Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 153


__ADS_3

Kembali ke situasi saat ini, di mana Surya, Resa,Noa, dan Raisa tengah duduk dan mendiskusikan masalah.


“Jadi seperti itulah kejadian Nya.” Ucap Raisa kala baru saja selesai menyampaikan semua nya.


“Hem... Jadi, kesimpulan apa yang sudah Kalian pikirkan ?” Tanya Surya yang membuat tiga anak muda di hadapan nya memandang heran, dan terlihat cukup kaget karena baru sadar bahwa mereka tidak membuat kesimpulan sama sekali.


Melihat reaksi anak anak itu, membuat Surya menghembuskan nafas panjang, dan memaklumi hal ini. Karena sedari tadi, seakan tak ada kesempatan bagi mereka untuk berpikir, sehingga baru saat inilah otak mereka dapat bekerja.


“Baiklah. Ayah memberikan waktu sebanyak lima menit untuk kalian. Setelah itu, Kita akan mengumpulkan kesimpulan itu, yang akan memberikan titik terang pada tindakan yang akan Kita lakukan selanjutnya.”


Usai mengatakan hal itu, suasana kembali kening. Karena suruhan nya adalah menganalisa, sehingga ke tiga anak muda yang ada di hadapan Surya itu langsung menurut dan memakaii otak mereka untuk berpikir.


***


“Times up. Noa, apa kesiimpulan Mu ?” Tanya Surya yang memulai nya dari orang yang menjadi Ayah dari Baby Brayen.


“Kalau menurut Ku, Lisa melakukan hal ini karena ada sesuatu.”


“Sesuatu ? Apakah karena Dia menginginkan Mu, sehingga berniat menghapuskan posisi Silvia untuk Diri nya ?” Tanya Surya perjelas.


“Mungkin itu menjadi salah satu alasan nya. Karena menurut Ku, terdapat banya alasan yang tidak Kita ketahui.” Jawab Noa setelah memutar otak nya secerdik mungkin


“Hem ? Baiklah, kalau begitu... Bagaimana menurut Mu Resa ?” Tanya Surya sambil mengalihkan Antensi nya dari Noa ke arah Resa.


Tampak seperti nya Surya ingin mendengar kesimpulan Putri nya paling akhir.


“Kalau menurut Resa, hal pertama yang membuat posisi Kami tidak berunung adalah, karena Kami kalah Start dari Lisa.”


“Apakah hanya itu saja kesimpulan Mu ?” Tanya Surya yang merasa belum cukup puas.


“Tentu saja tidak Om Surya. Kesimpulan Ku yang Kedua, ada yang tidak beres dengan Lisa. Walaupun secara gamblang Dia lebih dejat dengan Raisa, tetapi Resa cukup mengenak diri nya.” Jawab Resa dengan tatapan yakin.


“Apa Kamu yakin bahwa Kamu mengenal nya Res ? Setau Aku, tindakan yang Dia tunjukkan adalah tindakan yang Dia ijinkan agar orang lain mengetahui nya. Sedangkan wajah asli nya, barulah di perlihatkan saat menginginkan sesuatu.” Sambung Noa yang merasa cukup kesal mendengar kesimpulan Resa, yang terdengar sedang membela Lisa.


“Itu pemikiran Mu saat ini, karena Diri mu dalam keadaan emosi. Jika Kamu sudah tenang, Aku yakin Kamu akan memiliki pemikiran yang sama dengan Ku.” Sahut Resa yang saat ini berada dalam mode serius.


“Cih.” Sahut Noa kala mendengar perkataan Resa yang sok tau tentang diri nya.

__ADS_1


“Baiklah. Hentikan perlawanan mulut kalian berdua. Karena saat ini bukan ajang mempersalahkan satu sama lain, atau ajang berdebat.” Tegur Surya dengan wibawa dan ketegasan nya, sehingga hanya kepatuhan yang di dapati oleh nya.


“Tapi Resa, bisakah Kamu memberikan kesimpulan tentang orang lain ?” Tawar Surya, sambil menatap ke dua iris mata Resa dengan sangat serius.


“Maksud Om Surya ?” Sambil menaikan satu alis mata nya, Resa meminta penjelasan.


“Maksud Om, kenapa Kamu hanya memberikan kesimpulan tentang orang yang tidak terlalu Kamu kenal ?”


“Jadi, Maksud Om Resa harus memberikan kesimpulan tentang Silvia ?”


“Kurang lebih seperti itu. Tetatpi jika Kamu


memerlukan waktu, silahkan pikirkan. Karena, informasih tentang Silvia juga


sangat Kita butuh kan saat ini.” Ujar Surya yang mulai memunculkan perempatan


di kening nya.


Pasalnya, sudah lama Dia tidak memakai otak nya untuk sesuatu yang masalah nya berkelit seperti ini.


“Sekarang yang terakhir. Mari kita dengarkan pendapat Mu Sa. Karena sebagai wanita, feeling kalian lebih tajam. Dan menurut Ayah, Kamu adalah orang yang memahami Lisa.”


“Seseorang ?” Dengan satu alis yang sudah di naikkan, Surya merasa bahwa perkataan Putri nya ini tak bisa di sepelakan semudah itu saja. Karena Raisa adalah anak yang paling tak bisa berbohong.


“Yah! Seseorang yang sangat cerdik. Sehingga sudah sejak lama merencanakan hal ini dengan ssangat matang, menunggu waktu yang tepat agar dapat meluncurkan serangan nya seperti hari ini.” Jelas Raisa dengan sangat serius.


