Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 65.


__ADS_3

"............ " Resa terpaku sesaat. Bukan kaget atau terkejut, tetapi lebih ke arah semakin drop. Karena hal ini merupakan hal yang tak bisa Resa putuskan mengikuti kemauan nya, ada beberapa pertimbangan yang membuat Resa harus memaksa otak nya yang dari kemarin terus berpikir dan harus berpikir lagi.


"Bos ?? " Karena tak ada jawaban dari Resa, si detektif berpikir mungkin jaringan nya bermasalah. Tapi setelah di cek, jaringan nya aman aman saja kok.


"......... "


Resa tetap diam di sana, dan tak terdengar apapun dari sambungan telepon ini. Bahkan Si detektif memerlukan waktu 3 menit untuk menganalisa situasi saat ini.


"Astaga...!! Bodoh nya aku !! Kan Bos Resa paling sensitif sama hal hal yang berhubungan dengan calon buk bos ( Raisa ) , Apalagi Si Andre mau ke tempat buk bos, udah pasti ada beberapa hal yang akan terjadi. Seperti Bos Resa yang di tinggalkan, atau Bos Resa yang di pilih. Masing masing punya kemungkinan yang berbeda. " Batin si detektif.


"Ah, kalo bos gak mau si Andre tau tentang Raisa, saya bakal kasih tau dia informasi yang salah. Seperti Raisa sudak ke luar negeri, biar dia menghabiskan waktu yang sia sia. " Si detektif memberikan solusi yang menurut nya baik untuk saat ini. Karena dia adalah orang yang malas untuk berpikir dengan mempertimbangkan segala sisi. Wajar, karena dia tidak mengetahui beberapa sisi yang hanya Resa yang tau.


Resa masih diam setelah mendengar masukan dari detektif nya itu ! Jelas, karena saat ini Resa sedang di lema. Jika Resa mengikuti kemauan nya, bagaimana jika saat Raisa bangun nanti, Raisa ingin bertemu dengan Andre dan bukan diri nya ? Karena Resa tau, Raisa pernah berkata ingin sekali cinta nya pada Andre terbalas sebelum ajal menjemput ! Tapi itu keinginan Raisa waktu dulu sekali, saat pemikiran nya masih sangat labil dan belum terlalu peka dengan yang terjadi di dalam hidup nya.


Dan karena terlalu banyak nya pemikiran yang bagaikan Tsunami di otak Resa, akhir nya Resa pun memilih satu pilihan yang terbaik di segala sisi.


"Tak apa, beri tahu kan saja tentang kondisi Raisa saat ini pada Andre. Beserta dengan letak rumah sakit ini, tapi cukup beri tahu dia bahwa Raisa tak sadarkan diri karena kekurangan Ginjal ! Bukan karena kanker nya, dan lagi jangan beri tahu dia bahwa kemarin Raisa telah mendapatkan ginjal yang lengkap kembali. Biar dia merasakan rasa bersalah, dan penderitaan yang selama ini di rasakan oleh Raisa. Walaupun aku tau, kalo penderitaan nya belum mencapai 5% pun dari seluruh penderitaan Raisa. "

__ADS_1


Ketika mendengar perkataan dari Resa, seketika sekujur tubuh si detektif pun merasakan rasa ngeri yang luar biasa. Baru awal saja Resa sudah menandakan tanda tanda tiada ampun, lalu apa yang akan terjadi ke depan nya ? Si detektif pun hanya bisa merasakan sedikit rasa iba pada Andre. Mungkin rasa iba nya pada Andre hanya sebesar satu cuil debu, tak bisa di besar besar kan lagi. Karena memang Andre pantas mendapatkan hal itu.


Setelah itu, si detektif langsung mengirim pesan singkat pada Andre yang bertuliskan tentang lokasi Raisa saat ini dan juga tentang beberapa poin yang Resa suruh tadi. Seperti Tentang terbaring di ranjang pasien, akibat hidup dengan satu ginjal saja, dan lain lain.


Sesudah mengetahui lokasi Raisa, tanpa mengulur waktu lagi, Andre langsung menuju ke rumah sakit, dengan perasaan bersalah yang terus berkumpul menjadi banyak dan membuat nya tersiksa akan beban pikiran yang timbul itu.


* * *


...(Di rumah sakit)...


