
"Bukan kah aku sudah menangis bersama mu tadi lisa ? Itu sudah cukup untuk hari ini, mari pikirkan hal yang lebih berguna dan yang dapat menggantikan suasana hati. " Kata raisa.
"..... " Lisa pun hanya diam dan mengangguk.
"Oia lisa, karena aku akan melakukan banyak aktifitas. Apakah ada obat atau pil yang dapat meredakan atau menghilangkan rasa pusing saat terjadi nanti ? Aku rasa aku sangat membutuhkan itu, karena aku akan berlibur bersama ayah ku selama enam hari. Dan pasti nya kami bergerak aktif kemana mana, apakah ada ? "
"Tentu saja ada, biar ku tulis kan untuk mu."
Lisa pun mulai menulis tiga baris di memo kecil, dan menyuruh Sen asisten nya untuk pergi mengambil obat yang dia tulis. Karena lisa tak mau raisa yang pergi dan harus mengantri lagi.
Saat sen sudah taj ada lagi di dalam ruangan, raisa pun memutuskan untuk angkat bicara.
"Lisa, aku bisa minta tolong ? "
"Apapun boleh raisa, katakan saja. "
"Sekali lagi, rahasiakan hal ini dari Ayah, Silvia, Erna, Dika, apalagi Resa... Yaah??? "
"Kamu gila yaah ?! Gak mau raisa, gak mau.. Cukup dengan rahasia ginjal kamu yang tinggal satu. Tidak lagi dengan penyakit yang satu ini, ini kanker loh raisa.. Kanker...!!! Stadium empat lagi, kamu gak mau ngasih tau orang orang terdekat kamu, dan mati dalam kesendirian ? " Bantah lisa mentah mentah, karena kali ini raisa sudah sangat kelewatan.
"Tolong lah lis... Ini yang terakhir kali nya, " mohon raisa sungguh sungguh.
"RAISA PUTRIIIII..... " Teriak lisa kuat kuat.
"Aku bilang gak yaah enggak.! Pokoknya semua sahabat dan keluarga kamu harus tau.. Pokok nya harusss.!!! "
"Dan mereka akan memperlakukan aku seperti orang yang akan segera mati. Mereka akan terbebani, dan melihatku dengan tatapan iba ! Bisa jadi mereka menangis setiap melihat aku pucat dan lain sebagai nya. Apakah kamu menginginkan situasi itu lisa ? Kalau aku, aku jelas tak mau. Aku ingin saat kepergian ku nanti, tak akan menyiksa orang orang dengan rasa bersalah dan sebagainya. " Kata raisa dan berhasil membuat lisa terdiam.
"Hahhhh.... " Lisa menghembuskan nafas panjang.
__ADS_1
"Kamu selalu menang dalam hal berdebat sa, aku tak bisa berkata kata lagi... "
"Terima kasih atas pujian nya. "
"Itu bukan pujian di situasi saat ini ! Lalu... Bagaimana dengan resa ? " tanya lisa.
"Justru dialah orang pertama yang tak boleh mengetahui hal ini lisa, jangan sampai dia tau.. Karena jika dia tau, dia akan membenci diri nya lagi. Menyalahkan diri nya sendiri, dan lagi yang lebih parah... Bisa menyakiti diri nya sendiri, aku tak mau dia menemui situasi seperti itu. Karena dari semua orang, dialah orang pertama yang aku doakan kebahagiaan nya. " Kata raisa dengan tulus hati.
"Yaah... Setidak nya aku dapat mengetahui, bagaimana reaksi nya jika dia mengetahui ini. Resa itu cowok yang sangat setia loh sa, bertahun tahun dia hanya nungguin kamu.! Gak ada perempuan lain, hanya kamu... "
"Yaah, padahal kalau tak ada penyakit ini... Rencana aku dapat berjalan mulus, hah... " Gumam raisa.