“Apa yang membuat Kamu sangat yakin Sa ?” Tanya Surya yang tak bisa membenarkan apa saja yang di sampaikan oleh Putri sematawayang nya itu.


“Foto.” Jawab Raisa sambil bergantian menatap iris mata milik Ayah nya, Resa dan Noa.


“Foto ?” Dengan sangat kompak, ketiga Pria bedea pemikiran itu menanyakan hal yang sama kepada Raisa.


"Yah sebuah Foto. Apakah Kalian berdua tidak memperhatikan perkataan Om Risa tadi ?” Tanya Raisa sambil menatap dua teman seumuran nya itu.


Jangan berharap lebih, karena ke dua pria itu langsung menunduk dan mengalihkan pandangan ke tempat lain.


“Tak usah menunduk dan mengalihkan pandanngan seperti itu. Karena hal ini wajar saja terjadi dalam situasi seperti tadi.”

__ADS_1


Mendengar perkataan Raisa, langsung membuat iris mata mereka tampak kembali serius.


“Baik, Raisa lanjutkan. Jika tak salah, danm memang tak mungkin salah. Karena Raisa yakin sekali, bahwa tadi Om Risa mengatakan bahwa Jika bukan karena foto itu, selama nya Dia tak akan tau tentang perbuatan


Putri nya.”


Usai mengatakan hal itu, reaksi yang di dapat oleh Raisa tak lain dan tak bukan adalah ke dua iris mata yang sudah membola sempurna.


“Jika masalah nya ada pada foto, Aku yakin bahwa itu hanya sebuah foto editan yang mirip sekali dengan kenyataan. Sehingga sekali lihat saja, orang akan langsung percaya.”


“Baiklah. Lalu apa hubungan nya antara foto dan Lisa, yang di anggap bahwa bukan Dia yang merencanakan semua ini.” Dengan suara bariton yang berat namun terdengar halus, Surya menanyakan  nya kepada Raisa.


“Mungkin Ayah dan kalian berdua akan langsung mempercayai perkataan Ku setelah  mendengar ini. Lisa adalah orang yang sangat payah dalam bagian editan


foto. Hal ini sangat Aku ketahui, karena selama bersahabat dengan nya, Dia tak


pernah mengedit satu pun foto nya atau foto kebersamaan kami. Alasan nya hanya


satu, Dia tidak tertarik pada dunia yang ribet. Sehingga, tak mungkin Lisa dapat membuat suatu foto yang terlihat nyata seperti seorang profesional.”


“Tapi.. Bagaiman jika Lisa menguruh seseorang untuk mengedit sebuah foto untuk nya ? Dengan uang yang banyak, pasti itu bukan lah hal yang susah bagi nya.”


Dengan suara yang sudah di tinggikan,Noa mengatakan dengan jelas bahwa Dia tak setuju denmgan kesimpulan Raisa yang satu ini.


“Apakah Kamu tak mendengar perkataanm Ku Noa ? Lisa adalah orang yang tidak suka berurusan dengan sesuatu yang ribet.”


“Dan karena Kamu adalah Sahabat nya, sehingga saat ini kamu sedang mencari pembelaan untuk diri nya kan ? Hah, sungguh beruntung sekali si Lisa mendapatkan sahabat yang pengertian seperti diri Mu ini.” Sindir Noa yang entah sedang kesambet apa saat ini.


“Jaga ucapan Mu Noa. Karema sekalipun masalah kali ini Aku di hadapkan pada keputusan yang bimbang, tetapi Aku mengenal Sahabat ku. Apapun yang Kamu katakan, tak akan mengubah pandangan Ku tentang Lisa. Dan untuk Silvia, Dia adalah Adik Ku, sehingga Aku ada saat ini bersama kalian, memberikan informasih tentang sahabat Ku, agar setidak nya berguna.”


Raisa pun memberikan pernyatan kepada Noa dengan wajah nya yang tidak tersenyum sedikit pun. Jelas, karena Raisa merasa bahwa Noa sedang menuduh nya pilkih kasih dan sedang membela sahabat yang bernama Lisa itu.


Namun, walaupun Raisa sudah berkata seperti itu, masih membuat Noa marah dan menatap ke arah kain. Noa yang sedafri tadi fokus mendengar kan siapa saja yang tengah berbicara, kini tengah sibuk menghitung ubin lantai yang bercotak unik.


“Berhentilah berpikir seperti anak kecil Noa. Karena untuk saat ini Kita sedang  berdiskusi guna mendapatkan jalan keluar. Jadi, singkirkan ego Mu untuk sesaat.”


“.....” Terpaksa, Noa pun kembali membuat antensi nya berfokus pada pembicaraan.

__ADS_1


“Ini adalah pernyataan terakhir dari Ku. Noa, bukan kah Kamu juga seorang Dokter ? Seharus nya Kamu juga tau bahwa waktu untuk bersantai saja tidak ada, lalu dari mana Lisa memiliki waktu untuk merencanakan kerusuhan tadi ? Lalu sejak kapan dia menemui tukang edit, saat diri nya baru mengetahui kejadian yang tengah menimpah Silvia dan Diri Mu beberapa jam yang lalu ? Aku yakin sekali, bahwa Dika Dan Erna saat makan siang tadi memberitahu nya. Deangan demikian, apakah Kamu masih mencurigai Aku Noa ?”


Noa terdiam. Karena Dia juga bingung, ingin berkata seperti apa, agar dapat menanggapi perkataan Raisa yang jelas jelas keluar dari dalam logika nya.


__ADS_2