Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 37


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu berjam jam, akhir nya tibalah mereka bertiga di rumah Ayah nya Raisa.


Saat resa sudah menghentikan mobil karena memang sudah masuk ke garasi, resa membuka sabuk pengaman dan menengok ke belakang. Alhasil, resa pun kaget dengan yang di lihat nya.


"Padahal yang mengemudi itu aku loh, kok bisa bisa nya mereka berdua yang merasa capek dan lelah ? Haiss... " Resa pun hanya bisa menggeleng kepala, dan keluar dari mobil.


Resa langsung membuka pintu mobil belakang, dan membangunkan raisa terlebih dahulu.


"Sa... Sa.... Bangun sa... Kita udah sampai. " Kata resa sambil menggoyangkan badan raisa.


Karena raisa adalah orang yang perasa, sehingga membangunkan nya bukan lah hal sulit. Setelah raisa sadar, raisa pun membangunkan silvia yang tertidur cukup pulas.


Tapi karena tak ada respon, terpaksa resa harus menggendong adik nya keluar dari mobil.


Saat raisa turun dari mobil, raisa mulai melihat sekeliling rumah Ayah nya. Rumah yang membesarkan nya, rumah yang menemaninya tumbuh dewasa, dan rumah yang tak pernah berubah model nya sama sekali.


"Aku tak menyangka pohon mangga yang aku tanam sewaktu kecil, masih ada sampai saat ini, bahkan tidak di tebang, malahan di rawat. Benar benar tak ada yang berubah dengan jumlah tanaman, mungkin hanya besar nya saja yang bertambah. " Raisa berbicara sendiri sambil terus melihat sekitar.


"Tentu tak akan ada yang berubah sayang, semua nya akan tetap sama seperti saat ibu mu masih hidup, atau saat kamu yang tumbuh dewasa. " Suara berat dan tak asing itu mendarat si pendengaran Raisa.


Raisa pun langsung berbalik pada asal suara, dan di dapati lah.. Ayah nya, satu satu nya cinta pertamanya yang selalu menampakkan senyum yang sama saat melihat raisa.



".... Ayaaahhhh... " Kata raisa dengan mata yang dalam sedetik langsung berkaca kaca.


"Kemari lah, " kata sang ayah sambil membuka ke dua tangan nya lebar lebar.


Tanpa menunggu lama, raisa langsung berlari masuk ke dalam pelukan sang ayah. Di peluknya erat erat saat tubuh nya dan tubuh ayah nya menempel. Tangis raisa pun tak tertahan kan lagi, sang ayah yang memang sudah sangat amat mencintai putri nya, balas merangkul badan putri nya yang semakin kurus. Di kecup nya kepala raisa berkali kali, dengan mata yang agak memerah.


Tubuh raisa seakan sangat lemah dan tak berdaya jika berada di pelukan sang ayah. Sedang kan sang ayah, seakan merasa gagal menjadi ayah karena tak bisa melindungi dan menjaga putri nya dengan baik.


"Yaah, wangi badan ini adalah milik ayah. Tak ada yang berubah, rambut nya, janggut nya, senyuman tulus nya, semua nya.. Ayah masih tak berubah, yang bertambah pada raut wajah ayah hanyalah beberapa keriputan. " Batin raisa yang semakin membenamkan wajah nya di dada ayah nya yang bidang.


Resa yang saat ini sedang menggendong silvia pun ikut tersenyum dan menyaksikan keharmonisan antara ayah dan anak ini. Entah kenapa, resa yang tadi sedang menggerutu karena berat badan adik nya dapat membuat ke dua tangan nya patah, bukan nya membawa masuk adik nya ke dalam rumah, tapi masih ingin melihat momen yang satu ini.

__ADS_1


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...(Beberapa menit kemudian)...


Raisa sedang berjalan masuk ke dalam rumah, sambil menggandeng tangan ayah nya.


"Ayah lagi masak apa hari ini ? " tanya raisa dengan suara girang.