"Apa ? Kamu bicara apa sih ? Kekecilan suara nya ! "
"Eh ? Bukan apa apa kok, hanya hal hal yang tak penting saja. Oia lisa, kalo nanti waktu kita kumpul kumpul sama Erna dan Dika, kamu juga harus pura pura gak tau yaah. Biar gak ada yang curiga, anggap aja kamu lagi akting kaya persoalan ginjal aku ini. "
"Aku akan lakukan sebisa ku, tapi jangan salah kan aku kalau aku panik saat kamu pusing atau pucat. Karena aku tak bisa duduk, diam, dan berpangku tangan. "
"Jangan kaya gitu juga dong sa, gak baik kalo memaksakan diri lebih dari kemampuan. "
"Tapi setidaknya ini masih berada dalam kemampuan ku lis. "
"Aarrgggghhh, aku malas berdebat sama kamu sa. Kamu gak pernah mau kalah, padahal pemikiran kamu itu udah salah. " Gerutu lisa yang semakin frustasi, karena kalah debat dari raisa.
"Tok.. Tok.. Klek.. " Pintu yang di ketuk dan langsung di buka.
"Dokter Lisa, obat nya sudah saya dapat kan. " Kata sen sambil meletakkan nya di atas meja, lalu pergi begitu saja. Karena sen tau, pasti saat ini lisa membutuhkan waktu berdua dengan raisa
"Baiklah, aku akan memberitahu mu cara mengonsumsi tiga pil yang berbeda, dan berada di tiga tempat yang berbeda pula. " Kata lisa sambil memegang tiga pil itu.
__ADS_1
"..... " Raisa hanya diam, dan sudah siap menyimak hal apa yang akan di beritahukan lisa.
"Pil pertama, ini hanya vitamin biasa. Fungsi nya agar dapat menstabilkan imun dan cara kerja semua saraf dan nadi mu. Warna nya kuning, di konsumsi saat bangun pagi dan saat akan beristirahat pada malam hari. Sampai sini paham ? "
"Em.. Em.. " Kata raisa sambil mengangguk.
"Pil kedua, adalah pil yang berfungsi untuk mengurangi aktifitas sel kanker yang ada di otak mu. Warna nya putih, di konsumsi setelah makan pagi, siang, dan makan malam. Paham? "
"Paham.! " Jawab raisa.
"Pil ketiga, pil dengan warna merah ini adalah pil yang wajib kamu bawa kemana mana. Karena tak ada yang tau, kapan kamu akan merasakan guncangan pada kepala mu itu. Dia seperti alat untuk orang yang bermasalah pada gangguan pernapasan (Asma), tapi dalam bentuk pil. Memang dua pil sebelum nya harus terus kamu bawa, tapi pil ke tiga ini yang menjadi prioritasnya. Kalo kamu mengalami guncangan di bagian otak, rasa nya akan sangat sakit dan kamu akan kehilangan kesadaran. "
"........ " Raisa hanya diam.
"Syukur syukur kalo kamu berada bersama keluar, teman dekat, atau lingkungan yang ramai. Sehingga dapat di bawa ke rumah sakit, tapi bagaimana kalo kamu pingsan di tempat sepi dan di perkosa ? Atau bahkan di bunuh. Kita tak ada yang tau nasib masing masing, tapi berjaga jaga sudah menjadi hal mutlak dalam hidup. "
"Baik, aku mengerti. Jadi berhentilah menceramahi ku , seperti kamu sudah hidup ratusan tahun. " Kata raisa.
"Kalo aku lagi keren kaya tadi itu, jangan rusak suasana nya dong sa. Ih, gak peka banget tau gak.. "
"Hahaha, iya iya.. Lalu apa yang akan terjadi kalo salah satu pil ku habis lisa ? Apakah aku dapat membeli nya di tempat lain ? Atau aku memesan nya pada mu ? "
"Tak perlu raisa, karena semua jumlah pil obat ini setara dengan lima bulan pemakaian... Itupun kalo sampai lima bulan... " Kata lisa dengan suara lemas.
"Syukurlah karena aku tak perlu repot untuk mencari alasan jika di tanya... Hahaha, makasih banyak yaah lisa. " Kata raisa dengan suara yang sedikit bergetar.
"Um... " Jawab lisa tak tega.
"Ah, sudah jam segini.. Aku pulang dulu yaah lis, kapan kapan kalo aku punya waktu, aku bakal nyuruh yang lain untuk ngumpul bareng. Pastikan saat itu kamu punya waktu yaah.. " Kata raisa sambil sibuk memasukan ketiga pil itu ke dalam kresek, dan mengikatnya kuat kuat. Lalu dia masukan ke dalam tas.
__ADS_1
"Aku pergi dulu yaah lis, dada.." Pamit raisa sambil berjalan cepat, karena saat ini dia tidak merasakan nyeri atau pusing di bagian kepala nya.