Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 45.


__ADS_3

...(Hari liburan keenam)...


Karena ini hari keenam dan hari terakhir Raisa liburan, Mereka berencana untuk pergi ke Taman Bunga mawar dan Bunga lain nya, yang saat ini sedang bermekaran.


Di taman bunga ini pun akan di tutup dua hari ke depan, karena menurut perhitungan bunga bunga yang bermekaran akan jatuh sehelai demi sehelai dan pasti nya tak ada lagi hal indah atau estetik yang mewarnai taman.


Raisa, Resa, Silvia, dan Surya sudah bersiap siap dengan sangat amat sempurna, karena mereka akan mengambil foto sebanyak mungkin di taman bunga yang akan di tuju.


Agar semua kenangan mereka dapat tersimpan di album dan dapat di lihat lagi untuk mengingat masa lalu yang berharga dan membahagiakan.


Memang tak akan terlupakan, tapi mengabadikan setiap momen yang terjadi, terasa lebih baik dan lebih sempurna.


"Apakah kalian sudah selesai bersiap nya ? " Tanya Surya dengan penampilan nya yang sudah tertata rapi.



"Kalo silvia sih udah selesai dari tadi om, gimana penampilan silvia ? Gak norak kan ? Soalnya kak Raisa yang pilih baju ini untuk silvia. " Jawab silvia dengan penampilan yang lebih bagus dari kemarin kemarin.



"Kamu cocok ko sama baju itu, terlihat imut seperti anak SMP. " Puji surya yang membuat Silvia merasa semakin di sayang oleh orang orang yang silvia anggap keluarga.


"Aku udah selesai juga kok. Gak liat apa aku lagi duduk di kursi ? Yang belum selesai siap itu Raisa tau.. " Sambung Resa dengan penampilan nya yang ikut berbeda dari hari biasa nya.




"Biasa aja kali, nama juga cewek. Wajar lah kalo siap nya lama ! " Jawab raisa yang kini mulai turun dari anak tangga, dengan penampilan yang semakin cantik dan memesona.





"....... " Resa hanya bengong melihat penampilan raisa yang tak bisa membuat mata nya menatap ke arah lain.! Seakan magnet yang terus menarik benda benda di sekitaran nya.


"..... " Surya ayah nya raisa juga terdiam, karena penampilan raisa sangat mirip dengan ibu nya saat masih muda. Hal inilah yang membuat surya tak dapat berkata apa pun.


"...... " Jangan kan laki laki, silvia yang seorang perempuan saja ikut terpesona melihat raisa.


"Hem ? Kalian bertiga kenapa ? " Tanya Raisa sambil tersenyum.



"Wah, seperti nya kita tak usah pergi ke taman bunga deh ! " Kata resa.


"Iya silvia juga setuju.! "


"Loh kok gitu sih ? " Tanya raisa.


"KARENA UDAH ADA YANG LEBIH INDAH DARI BUNGA DI TAMAN.! " Jawab Resa dan Silvia bersamaan.

__ADS_1


"Cukup gombalan dan pujian kalian ini, saat nya kita jalan. Karena bisa gawat kalo tukang foto yang udah kita sewa sampai duluan, dan menunggu kita. " Kata raisa sambil mendorong Resa dan Silvia.


"Ayah ? " Panggil Raisa, karena ayah nya masih diam menatapnya.


"Kamu semakin mirip ibu kamu sayang.. " Kata Surya sambil memegang kepala dan wajah raisa.


"Em.. Raisa tau Ayah, Raisa juga tau kok. Udah jangan pasang wajah sedih kaya gitu dong ayok jalan. Biar kita bisa menikmati hari yang indah. " Kaya Raisa membujuk ayah nya.


Surya pun menurut dan berjalan duluan. Kali ini raisa yang kembali terdiam, menoleh ke samping kanan, dan melihat di dinding paling atas. Terpasang sebuah foto besar yang selalu Raisa lihat jika melewati nya.


"Raisa pergi dulu yaah, Ibu... " Kata Raisa dengan senyuman dan berjalan ke arah pintu menyusul yang lain nya.


...(Foto yang di lihat Raisa)...



...๐Ÿฅฐ...


...๐Ÿฅฐ...


...๐Ÿฅฐ...


