Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 34


__ADS_3

Dari sekotak kaca yang menampakan kegiatan di dalam ruangan UGD, para dokter dan suster sedang berlari ke sana ke mari karena situasi yang seperti ini. Beruntungnya, telah di suntikan cairan untuk menghentikan pendarahan. Kalau tidak, mungkin saja fitri sudah MATI saat ini.


Setelah penantian yang sangat panjang, akhirnya dokter yang menangani fitri pun keluar, dengan beberapa peluh yang masih membekas di wajah nya.


Saat dokter itu baru keluar dari pintu, andre dan yang lain nya langsung mengerumuni dokter itu dan memberikan segerobak pertanyaan yang membuat sang dokter merasa risih dan terganggu.


"Bagaimana keadaan fitri dok ? Apakah ada hal buruk yang terjadi ? "


"Apakah dia dan kandungan nya baik baik saja ? Tolong jelaskan dok ! "


"Kenapa sampai saat ini, fitri belum menampakan wajah yang seperti biasa nya dok ? Dia terus pucat, apakah kalian sudah melakukan nya dengan benar ? "


"Jika terjadi sesuatu pada nya, aku akan menutup rumah sakit ini. "


"Jika dokter terus diam seperti ini, apa yang bisa kami tau ? Berbicaralah... "


"Ayolah dokter... Jelaskan keadaan nya pada kami, "


"Jangan berdiri seperti patung dong. "


"Jangan jangan dokter ini bisu. "


".......... " Sang dokter pun masih terdiam seribu bahasa.


Karena tak mendapatkan penjelasan dari dokter sama sekali, dan karena tak ada lagi pertanyaan yang bisa di tanyakan, akhirnya keadaan pun langsung sunyi seketika.

__ADS_1


Dokter pun melihat keluarga andre satu persatu, dan akhirnya angkat bicara...


"Apakah kalian sudah selesai bicara ? " kata sang dokter.


".......... " Semua pun kompak diam seketika.


"Bagus, dengan begini tak akan ada keributan yang dapat mengganggu ketenangan di rumah sakit ini. "


"Pertama, keadaan pasien tentu tak baik baik saja. Kedua, pasien di dalam mengalami keguguran. Kami sudah melakukan-


"BAGAIMANA BISA KEGUGURAN ? APAKAH BENAR KAMU SEORANG DOKTER ?! " Teriak andre memotong perkataan sang dokter.


"Saya tak tau anda siapa, tapi saat saya berbicara tolong diam dan simak. Paham? " kata sang dokter dengan tatapan dingin.


"Baik saya lanjutkan, Kedua, pasien di dalam mengalami keguguran. Kami sudah melakukan yang terbaik dan sebisa mungkin, tapi janin nya sudah tak ada bahkan sebelum menginjak kan kaki di rumah sakit ini. Ketiga, wajah pasien masih pucat karena keguguran bukanlah hal yang dapat di sepelekan. Sejak awal, aku yakin bahwa dokter yang memeriksa kandungan nya telah mengatakan untuk menjaga masa kehamilan tiga bulan pertama, karena kandungan pasien sangat rawan keguguran ! Apakah saya salah ? "


"Keempat, jika anda ingin menutup RS ini silahkan. Saya tak akan melarang kalian. Karena RS ini di bangun oleh pemerintah, dan memang untuk umum saya tak tau hukum apa yang akan anda terima. Tapi mari buktikan hal itu, agar wawasan saya juga ikut di perluas. "


"Kelima, Saya tak bisa menjelaskan keadaan pasien tadi, karena kalian semua terus membanjiri saya dengan segudang pertanyaan, tanpa memberikan saya waktu untuk menjawab. Padahal anak TK saja tau cara berkomunikasi yang baik dan benar dengan orang dewasa. "


"Keenam, saya bukan berdiri seperti patung. Tapi saya tak bisa kemana mana karena kalian menutup akses jalan nya, sehingga saya hanya bisa berdiri di tempat. Ketujuh, saya tidak bisu sama sekali. Karena sang pencipta terlalu sayang pada setiap manusia yang dia ciptakan. Lalu yang kesembilan, tolonglah untuk belajar sopan santun, etika, dan berbagai hal yang berhubungan dengan berkomunikasi. "


