
"Ah... Aku benar benar lupa akan hal ini.. Aku benar benar lupa, bahwa saat ini Aku sedang berbicara dengan wanita yang sangat kuat. Saking kuat nya, Dia dapat melewati ancaman maut dengan sekuat tenaga.! " Batin Noa yang kini sedang tertegun.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
Bukan cuma Noa, Resa yang saat ini lengan nya sedang di gandeng oleh Raisa saja ikut tertegun. Dari banyak nya perkataan yang Raisa utarakan, memang banyak yang membuat Resa sadar bahwa wanita milik nya ini adalah wanita yang sempurna di mata Resa. Namun dari semua perkataan Raisa, ada beberapa bagian yang membuat Resa bingung harus bahagia atau merasa sangat kegirangan.
Bisa jadi setelah dari sini, beberapa tahun kemudian Kami akan kedatangan anggota baru !
Perkataan itu membuat Resa ingin sekali berteriak dan melompat kegirangan. Namun karena saat ini bukan lah saat yang tepat, Resa harus menahan hasrat nya.
"Ah... Kamu menyadarkan Ku akan sesuatu yang Aku lupakan Sa.. " Ujar Noa akhir nya, yang terdiam cukup lama.
__ADS_1
"Syukurlah kalau Kamu sudah sadar Noa.. Kalau begitu Aku dan Resa pamit dulu yaah, pasti yang lain udah nunggu Aku dan Resa di bandara. Kamu tau kan, kalau mereka udah terbang duluan ke Indonesia dari kemarin ? Jadi, jaga diri Kamu baik baik di sini yaah... Karena gak ada Ayang kamu yang bakal kasih semangat.. "
"Emm.. Entah kenapa Aku merasa bahwa itu bukan kalimat perpisahan, tapi kalimat ejekan ! Apakah Aku yang salah sangka 💢💢 ?? " Tanya Noa yang sudah mengepal tangan nya, tampak jelas Dia sedang sangat kesal.
"Benarkah ? Aku rasa tidak ! " Sambung Resa yang memang saat ini saking senang nya, akan membenarkan perkataan Raisa. Yaah walaupun saat Dia sedang tidak senang pun akan selalu membenarkan perkataan Raisa, jadi sama saja sih.
"Mending Kalian berdua pergi sekarang juga deh. Mengganggu banget tau gak ?! " Cetus Noa akhir nya.
"Tak usah di suruh pun Kita bakal pergi kok Noa ! Buktinya sekarang kita udah sampai di pintu. " Jawab Raisa dengan senyum jahil nya.
"Apa ?! Sudah sejauh itu ? Sejak kapan kalian mulai berjalan ? Apakah kalian melayang seperti kuntilanak ? " Dengan sangat kaget nya, Noa terpaksa harus menunjuk kan raut wajah nya yang sedang kaget.
"Terserah Kamu deh, mikir sendiri aja jawaban nya. Aku dan Raisa adalah orang yang sangat sibuk ! " Jawab Resa dan langsung berlari ke arah lift bersama Raisa.
Sungguh tak bisa bersikap dengan sangat hati hati, jika mereka berdua sudah bersama. Yaah, setidak nya bersikaplah layak nya orang yang baru sembuh dari sakit, tapi melihat mereka berdua yang berlari terbirit birit ke dalam lift, seperti nya itu hal yang mustahil mereka peran kan.
* * *
Setelah sampai Erna dan Dika tidak langsung kembali ke rumah mereka masing masing, karena ingin pergi melihat adik perempuan Lisa yang baru lahir.
Di saat Resa dan Raisa di sambut oleh keluarga besar nya, yaah walaupun hanya Surya, Risa, Selvi, dan Silvia, itu sudah dapat membuat banjir air mata karena hingga detik ini mereka masih terus khawatir dan merasa tak tenang jika jauh dari Raisa. Dan di saat yang bersamaan, Noa yang berada di Belanda mendapat panggilan masuk dari seorang kenalan lama yang ada di Indonesia.
