
Silvia tidak menghiraukan Noa yang ada di depan Nya, Silvia hanya terlarut dan tenggelam dalam pikiran nya sendiri dan hal itu membuat Noa tak suka karena merasa dirinya di abai kan.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
"Slvia? kenapa kamu melamun sayang? Apakah kehadiran diri Ku masih dapat membuat Mu untuk memikirkan orang lain? Apakah kehadiran Ku di hadapan Mu ini kurang mendominasi, sehingga di dalam otak Kamu, Kamu masih dapat memikirkan laki-laki lain? Benarkah ? " Kata Noa Yang mulai memincing kan mata nya. Dari pantulan mata nya, Dia akan benar benar mencium Silvia sampai dia kehabisan nafas, jika saja Silvia benar-benar sendang memikirkan laki-laki lain saat ini.
__ADS_1
"...... " silvia masih diam saja, sambil menatap Noa lamat-lamat, seakan otak nya masih dalam proses loading yang lama.
"Jika benar, katakan siapa laki laki itu. Aku akan menguji nya dengan kekuatan ku sendiri. Aku akan mengajaknya berkelahi, apakah Dia lebih kuat dari Ku atau tidak. Aku akan melihat wajah nya, apakah dia lebih tampan dari ku ? Apakah karakter dan latar belakang nya mendukung ? Apakah Dia adalah pria brengs*k atau Pria sejati? Apakah dia sangat dapat bertanggung jawab seperti diri ku? "
Kata Noa panjang lebar, entah karena sedang membujuk Silvia atau apa alasan pasti nya, yang jelas saat ini Noa sangat cerewet. Lalu perkataan Noa terhenti bukan karena diri nya sedang menarik nafas dan tenaga, tetapi karena diri nya baru saja mengingat beberapa kejadian di benaknya.
Melihat perubahan reaksi dari Noa, membuat Silvia mengerut kan dahi nya.
"Sekarang apa lagi yang sedang di pikirkan oleh nya ? Oh God ! " Batin Silvia.
Dengan sangat serius nya, Noa mengucapkan kata demi kata pada Silvia. Dan hal itu membuat Silvia benar-benar geleng-geleng kepala.
"Hei, Randy adalah manager Ku, Dia lah yang membantu Aku membuat dan membuat pekerjaan Ku menjadi lebih mudah. Dia yang mendatangi klien, dan Dia yang yang membuat baju baju buatan ku terkenal di mancanegara. Dan satu hal lagi, Kamu tidak perlu takut dan Kamu tidak perlu merasa tersaingi dengan Randy. Karena Randy punya kelainan pada dirinya ! " Jelas Silvia yang sangat amat masuk akal dan sesuai dengan kenyataannya.
"Kelainan ? kelainan apa yang Kamu maksud ? "
Mendengar Noa yang masih bertanya lagi, seperti nya Noa bener-bener membutuhkan penjelasan yang lebih jelas. Hal ini membuat Silvia menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskan nya dengan sangat kuat. Ini lebih merepotkan daripada sedang meyakinkan anak kecil, saat Kita ingin keluar dan mereka rewel karena ingin ikut. Sungguh sama persis dengan kejadian sepertinya !
__ADS_1
"Randy adalah manager Ku ! Dia adalah manager yang paling kompeten,sayang nya Dua adalah laki-laki yang mencintai sesama jenis nya. Ngerti sekarang ? "
Di akhir penjelasan Silvia, Dia menanyakan pada Noa, apakah sekarang Noa sudah mengerti atau masih belum juga. Dan saat melihat perubahan wajah Noa, itu membuat Silvia angkat bicara lagi.
"Melihat wajah Mu yang tiba-tiba langsung datar, dan melihat wajah Mu yang tiba-tiba tidak berekspresi, Aku yakin Kamu sudah paham bahwa Randy bukanlah saingan cinta Mu. Atau Kamu tetap akan merasa tersaingi pada seorang gay ? Jika Kamu merasa tersaingi, Aku akan meminjam handphone Mu, agar Aku dapat menelpon Randy saat ini juga. Biar Aku dapat mengatur waktu antara diri Mu dan Randy. Siapa tahu Kamu yang dari normal bisa belok dan menjadi pasangan hidup Randy kan ? Tak ada yang tahu jalan hidup manusia, jadi jika kamu ingin membuka peluang seperti itu, katakan saja. Karena Aku selalu mengingat nomor telepon dari manager Ku ! "
Silvia pun memberikan tawaran pada Noa. Sungguh sangat mengasikkan bagi nya, karena diri nya dapat menikmati ekspresi wajah Noa yang berubah-ubah setiap detik nya. Seperti nya Noa sangat amat alergi pada seorang gay.
"Tolong jangan dilanjutkan lagi Silvia. Aku merinding jika mendengar kan Kamu berkata seperti itu. Aku memang manusia biasa, Aku memang manusia tidak sempurna, tapi setidak sempurna apapun diri Ku, Aku tidak ada niatan untuk belok atau mencintai sesama jenis. Lawan jenis saja belum bisa Aku dapat kan cinta nya, masa iya Aku harus belok ke tempat lain ! Aku sudah diciptakan untuk menjadi normal. Jadi jangan buat Aku untuk belok dan jangan membuat Aku bertemu dengan si Randy itu.
"Siapa tahu saat Randy melihat Aku , Dia akan tergila-gila pada Ku, dan akan mengejar Aku setiap hari seperti rentenir. Itu akan sangat sangat menyiksa Ku. Jika Kamu ingin membunuh Ku, Aku sarankan agar segera membunuh Ku dengan belati, pedang, samurai, atau apapun itu. Tapi jangan membuat Ku dikejar oleh seorang laki-laki, karena alasan cinta." Ujar Noa sambil menunjuk kan reaksi pada tubuh nya yang bergetar. Tampak jelas bahwa tubuh nya sedang merinding.
"Apapun itu, jika yang mengejar diri Ku adalah laki-laki, maka itu akan membuat diri Ku lompat dari lantai sepuluh di rumah sakit ini. Saat sudah mati, Aku akan menghantui Diri Mu setiap hari nya. Kamu tidak akan bisa tidur, sehingga kamu akan mati karena frustasi dan mengikuti Aku ke alam baka. Aku tak akan bisa istirahat dengan tenang di alam saja, jika Kamu masih hidup di muka bumi ini dan menikah dengan pria lain. Benar-benar tak mau ! Masa iya Mereka bisa memiliki diri Mu, sedangkan ada Aku yang tidak bisa memiliki diri Mu ! Aku benar-benar akan demo dari dunia alam baka, percaya atau tidak aku akan membuat struktur dunia hancur. "
"Sudah lah, berhenti lah berbicara. Kamu sungguh sangat cerewet Noa ! Padahal yang Aku tahu, Kamu adalah Kak Noa yang sangat amat dingin, Kamu adalah orang yang cool. Memang sesekali Kamu tampak sangat mengesalkan seperti Kak Resa, tapi Kamu di mataku itu memiliki kharisma nya sendiri. Melihat diri Mu saat ini, seperti nya penilaian Ku, penilaian Papa dan Mama, bener-bener salah besar. "
Keluh Silvia sambil menggeleng gelang kan kepalanya ! Ingin sekali Silvia mengelus atau memijat keningnya, sayangnya saat ini kedua tangannya benar-benar sedang di genggam oleh Noa.
__ADS_1