Karena saran dari Noa kemarin, Resa yang memiliki uang, kekuasaan, dan koneksi di berbagai bidang, dengan gampang nya langsung mendapatkan satu ginjal yang sangat cocok untuk Raisa. Dan organ ginjal itu sudah di selidiki bahwa itu memang ginjal yang di jual oleh salah satu anggota keluarga di sana, karena kekurangan uang dalam kebutuhan rumah tangga, dan karena ada anak nya yang memerlukan biaya operasi yang besar.


Karena hal ini lah, sehingga Lisa terus stand by di samping Raisa di mulai dari operasi kemarin, bahkan sampai detik ini. Karena kondisi Raisa saat ini sangat amat tidak stabil, mau tak mau Lisa harus memaksa Otot dan otak nya untuk terus bekerja dan berkonsentrasi.


Dan kondisi Raisa saat ini dapat tejadi karena banyak organ fital nya yang sudah melemah sejak lama, apalagi semenjak sel kanker yang ada di otak raisa, kondisi nya semakin menurun dan menurun.


* * *

__ADS_1


"Ma... Mending Mama sama Papa pulang dulu yaah ! Istirahat dulu, dari kemarin kalian berdua belum istirahat loh. Silvia juga, mending kamu istirahat di ruangan kamu sana, terus duduk dengan infus yang terus terpasang itu menyiksa. Nanti kamu gak sembuh sembuh loh. Dan Om Surya, biar Resa yang jagain Raisa yaah, Om pulang dulu. Dari mata om aja udah kelihatan kalo om capek ! "


Resa mulai melihat papa mama nya, silvia adik nya, dan Surya ayah nya Raisa, dan memberi masukan menyuruh mereka semua untuk istirahat. Karena kejadian ini, mau di paksa untuk tidak istirahat pun, tak akan mengubah apa pun. Bahkan semakin memperburuk situasi karena pasien yang harus di rawat dapat bertambah lagi.


Risa, Selvi, Silvia, dan Surya pun melihat ke arah lain. Seakan tak mendengar perkataan Resa yang menyuruh mereka pulang dan beristirahat, padahal mereka semua sudah sangat capek dan lelah. Tapi entah apa yang membuat mereka semua tak mau pulang.


Apalagi Erna dan Dika, mereka berdua yang sudah stay di sana dari dua hari yang lalu tanpa istirahat pun, sudah tertidur nyenyak di atas kursi panjang rumah sakit, dengan saling meletakkan kepala di pundak dan kepala satu sama lain.


"Haaaahhh.." Resa pun menghembuskan nafas panjang nya, dan sambil mengerutkan alis nya Resa berkata "Terserah kalian lah, tapi kalo ada yang pingsan atau drop sesaat, Resa gak bakal ijinin kalian untuk keluar dari ruangan perawatan sampai sehat total ! " Alhasil, Resa pun tak bisa menyuruh keluarga nya itu untuk beristirahat. Sehingga yang dapat dia lakukan adalah memberikan ancaman yang di anggap angin lalu oleh mereka semua.


*Kleek.. * Pintu yang terbuka.


Lisa keluar dari ruangan perawatan Raisa, setelah berhasil menstabilkan kondisi tubuh Raisa yang sempat kejang kejang tadi.


Penampilan Lisa yang biasa nya selalu segar dan Rapi, kini berbeda sekali. Rambut nya di konde sembarangan, mata panda nya yang tampak hitam, dan wajah lelah dan capek terpapar jelas di wajah nya.


"Kondisi... Raisa... Sudah... Membaik.. *Brrukk.* " Setelah mengatakan empat kata tadi, Lisa langsung pingsan dan Resa langsung membawa nya ke ruang istirahat RS. Dan kabar itu langsung sampai di telinga Prof. Doni.

__ADS_1


Sehingga Dokter Doni yang sudah lansia itu langsung menuju ke ruangan yang merawat Raisa, dan bersedia untuk merawat Raisa selagi Lisa berada dalam masa pemulihan kondisi tubuh agar kembali Fit. Karena Lisa adalah murid kesayangan Dokter Doni, sekaligus cucu dari anak perempuan yang dia sayang, jadi wajar saja kalau dokter doni tidak keberatan sama sekali menggantikan Lisa merawat Raisa.


__ADS_2