"Kamu tau ayah lagi masak dari mana sa ? "


"Badan ayah bau asap, udah gitu ada bau daun bawang di tangan ayah. Jadi kalo bukan lagi masak, masa iya ayah lagi berkebun. "


"Mulut kamu yang seperti ini masih sama saja yaah, pokok nya hari ini ayah memasak lima makanan kesukaan mu. Maaf ayah hanya bisa masak lima menu, ayah kekurangan waktu dan tenaga. "


"Kenapa kamu gak ambil jurusan peramal aja waktu kuliah dulu sa ? "


"Hahaha, entahlah dengan hal lain. Tapi kalo tentang ayah, raisa pasti tau kok. "


"Udah, sekarang pergi suruh resa dan silvia siap siap. Biar kita bisa makan siang, udah lewat dari jam 12 soalnya. Dan resa kan punya masalah sama lambungnya, jadi suruh mereka cepat yaah. " Kata ayah surya.


"Eh ? Biar raisa bantu Yah, mungkin ada yang belum di kerjain gitu . "


"Semua nya udah, tinggal ayah hidangkan aja. Udah jangan banyak alasan lagi, cepat lakuin hal yang ayah suruh. "


"Siap laksanakan ayah, " kata raisa sambil memberi hormat, seperti saat upacara di SD dulu. Dan langsung menaiki tangga untuk memanggil resa dan silvia.


...(Setiba nya di kamar tamu. )...

__ADS_1


"Tok.. Tok.. "


"Res, turun makan yuk. Kata ayah kalo gak turun sekarang, jatah makan kamu bakal ayah potong seperti biasa nya. " Kata raisa yang saat ini hanya memasukkan kepala nya saja dari cela pintu.


"Jangan gitu dong sa, udah capek capek jadi supir, kok jatah makan di kurangin lagi ? "


"Kalo kak resa gak mau turun yaudah silvia yang turun duluan. " Kata silvia yang saat ini sedang memakai sendal karena baru turun dari tempat tidur.


"Loh ? Kamu kok udah bangun sih ? Padahal belum ada yang bangunin loh. " Kata resa sambil menunjuk ke arah silvia.


"Hehehe." Tawa silvia dengan senyum jahil nya.


"Jangan bilang, kalo dari tadi kamu itu lagi tidur bohongan ? "


"Yeii, poin 100 untuk jawaban yang benar. " Kata silvia sambil berlari ke arah pintu dan berjalan cepat dengan raisa


"Kamu kok bisa gitu sih ? Tau gak ? Kaka gendong kamu dari bawah ke atas itu sebuh perjuangan loh, dan kalo ada lift ya gak masalah. Tapi ini tangga loh Sil, kamu gak kasian sama kaka mu yang tampan ini apa ? " Kata resa yang saat ini sedang menyesuaikan tempo jalan silvia dan raisa.


"Enggak." Jawab silvia sambil menjulurkan lidah nya.


"Awas kamu ! Kalo ketangkep, kaka bakal kelitik perut dan pinggang kamu . " Kata resa dan langsung mengejar silvia yang sudah lari duluan menuruni anak tangga.


"Aahhh, gak mau di kelitikin.. " Kata silvia panik.


"Ketangkap kamu.. " Teriak resa agar silvia semakin tertekan.


"kyyyaaaaaaaa.. " Teriak silvia panik, kali ini ekspresi wajah silvia dan resa sangat lucu. Dan karena itu, raisa dapat tertawa sepuasnya.


Tinggal beberapa langkah lagi, resa sudah dapat menangkap silvia.


"Om suryaaaaaaa.... " Teriak silvia dan langsung bersembunyi di belakang punggung om surya, yang saat ini sedang berdiri sambil melipat tangan di dada nya .


"Kenapa kamu ngejar adik kamu res ? " tanya om surya.


"Om gak udah ikut campur, ini urusan aku sama silvia " Kata resa seperti anak kecil .

__ADS_1


"Cukup, ini udah waktu nya makan. Sekarang semua nya duduk di kursi masing masing. " Kata om surya tegas.


Silvia yang merasa menang pun menjulurkan lidah nya lagi, dan langsung duduk di samping om surya. Sehingga mau tidak mau, raisa akan duduk bersebelahan dengan resa. Karena meja makan ini hanya terdapat empat kursi saja. Padahal raisa ingin duduk bersebelahan dengan ayah nya.


__ADS_2