
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit kemudian, resa menghentikan mobil di pinggir jalan yang terdapat banyak sekali pedagang kaki lima yang sedang sibuk melayani pelanggan.
Resa turun duluan dan membukakan pintu untuk raisa, dan berjalan sambil bergandeng tangan sambil mencari bangku yang kosong. Dan kebetulan ada satu pasangan yang baru saja selesai makan dan beranjak dari tempat duduk itu, maka resa dan raisa dengan gesit langsung duduk di tempat duduk yang baru kosong itu.
Dan lagi, sepanjang perjalan resa dan raisa ke bangku duduk, semua perhatian teralihkan ke arah mereka. Para wanita menatap resa karena pesona nya, para pria juga menatap raisa karena kecantikan dan keanggunan yang terpancar dari raisa.
"Apa aku sewa saja satu restoran sa ? Lihat lah para pria yang ada di sekitar sini, mereka semua menatap mu dengan tatapan yang aku tak suka. Jangan kan pria, wanita aja ada yang menatap kamu sampai melongo. Haisss, resiko punya pacar yang kecantikan udah kelewatan kaya kamu. " Keluh resa sambil menongkat dagu nya dengan satu tangan.
"Mas.. Nasi uduk nya dua, yang ekstra pedas yaah. Sama air putih dua gelas. " Kata raisa memesan pada mas penjual nasi uduk, dan menomor dua kan menjawab resa yang saat ini lagi kesal dengan situasi.
"Kamu gak usah kaget kaya gitu dong res, aku bukan nya gak mau jawab kamu tadi. Tapi kasian mas penjual nasi uduk nya udah nunggu kita mau pesan apa dari tadi. Masa iya aku jawab kamu duluan, terus baru mesan makanan. Kan makin lama dong " Bujuk raisa.
"Huhhh... " Resa pun mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Eheeiii, jangan marah dong. Kan lagi malam minggu, jadi wajar kalo rame kaya gini. Sekalipun banyak yang terpesona sama aku, kan aku hanya terpesona sama kamu res. Masa gini aja kamu gak tau... "
"Yakin ? " tanya resa masih manyun.
"Yakin lah... " Jawab raisa mengusap usap punggung tangan resa yang ada di atas meja.
"Aku gak marah lagi, kamu terlalu cantik untuk aku cuekin sih. " Jawab resa dan kembali menatap raisa dengan senyum sumringah.
"Kalo gitu kamu tunggu bentar di sini yaah, aku mau pesan sate yang ada di samping gerobak telur gulung. Jarak nya hanya 30 meter dari sini, kamu gak keberatan kan ? " tanya raisa.
"Biar aku aja sa. "
"Jangan dong, kalo kamu pesan nya gak, sesuai selera aku kan bahaya. Bisa perang dunia ke tiga kita. " Kata raisa dan langsung beranjak ke arah tujuan nya tadi, memesan sate.
Resa terus duduk dan menjaga bangku milik raisa agar tidak di duduki orang, dan menjaga tas, hp, dan barang barang penting yang raisa tinggalkan selain dompet.
.... ...
.... ...
__ADS_1
.... ...
"Nanti kalo sate nya udah jadi, tolong di antar ke sana yah mas.. " Kata raisa sambil menunjuk ke bangku nya tadi, setelah selesai memberitahukan pesanan nya.
"Iya non, tenang aja. "Jawab mas itu dengan senyum ramah nya
Setelah itu raisa pamit dan langsung berbalik ingin kembali ke bangku duduk nya, tapi apa boleh buat.. Saat raisa melihat bangku nya, ternyata telah di duduki oleh seorang wanita berambut pendek, yang sedang mengobrol akrap dengan resa.
Raisa mengerutkan dahi nya, dan berjalan cepat ke bangku yang di tempati oleh resa dan wanita berambut pendek.
"Dia siapa ? " tanya raisa to the point, dengan tampang nya yang tidak tersenyum sedikit pun.
"Raisa... Dia-"
"Ah halo, nama saya ketlin. Kamu adik nya resa yaah ? Cantik banget.. " Kata ketlin memperkenalkan diri nya sendiri, padahal resa yang ingin menjelaskan.
"Bukan lo yang gue tanya, jadi gak usah jawab." Kata raisa sinis, dan menatap tajam ke arah resa.
"Sa... Dia cuma salah satu sekretaris di kantor aku kok, bukan siapa siapa yang penting. Jangan salah paham dulu dong. " Jawab resa kelabakan.
"Em, apa saya melakukan kesalahan bos ? " tanya ketlin sok polos, dan memegang tangan resa.
"Lepas... " Kata resa sambil menghempaskan tangan ketlin dengan kuat, dan dahi yang mulai di kerut kan.