* * *
__ADS_1
"Aku membutuhkan bantuan Mu ! " Ujar si kenalan lama Noa.
"Katakan saja, Akan Aku pikirkan setelah mendengar permintaan Mu ! " Jawab Noa sambil memejamkan mata nya di kursi tempat dia bersandar merilekskan otot tubuh.
"Tolong sembuhkan Anak Ku ! " Pinta nya yang langsung to do point.
"Anak Mu ? Wow, Kamu sudah punya anak ?Penyakit apa yang dia derita ? " Tanya Noa, karena mendengar suara khawatir dari kenalan lama nya, ini berarti sungguhan.
"Leukimia, ! "
" Apa ? Berapa umur anak Mu saat ini ? " Tanya Noa yang tanpa sadar berteriak, karena penyakit leukimia, adalah penyakit yang pengobatan nya belum di temukan dengan pasti. Harapan hidup dari si penderita juga sangat tipis, setipis tisu dan kertas atau bahkan lebih tips.
"Anak Ku berumur dua setengah tahun. Kumohon, bantu Aku Noa ! "
"Astaga Nando... Bukan kah Ayah Mu seorang dokter ? Bahkan dia lebih berpengalaman dari Ku, kenapa Kamu harus meminta tolong pada Ku sih ? "
"Tak bisa Noa.. Ada beberapa hal yang tidak Kamu tau ! Jika Kamu datang menolong Ku, Aku janji Aku akan melakukan apapun untuk Mu. Kumohon... Lusi sangat khawatir akan keselamatan anak Kami yang baru berusia dua setengah tahun ini. " Pinta Nando dengan segala cara nya.
"Hah... Baiklah Aku akan pergi ke Indonesia, karena Aku juga ada urusan dengan seseorang, maka Aku akan membantu Mu.! " Ujar Noa akhir nya, karena terpikirkan akal Silvia yang hingga saat ini belum juga menemukan titik muara persoalan nya dapat terjadi.
"Sungguh ? Ah, Aku sangat berterima kasih pada Mu ! Terima kasih ... Terima kasih ... Terima kasih ... " Ucap Nando berkali kali. Ini menyangkut nyawa anak nya, Dia tidak mau nanti situasi nya berbalik di mana bukan anak nya yang mengantar nya ke liang kubur, tetapi diri nya sendiri yang mengantar jenazah anak nya. Membayangkan nya saja sudah sangat mengerikan.
"Sudahlah.. Aku akan bersiap siap.. Tapi Aku tak bisa pergi ke sana saat ini juga. Aku harus mengurus cuti di sini, agar gaji dan pekerjaan Ku tidak terancam saat Aku sudah selesai menyembuhkan Anak Mu nanti. Tak apa kan ? Tapi Kamu tenang saja, karena paling lambat Aku sudah tiba di sana besok saat matahari belum muncul ! "
__ADS_1
"Baiklah.. Apapun itu, asalkan Kamu dapat datang dan menyelamatkan anak Ku ! " Ujar Nando yang merasa agak lega. Setidaknya Anak Laki laki nya dapat di sembuhkan.
"Haaahh... Apakah Aku tidak di ijinkan untuk beristirahat ? Baru saja selesai mengurus Raisa, sekarang anak nya Nando lagi ? Bukan nya mau mengeluh, tapi Aku ingin meluruskan hubungan Ku dan Silvia.. Aku juga merasa sangat terbebani jika Dia nya hanya bersikap dingin pada diri Ku seorang ! Aku ingin mendengar dari mulut nya sendiri, apa yang terjadi saat Dia berumur 17 tahun sehingga Silvia yang selalu nampak ceria itu tak berlaku lagi untuk Ku ! " Monolog Noa pada diri nya sendiri, karena kalau boleh jujur.. Noa hampir di buat gila dengan situasi antara sikap Silvia yang berbeda pada Keluarga nya dan pada Diri nya.