
Apakah terpaksa ? Atau karena unsur lain ? Unsur bahwa Raisa benar benar tulus mencintai nya ! Tapi, Resa takut memikirkan hal itu karena jika kenyataan nya berbeda sedikit saja, yang akan terluka di sini adalah Resa. Bukan orang lain, tapi Resa Aditya.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
Dengan berat dan ringan hati yang bercampur menjadi satu, Resa membuka buku Diary milik Raisa Itu.
_________________________________________
__ADS_1
...[POV RAISA]...
Hai Res, Diary ini Aku tulis waktu tau kalau Aku mengidap kanker otak stadium empat.
Kekanak kanakan emang, tapi Aku yakin nanti penjelasan yang sangat terperinci itu ada di buku ini. Karena aku tak tau, sesekarat apa nanti saat aku di ujung kehidupan...
Res.. Mari Kita mulai dengan hal kecil yang sangat ingin Aku katakan pada Mu, tapi tak kunjung berani sampai detik ini. Kamu tau nama samaran Aku sebagai pelukis terkenal kan ? SARA ! Kamu gak curiga atau gimana gitu ? SARA itu singkatan dari nama kita berdua loh ! SA itu akhiran dari nama kamu *RESA* dan RA itu dari dari nama depan panggilan Aku. Gimana ? Salting gak ? Pasti pipi kamu sedang memerah kan ? Haaah, ingin rasa nya Aku melihat wajah Mu yang sedang memerah itu.
Hahaha, kita lanjut ke hal berikut nya... Kamu masih ingat saat Aku menolak pernyataan cinta dari Mu beberapa detik sebelum pernikahan Aku dan Andre ? Di malam hari nya, Aku menangis sesengukkan karena hal ini. Andai saja Aku menerima pernyataan cinta mu tadi, pasti saat ini kita berdua yang sedang malam pertama. Bukan Andre dan Fitri yang membiarkan Aku malah tidur di kamar pembantu dengan baju pengantin.
Namun pemikiran Aku di patahkan dari hari ke hari, karena kepicikan Fitri tak bisa aku tandingi dengan otak ku yang lambat, dan sikap lemah lembut ku. Dan aku masih dengan kebodohan yang sama, tetap melayani mereka berdua layaknya pembantu yang memang bekerja di rumah mereka. Entah apa yang merasuki ku, Aku tetap mencintai Andre selama bertahun tahun, dan perasaan ku pada nya mendadak hilang saat dia dengan lancang nya menampar Aku di tengah pesta keluarga besar nya, hanya karena Fitri berkata Aku menumpahkan anggur di gaun nya. Padahal kamu tau sendiri kan Res, kalau itu hanya akal akalan Fitri seorang.
Lalu saat Aku pulang, Aku termenung dalam pemikiran yang panjang di dalam kamar pembantu yang kecil dan sempit itu . Dan di penghujung pemikiran Aku itu, Aku mendapati sebuah keputusan yang sangat berani dan berada di luar ekspektasi, yang bahkan tak pernah terlintas sedikit pun di otak Aku. PERCERAIAN !!!
Namun sayang nya, Aku sadar di saat yang benar benar sudah tak terkontrol lagi. Bagaikan benang yang sudah terlilit dengan benang lain nya, dan menciptakan bulatan sedang yang tak bisa kembali seperti sedia kala. Satu satu nya yang dapat Aku lakukan adalah memotong gumpalan benang yang ada karena ulah ku yang sangat amat labil itu.
Kamu tau apa yang terjadi Res ? Jika aku kekeh ingin bercerai dengan Andre, perusahaan Ayah ku akan langsung Raib dari dunia bisnis dalam sekejap. Aku benar benar tak mau hal itu terjadi. Saat Aku memutuskan untuk mencari tau akar masalah nya, ternyata Ayah ku sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan Andre, karena suatu paksaan dari pihak keluarga Purnama.
__ADS_1
Aku sempat marah karena mengetahui Ayah ku di intimidasi oleh keluarga sampah itu, sayang nya.. Aku sadar bahwa karena ulah Aku lah Ayah dapat berurusan dengan keluarga Andre. Aku juga kesal dengan diri ku, kenapa menjadikan manusia brengsek seperti Andre sebagai cinta pertama ku ? Kenapa Aku tetap kekeh ingin menikah dengan nya ?
Aku pun berhenti mengeluh dan mengutuk keluarga Purnama ! Karena Aku sudah bertekad akan menghasilkan uang, dan menceraikan Andre saat uang ku sudah mencapai dana yang di butuhkan perusahaan Ayah ku, saat mengalami pembatalan kontrak dari pihak Andre yang membebankan semua uang kerugian pada Ayah ku.
Kamu pasti sedang berpikir, kenapa Aku tak menghampiri Mu dan meminta pertolongan yang nyatanya sangat gampang jika melakukan nya dengan kekuasaan yang kamu punya. Sayang nya, Aku terlalu malu untuk meninta tolong pada Mu Res.. Bayangkan, setelah menjalani hari hari yang lama sebagai sahabat, Aku malah menolak perasaan Mu mentah mentah, dan memilih menikah dengan Andre. Sudah begitu, Aku masih sering merepotkan Mu untuk jadi wadah tempat air mata ku. Aku malah memberikan beban pikiran pada Mu karena masalah ku yang ada karena ulah Fitri dan Andre selama bertahun tahun.
Alhasil, Aku memilih melelang lukisan lukisan yang Kau punya. Perkiraan ku, butuh waktu bertahun tahun untuk bisa mengumpulkan uang dari lukisan ku. Tapi siapa yang dapat menyangka, bahwa lukisan ku mencapai harga di atas rata rata, dan membuat Aku mempunyai uang yang lebih dari cukup untuk memberikan suntikan dana pada perusahaan Ayah nya.
Lalu setelah itu, Aku berencana menceraikan Andre lalu Aku ingin langsung mengungkapkan perasaan Ku yang sebenar nya pada Mu. Karena Kamu pernah bilang akan selalu menunggu ku ! Kamu pernah menyemangati ku untuk mengejar cinta Andre, lalu jika Aku sudah lelah.. Berbalik lah, ada Kamu di belakang ku yang siap jadi tempat terakhir Aku bersandar.
Jujur Res, waktu kamu bilang kaya gitu... Aku tuh pengen langsung meluk kamu, nangis di pelukan kamu, sambil bilang bantu Aku keluar dari jeratan Andre. Tapi lagi lagi otak dan hati Ku tidak sinkron, dan memilih untuk memendam semua nya seorang diri.. Aku benar benar bodoh kan ?
Lalu saat sebelum lukisan Aku di lelang, Aku merasa bahwa sudah waktu nya untuk memperjelas hubungan Aku dengan Mu. Makanya Aku memberi lampu hijau dengan memberikan mu lampu hijau ! Kita bahkan sama sama melepaskan ciuman pertama kita untuk satu sama lain bukan ? Aku berharap kamu juga seperti itu, aku berharap tak pernah ada gadis lain yang merasakan bibir mu selain Aku.
Aku ? Tenang saja, itu juga adalah ciuman pertama ku ! Aku tak pernah di sentuh ataupun menyentuh orang lain selain kamu Res...
Dan semua nya tampak sangat baik baik saja.... Hingga saat Aku mengetahui bahwa Aku mengidap penyakit kanker. Aku rasa penyakit kanker ini adalah penyakit turunan, karena Ibu ku juga meninggal karena penyakit ini.
...[ RAISA POV END ]...
__ADS_1
_________________________________________