...๐Ÿฅฐ...


...๐Ÿฅฐ...


...(Di taman bunga)...


Saat baru memasuki Taman bunga, Silvia dan yang lain nya langsung di sambut dengan bunga bunga yang seperti gerbang, terhubung ke atas, sehingga membentuk setengah lingkaran.



Karena fotografer yang di sewa sudah datang, Raisa dan yang lainya langsung mengambil foto pertama dan pembuka di gerbang masuk itu. Berbagai macam pose terbaik di keluarkan Resa dan lain nya, agar pemotretan ini dapat membuahkan hasil yang bagus.


Setelah itu, Resa dan yang lain nya berjalan mencari tempat yang bagus untuk di jadikan background foto ke dua. Dan mereka bukan hanya fokus mencari tempat foto, tetapi menikmati setiap langkah yang mereka lalui.


Fotografer juga terus mengambil foto walaupun belum mendapat background yang sesuai, karena Surya, Resa, Raisa, dan Silvia adalah orang orang dengan wajah dan sifat ramah yang jarang di temui.


...(Background Foto ke dua)...



...(Background foto ke tiga)...



...(Background foto ke empat)...



...(Background foto ke lima)...


__ADS_1


...(Background foto ke enam)...



Mereka berempat terus menemukan tempat tempat baru untuk berfoto, sudah banyak jumlah foto yang tak bisa di hitung lagi. Yang ada hanya perkiraan antara 500 - 800 foto. Sulit di percaya bukan ?


Hal itu dapat terjadi, karena fotografer terus memotret kebersamaan antara Surya, Resa, Raisa, dan Silvia.


...๐ŸŒธ...


...๐ŸŒบ...


...๐ŸŒธ...


...๐ŸŒบ...


...๐ŸŒธ...


...๐ŸŒบ...


Setelah berfoto berjam jam, Surya dan yang lain nya memutuskan untuk makan siang. Beruntungnya di samping taman bunga, terdapat restoran yang dapat membuat Surya dan yang lain nya merasa lega.


Karena entah apa yang akan terjadi, jika mereka. harus mencari restoran, dan kembali lagi ke taman ini. Karena saat malam hari, saat semua lampu di hidupkan, pemandangan di taman itu bertambah lagi keindahan nya berkali kali lipat.


Memang sedikit terbilang terobsesi dengan foto atau sejenisnya, tapi Raisa dan yang lain nya tak mempedulikan hal itu. Karena tak ada yang tau kapan mereka bisa ke taman bunga ini bersama sama seperti saat ini. Hal ini di mengerti dengan baik oleh RAISA.!


...๐Ÿ“ท...


...๐Ÿ“ธ...


...๐Ÿ“ท...


...๐Ÿ“ธ...


...๐Ÿ“ท...


...๐Ÿ“ธ...


...(Malam hari Di taman Bunga)...



Yaah, gosip yang mengatakan bahwa pemandangan taman bunga di malam hari lebih indah dari siang hari, ternyata benar ada nya.


Raisa dan yang lain nya melanjutkan pemotretan di malam hari, dengan Ring Light sebagai penerang, yang di pasang di samping Fotografer.


Situasi taman di malam hari lebih ramai dari pada di siang hari. Tapi bukan berarti pengunjung pada siang hari terbilang sedikit. Perbedaan nya hanya beberapa persen saja.


Masing masing orang datang dengan keluarga mereka, ada yang datang dengan kekasih masing masing. Mereka berjalan bergandeng tangan melewati setiap tempat yang di penuhi oleh bunga dan lampu.


Banyak tawa terdengar di mana mana, canda tawa dari beberapa sahabat yang lewat, saat membahas masalah asmara dan plakat jomblo yang tetap bersemayam di diri masing masing.


Sedangkan suasana di antara Surya dan yang lain nya tak kalah seru dan lucu. Karena ada Dua bersaudara yang akan terus bertengkar jika ada sedikit perbedaan pendapat dan pemahaman.

__ADS_1


Ada Surya ayah nya Raisa, yang tak kalah seru dalam menyampaikan lelucon. Ada Resa dan Raisa yang bercerita tentang pengalaman dulu mereka saat sekolah. Benar benar momen yang sangat sangat patut untuk di kenang selama nya.


__ADS_2