan ?


...๐Ÿ™‚...


...๐Ÿ™‚...


...๐Ÿ™‚...


...๐Ÿ™‚...


...๐Ÿ™‚...


...(Sehabis lelang, di luar ruangan. )...


Karena Raisa telah selesai bercengkrama dengan penanggung jawab Galery, Raisa pun menghampiri resa yang sedang berdiri menunggu nya di samping mobil.


"Reeesaaa... " Teriak raisa dan langsung memeluk resa dengan sangat lama.


"Sa.. Ini udah lima menit loh, mau sampai kapan kamu peluk aku sih ? " Tanya resa sambil mengusap rambut Raisa, padahal dia sendiri juga menikmati pelukan dari raisa.

__ADS_1


"Lima menit lagi, " jawab raisa lanjut mengusap wajah nya berkali kali di dada resa yang bidang.


"Mulai lagi deh, kamu mau siksa aku lagi apa gimana sa ? " Keluh resa sambil menahan sekuat tenaga, agar adik kecil nya di bawah sana tidak berdiri atau tegang.


"Kamu ganti parfum ya res ? Aku gak suka wangi parfum yang kamu pakai ini, gati ke parfum sebelum nya aja yaah. " Kata raisa tidak menggubris sedikitpun keluh kesah resa tadi.


"Apa ? Kamu kok tau aku ganti parfum ? "


"Nggg... " Jawab raisa.


"Oke.. Oke... Bakal aku ganti ke parfum sebelum nya, biar kamu gak perlu protes lagi setiap meluk aku. " Kata resa sambil tersenyum bahagia.


"Iya." Jawab Raisa dan melepaskan pelukan nya.


"Sekarang kita jemput silvia dari sekolah yuk, aku mau traktir dia, soalnya pendapatan aku hari ini di luar perkiraan res. "


"Oke oke. Kalo gitu sekarang kita duduk di belakang oke ? " Kata resa sambil membuka pintu mobil bagian belakang.


"Kok di belakang sih res ? Kalo kamu juga ikutan duduk sama aku, yang bawa mobil nya siapa ? " Protes raisa.


"Tentu saja aku yang mengemudi Raisa. " Jawab seseorang dari kursi mengemudi.


"Andro !!!! " Teriak Raisa karena tak menyangka dapat bertemu lagi dengan sahabat sekaligus sekretaris resa.


"Sejak kapan kamu duduk di sana ? Kok aku gak tau ? " Tanya raisa.


"Ya kamu mau tau dari mana sa, orang kamu aja lagi meluk resa hampir 10 menit lama nya. Aku aja yang duduk nungguin kalian berdua sampai lumutan. " Jawab Andro sengaja.


"Eh ? Em... Ma.. Maaf, siapa juga yang nyuruh kamu buat lihat ! Gak ada kan ?! " Jawab raisa sambil menatap ke luar jendela dengan pipi yang sedikit merona.


Resa dan Andro hanya menertawakan Raisa, karena reaksi raisa seakan membenarkan semua nya, bahwa dia juga punya perasaan pada resa.


...๐Ÿš—...


...๐Ÿš—...


...๐Ÿš—...


...๐Ÿš—...

__ADS_1


...(Di depan pagar sekolah)...


"Sampai kapan sih baru mereka keluar, kok lama banget ! " Keluh resa padahal baru menunggu selama 10 menit.


"Ih padahal baru beberapa menit. Dasar tukang protes. " Tegur raisa karena resa itu akan sangat menyebalkan jika berhadapan dengan situasi menunggu.


"Yaah kan - "


"Ah itu silvia, " kata raisa dan langsung membuka pintu mobil, sehingga perkataan resa jelas terpotong.


"Astaga, seperti nya ada yang akan menjadi suami paling beruntung deh. " Kata andro memberikan ucapan selama t terlebih dahulu.


"Apa ? Tentu saja itu hal yang sudah jelas dari awal bukan ? " Jawab resa dengan kuping yang memerah.


"Seperti nya sedikit lagi saya akan di sibukkan dengan mengurus pernak pernik pernikahan anda. "


"Belum tentu dro. " Jawab resa menatap kearah raisa dan silvia yang sedang berpelukan dan menjadi pusat perhatian.


"Apa nya yang belum tentu res ? "


"Raisa belum bercerai dengan andre, dan seperti nya masih memerlukan waktu lama sampai raisa sendiri yang menceraikan nya. "


"Ah.. Karena melihat kalian berdua berpelukan tadi, aku jadi lupa bahwa raisa sudah menikah. Tapi bukan kah kamu tak akan menyerah menunggu raisa ? "


"Tentu saja tak akan dro. Karena mau di buat seperti apapun, hanya raisa yang boleh mendampingi ku menghabiskan sisa umur nanti...! " Jawab resa.


"Oke.. Oke.. Aku tak akan berkomentar apapun lagi pada orang yang sudah sangat bucin ini,"


"Sebaik nya kita hentikan pembicaraan ini dro, mereka sudah datang. "


"Yaah, aku tak buta res. Aku juga bisa melihat nya. "


Setelah itu silvia pun duduk di depan, karena Raisa sendiri yang membukakan pintu untuk nya. Sehingga dia tidak bisa menolak atau pun protes.


"Kita mau kemana ni ? " Tanya silvia.


"Karena Rumah aku ada di dekat sini, mending kita ke sana dulu deh. " Kata resa.


"Loh, bukan nya kita mau pergi makan makan yaah ? " Tanya silvia.

__ADS_1


"Ah, jadi kamu mau di usir dari restoran, karena masih memakai seragam sekolah ? " Tanya Resa.


"Ah enggak enggak. Kan silvia gak sadar kalo masih pakai seragam ! Hehehe, " jawab silvia.


__ADS_2