"He cewek goblok. ! Lo tau gak kalo resa itu pacar gue ? Hem ?? Pura pura jadi polos terus katain gue adik nya resa segala lagi... Lo pikir bakal mempan apa ? " Kata raisa mulai mempertajam kata kata nya, tapi tetap tidak berteriak. Karena saat ini sedang ramai.
"Kamu kan hanya pacar nya bos resa, belum tentu jadi istri juga kali. Ga usah berperilaku kaya udah menang tau gak ? Karena bola juga tetap bisa masuk ke dalam gawang, meskipun di jaga kiper yang udah profesional. " Kata ketlin sambil memainkan rambut nya.
"Hah.... Jaman sekarang cewek kaya lo masih ada yaah, " kata raisa dengan nada menghina nya.
"...... " Ketlin hanya diam dan menampakan senyum di wajah nya .
"Res... Kalo kamu sayang sama aku, pecat cewek lonT ini sekarang juga.! Karena mau sehebat apapun skill nya di kantor kamu, dia bakal gunain segala macam cara buat dapetin kamu. Dan aku gak suka itu. " Kata raisa sambil memijat kening nya yang pusing, tanpa melihat resa.
__ADS_1
"Heh, kamu pikir bos bakal lakuin hal yang Lo minta gitu ? Walaupun aku bary bekerja selama enam bulan di kantor, dan kinerja aku belum terlalu bagus, bos resa juga gak bakal mecat aku. Karena bos resa itu bos yang terkenal paling ramah di kantor. " Kata ketlin sambil memainkan kuku tangan nya.
".......... " Raisa hanya diam berusaha mengontrol emosi nya, karena tak mau membuat keributan.
"Halo Andro, pecat sekretaris yang baru bekerja selama enam bulan di perusahaan ku ."Kata resa pada andro, tangan kanan dan juga sekretaris utama di kantor.
"Em, maaf resa. Nama sekretaris baru itu siapa ? Karena menurut data yang kulihat, perusahaan menerima lima sekretaris baru enam bulan yang lalu. " Jawab andro yang telah melihat dokumen.
"Ah, nama nya kalo tidak salah ketlin. Dan juga tak usah beri dia gaji terkahir, langsung pecat saja. "Kata resa dengan nada serius.
"Eh, emang nya alasan kamu mecat dia karena apa resa ? " tanya andro santai, karena andro juga salah satu sahabat dekat resa setelah raisa.
"Dia udah cari masalah sama raisa, di tambah dia bikin raisa emosi sampai sampai raisa memijat kening nya. " Jawab resa dan langsung menutup telepon.
*Hah.... Yang benar saja ada wanita yang berani menyinggung raisa ? Aisss, kasihan sekali nasib nya, apa dia tak tau bahwa resa sudah bucin akut pada raisa ? * Kata andro dari seberang sana.
Setelah itu, SMS pun masuk ke hp ketlin. Ketlin hanya bisa mengaga melihat pesan masuk dari andro itu, dan berlari menjauh dari meja raisa dan resa dengan rasa jengkel dan sambil menangis.
"Hahaha... Mampus... Dia kira dia siapa, berani berani nya deketin resa. " Kata raisa sambil melihat ketlin yang lari itu dengan smirk.
"Kamu gak marah lagi sa ? "
"Enggak lagi kok, dia kan udah di pecat. Dan hal itu membuat mood ku membaik. " Jawab raisa.
"Kamu gak marah sama aku ?? Yakin ?? "
"Yakin lah.. Masa iya aku marah sama cowok yang usah sayang dan cinta sama aku dari SD sih ? Dan lagi, kamu itu gak mungkin selingkuh dari aku res... Karena kalo sifat kamu kayak gitu, kamu udah ninggalin aku dan hidup bahagia sama cewek lain dari dulu. " Jawab raisa sambil menampakkan senyum di akhir perkataan nya.
"Hahhh... Kamu tau sa ? Kalo kita gak ada di tempat yang ramai saat ini, aku udah nyium kamu tau gak ? " kata resa.
"Nasi uduk nya udah jadi... " Kata mas penjual nasi uduk sambil meletakkan dua piring pesanan raisa tadi, lalu mengambil dua air putih dan juga di letakan di samping piring.
"Makasih loh mas " Kata resa dan raisa bersamaan.
__ADS_1
Dan saat yang sama, penjual sate juga mengantarkan pesanan raisa yang sudah jadi.
Setelah itu, resa dan raisa langsung memakan makanan mereka, sambil ber *Hah... Sshhh.. Haa* karena kepedesan, tapi tetap di makan karena enak.