"Dan yang ke sepuluh dan terakhir, bawalah pasien ini ke rumah sakit lain. Karena saya tak mau melayani orang yang seperti kalian, dan sedikit informasi... Saya adalah penanggung jawab di RS ini, dan 10 RS yang bernama RUMAH SAKIT PEDULI KASIH. Jadi, silakan menempuh perjalanan berkilo kilo jauh nya, untuk sampai di rumah sakit yang ada di kota sebelah. Jika kalian ingin menuntut saya dan RS ini, saya tunggu undangan dari pengadilan. "


"........ " Andre dan seluruh keluarga nya tercengang dan tak habis pikir, sang dokter adalah penanggung jawab 10 RS terbesar dan terbaik yang ada di kota ini. Dan lagi, sang dokter menjawab pertanyaan mereka satu persatu. Sungguh sebuah tamparan yang sangat keras di dapat andre dan keluarga nya.

__ADS_1


"Tolong berikan sedikit cela agar saya dapat keluar dari kerumunan ini, saya ingin mencari udara segar untuk mengeringkan peluh yang tak kunjung kering, padahal saya sudah berusaha sekuat tenaga. Tapi percuma karena tak di hargai, " kata sang dokter dan langsung berjalan saat sudah ada celah, dan berjalan dengan penuh percaya diri. Keluarga andre benar benar merasa malu akan hal ini.


"Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan. Pasti dokter itu hanya emosi sesaat. " Bisik seseorang.


"Tak ada emosi sesaat yang terdapat dalam diri saya saat ini, padahal saya sudah bermurah hati sehingga tidak memberi tenggang waktu untuk kalian. Tapi seperti nya kalian mengabaikan sedikit kebaikan dari saya, dalam lima menit jika kalian belum keluar dari sini, jangan salah kan saya yang menyuruh para satpam untuk menarik kalian seperti pengemis. " Kata sang dokter dengan wajah serius nya.


Setelah itu, andre langsung menggendong fitri dan keluar dari rumah sakit. Karena tak mau mendapatkan rasa malu dengan di seret keluar seperti pengemis.


...☺...


...☺...


...☺...


...☺...


...☺...


Setelah itu, karena sifat keras kepala andre dan keluarga nya, mereka mencoba masuk ke rumah sakit yang sudah di katakan dokter tadi. Dan alhasil, mereka di tolak mentah mentah.


Setiap masuk ke RS, jawaban yang mereka dapatkan selalu sama. "Maaf, kami mendapat perintah agar tidak menerima kalian di rumah sakit ini. Foto kalian semua sudah tersebar di Grup chat RS kami, dan perintah atasan adalah perintah mutlak. Silahkan pergi ke kota sebelah, di sana pasti mereka akan melayani kalian dengan benar. " Yaah begitulah kurang lebih jawaban yang mereka dapatkan.


Sesekali, Yuli berkata kasar seperti ini "Dimana kewajiban kalian sebagai aparat kesehatan ? Tugas kalian itu menyembuhkan orang orang yang sakit, bukan mementingkan ego sendiri dan mementingkan perintah dari atasan ! " Begitulah perkataan yang keluar dari mulut yuli karena emosi, atau memang sudah menjadi tabiat asli nya.


Lalu dengan tenang nya, di jawab oleh aparat kesehatan seperti ini " Lalu dimana kewajiban ibu dan keluar ibu ? Kalian menuntut hak kalian, tapi tidak menjalan kan kewajiban kalian sama sekali. Semoga dengan kejadian ini, kalian dapat belajar dari kesalahan dan dapat mengubah diri. Karena menurut yang saya dengar, kalian tidak menghormati atasan kami, padahal beliau sudah berusaha sekuat tenaga. Sehingga pasien itu masih bernafas hingga detik ini, Semoga sikap SOMBONG kalian dapat terobati. " Begitulah jawaban yang di dapat keluarga Purnama.

__ADS_1


Alhasil, andre dan keluarga nya harus ke kota lain di malam itu juga. Mungkin mereka belum terlalu peka dengan situasi, tapi kalo mau di perhatikan, sedikit demi sedikit keluarga purnama mulai mendapatkan balasan dari setiap perbuatan mereka lada Raisa, dan pada siapapun yang pernah di buat menderita oleh mereka.


__ADS_2