Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 130.


__ADS_3

Respon Noa menanggapi perkataan Silvia yang ngelantur tadi. Silvia bena benar melakukan kesalahan besar, karena diri nya telah memberikan peluang bagus kepada Noa.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


"Sembarangan ! Brayen belum sembuh, Kamu juga belum tahu semua nya, jangan bikin masalahnya tambah ribet. Pertama masalah Kita yang saat ini saja belum dijelaskan kepada seluruh keluarga kita, dalam hal ini adalah keluarga ku dan keluarga Mu. Jika kita menyampaikan akan menikah, di saat Brayen belum sembuh, di tambah belum ada tahu kenyataan saat Aku berusia 17 tahun. Noa, Kamu bener-bener akan membuat mereka semua pusing mau mendengar dari masalah yang mana terlebih dahulu. "

__ADS_1


"Sudahlah ! Tadi Aku hanya menyambung apa yang Kamu sampaikan, tapi melihat respon Mu yang seperti ini, sepertinya masih lama ya. Oia Silvia, Kamu belum mengatakan kapan Kamu akan setuju untuk melakukan operasi pendonoran sumsum tulang belakang pada Brayen ! " Jawab Noa yang memutuskan untuk membahas topik yang lain ,karena sepertinya topik sebelum nya sudah tidak dapat di bahas lagi untuk saat seperti ini.


"Aku tak masalah kapan pun itu Noa ! Kapan saja jika Kamu ingin melakukan nya. Tapi Noa, operasi pengangkatan sumsum tulang belakang bukan sesuatu yang dapat dinikmati. Apa kah tak masalah jika Kamu akan menderita untuk beberapa saat ?"


"Tak masalah bagi Ku jika harus menderita beberapa saat Silvia ! Dan seperti yang Kamu katakan tadi, belum ada yang Aku korban kan untuk diri Mu dan diri Brayen. Jadi biar kan Aku berkorban untuk anak Ku sendiri, karena kenyataan yang sebenarnya adalah bryan sungguh adalah anak Ku kan ?"


Silvia benar-benar terdiam dibuat pernyataan yang Noa sampaikan. Ada beberapa hal yang menjadi janggal di dalam pikiran nya. Silvia merasa heran dengan tindakan nya saat ini, karena jika Noa sudah mengetahui bahwa Brayen adalah anak kandung Nya, kenapa harus repot repot untuk mendesak Silvia, agar menjelaskan apa yang terjadi saat Silvia berusia 17 tahun bukan ? untuk saat ini sepertinya lagi-lagi dan untuk kesekian kalinya silvia tak bisa menjawab atau menemukan jawaban dari apa yang dipikirkan benar-benar membutuhkan waktu yang panjang ya.


setelah mendengar jawaban dari sofia, noah menatap suster yang masih berdiri di belakangnya. noah memberi perintah pada sang suster, untuk memberitahukan pada azizah sementara noah, angger menyiapkan semua perlengkapannya dibutuhkan untuk menjalankan operasi mendonorkan sumsum tulang belakang dalam satu atau pada lambat 2 hari dari sekarang. noah benar-benar tak mau menerima laporan bahwa operasi pendengarannya di ditunda atau mengalami halangan di beberapa hal.


setelah mendapat perintah dari nengah sang suster pun meninggalkan silvia dan noah, tampak jelas bahwa super sudah sangat amat bahan dengan perintah yang diberikan oleh noah. salah sedikit saja mereka melakukannya, sudah pasti mereka akan memulai pekerjaan di tempat lain karena diberhentikan dari rumah sakit ini. kenyataannya walaupun noah bekerja di sini atas bantuan yang diberikan oleh dokter vincent, noah tetap memiliki hak karena kedua orang tuanya adalah ambassador terbesar di beberapa rumah sakit yang ada di indonesia.


...¤...


...¤...


...¤...

__ADS_1


...¤...


...[Paris ]...


Reza dan Raisa sedang sarapan pagi dengan suasana yang sangat amat hening. Penjelasan nya sangat simple, Raisa memilih diam karena Resa belum juga memberi tahu Raisa untuk apa mereka datang ke Paris. Apakah ada urusan pekerjaan ? Apakah ada sesuatu yang ingin Resa lakukan? Resa mengatakan bahwa sebaik nya pekerjaan ini di tunda dulu, karena ada Silvia di indonesia yang memerlukan mereka. Tapi Resa kali ini tak kalah keras kepala dari Raisa, beda sekali dengan Resa yang selama ini selalu menuruti kemauan dari Raisa.


Resa mati-matian mengatakan bahwa ini juga merupakan hal yang penting, dan hal yang penting ini harus benar-benar terlaksana kan sebelum Mereka kembali ke indonesia. Karena jika ditarik ulur lagi, atau jika ditunda karena berbagai alasan yang ganting sekali pun, maka hal yang penting ini tidak akan menjadi sesuatu yang bagaikan ke kejutan bagi beberapa orang.


"Baiklah, Aku kalah! " Ujar reza akhir nya, setelah selesai sarapan pagi dan meminum segelas air!


"Jadi apakah Kita akan pulang kembali ke indonesia saat ini juga? " Tanya Raisa yang di wajah nya langsung tanpak ekspresi lega! Tak sia-sia diri Nya menahan mentalnya yang tersakiti jika melihat Resa terdiam karena memilih untuk mengalah dari diri nya.


"Aku memang bilang bahwa Aku kalah Raisa, tapi tetap saja kita berdua akan pulang kembali ke indonesia setelah menghabiskan 24 jam di paris hari ini juga. Aku janji pada Mu, saat keesokan paginya, Kamu akan membuka mata di pagi hari, di mana kamu sudah berada di indonesia. Percayalah pada Ku Raisa, Aku memang tak akan lepas tanggungjawab dari Adik semata wayang Ku, tapi Aku juga tak bisa melepaskan apa yang menjadi bagian dari masa depan Ku Sa ! " Jawab Resa pada perkataan Raisa yang sudah tampak sangat excited.


"Baik lah, jika hanya 24 jam Aku akan menyetujui. Ingat saat Aku bangun besok pagi, Aku mau Aku sudah berada di indonesia. Terserah kamu mau melakukan teleportasi or something, yang jelas Kamu sudah berjanji pada Ku. Jadi tepati lah janji itu dan jangan di ingkari!" Jawab Raisa merespon perkataan Resa.


Sungguh aneh kedua orang ini. Saat jatuh nya sakit, satu nya ikut menderita karena tak tega melihat pasangan yang terbaring lemah di atas ranjang pasien. Namun saat Mereka sudah sembuh dan sudah dapat berbicara dengan normal seperti pada umum nya, selalu saja ada perdebatan perdebatan kecil dan aneh nya selalu saja ada masalah yang menghampiri Mereka. Apakah sesulit itu untuk mereka mendapatkan kebahagiaan walaupun hanya sesaat? Rasanya saat ini, Resa dan Raisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan berselisih dari pada melakukan hal-hal romantis. Ya walaupun sesekali mereka melakukan hal romantis, itu tak akan mengubah kenyataan bahwa mereka baru saja selesai berdamai atas suatu masalah yang entah apa itu.

__ADS_1


karena rasa ingin menempati janji nya, Resa menyuruh Raisa untuk berdandan atau mengubah penampilan nya. Tak usah yang menor menor atau yang harus memukau. Cukup dengan rapi dan bersih saja, sudah menjadi suatu daya tarik bagi Resa, tapi bukan Raisa namanya jika tidak memperhatikan fashion yang Dia pakai.


__ADS_2