
"Untuk mengambil ginjal Raisa yang di berikan pada Mu sembilan tahun yang lalu ! " Jawab Lisa dengan tanpa keraguan sedikit pun.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
Jawaban dari Lisa sontak membuat Andre tercengang bahkan langsung ketar ketir. Dia ingin saja lari dari ranjang pasien saat ini juga, namun hal itu tak mungkin bisa dia lakukan. Karena untuk menggerakkan satu jari nya saja sangat sulit bahkan tak bisa. Dia seakan hanya orang lumpuh saat ini.
"KAU... KAU GILA... KENAPA KAMU INGIN MENGAMBIL GINJAL ITU HAH ? " Dengan sangar geram Andre bertanya pada Lisa.
"Entahlah... Aku hanya mengikuti kemauan seseorang, yah walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa Aku juga sangat bersemangat dalam melakukan ini ! " Jawab Lisa yang tangan nya tetap telaten membelah dan melakukan beberapa hal pada organ Andre. Karena sekalipun Lisa tetap setia menjawab perkataan Andre, tingkat fokus nya pada pisau bedah tidak minggat sama sekali.
"KAU GILA !!! DOKTER APA YANG SEPERTI DIRI MU, BUKAN NYA MENYEMBUHKAN PASIEN MALAH MENCELAKAKAN PASIEN ! APAKAH KAMU SUNGGUH SEORANG DOKTER YANG DI SEBUT SEBAGAI DOKTER MUDA YANG GENIUS ??? "
"Tentu sana Aku adalah dokter Genius itu ! Saking Genius nya Aku, Aku tidak langsung menyuntikkan cairan yang membuat Mu mati seketika ! Karena... " Lisa menggantung perkataan nya.
"Karena ? " Tanya Andre yang merasa penasaran di situasi saat ini.
__ADS_1
"Karena Kamu adalah manusia yang tidak pantas untuk mati dengan mudah ! " Dengan tatapan tajam ke arah Andre, Lisa memberikan jawaban yang dia berikan pada Fitri.
"........ " Andre terdiam, dia tak bisa berkata kata saat mendengar jawaban dari Lisa. Dia tak percaya bahwa ada wanita yang kejam seperti Lisa di dunia ini. Tak tau saja, bahwa masih ada yang lebih jahat dan bengis dari Lisa.
* * *
Beberapa saat kemudian...
"Yaps.. Dapat! " Seru Lisa dengan suara yang di perbesar. Hal itu membuat Andre membulatkan mata nya karena merasa syok, dan membuat Resa dan si kembar Andro Andra melihat ke arah organ dalam yang Lisa pegang.
"Apakah kamu yakin itu milik Raisa ? Jangan sampai salah ambil lagi.. " Tegur Resa yang takut bahwa jangan sampai yang di ambil Lisa adalah ginjal milik Andre.
"Tidak.. Tidak.. Tidak.. Aku sudah berkecimpung lama di dunia operasi, Aku dapat membedakan ginjal bawaan milik pemilik nya, dan Ginjal yang di pasang seperti ini. Kamu tenang saja Resa... Karena sekalipun ginjal itu cocok dengan nya, tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat perbedaan antara ke dua nya. Kamu tidak akan paham Resa ! Kalau kamu masih kurang percaya, mending Kamu mendekat dan lihat isi dalam manusia ini. Akan Aku jelaskan serinci rinci nya sampai otak Mu yang pintar itu menjari paham.. Jadi, kemari lah.. " Ajak Lisa sambil menatap Resa dengan sangat antusias.
"Tidak ! Terimakasih ! "
Seru si kembar Andro Andra secara bersamaan. Mereka berdua langsung menghalangi Resa yang belum bergerak sama sekali. Padahal Resa juga tak ada niatan untuk mendekat, di kembar saja yang terlalu seperti baby sister yang posesif.
"Tenang saja Dro, Dra... Gue gak gila pen liat isi dalam organ manusia !! Jadi berhenti bertindak seperti baby sister yang lagi jagain bayii !!! " Teriak Resa sambil menjitak kepala Si kembar dan sontak menciptakan benjolan.
"Jahat nya ~ !! "
^^^"Jahat nya ~ !! "^^^
Keluh si kembar sambil mengusap benjolan di kepala mereka ! Seperti nya mereka kedatangan penghuni lain pada kepala mereka, tentu tak lain dan tak bukan adalah *Benjolan* (*°∀°)\=3
"Maaf Lisa, Aku tidak tertarik melihat isi dalam dari seorang sampah ! Silakan lanjutkan apa yang sudah kita katakan kemarin ! " Ucap Resa yang kembali memasang wajah serius.
__ADS_1
Lisa mengangguk, dia meletakkan satu ginjal yang sudah di ambil di atas nampan, dan seorang dokter membawa nya entah kemana. Seperti nya ingin di sumbangkan pada yang membutuh kan. Lalu Lisa berbalik ke arah Fitri, dia melihat dua dokter telah mengeluarkan satu ginjal milik Fitri, dan tampak Fitri sedang menangis terisak.. Dia terus memohon mohon agar ginjal nya tidak di ambil, namun sayang nya... Dia memohon pada orang orang yang sudah tau kebusukan dan watak asli nya.
Melihat ginjal Fitri di berikan pada Lisa, membuat bola mata Andre yang sedari tadi melihat Lisa langsung terbelalak, dan seolah sadar akan sesuatu.
"Ja... Jangan bilang... Kamu ingin memberikan ginjal wanita murahan itu pada ku ? " Tanya Andre dengan sangat geram nya.
Saat Lisa baru akan buka mulut untuk bicara, Resa sudah menyela nya dan berbicara duluan.
"Bukan kah kalian berdua adalah sepasang kekasih, yang saling menyayangi dan tak dapat terpisahkan ? Sekalipun oleh Dewa kematian, Kalian berdua tidak akan terpisahkan ! Bukan kah itu gosip yang tersebar dan sangat kamu sukai sehingga semakin menyebarkan gosip itu ? Tunggu dulu... Jangan bilang kamu Lupa ? "
"Ja.. Jangan bercanda ! Aku tak pernah ingin menyebarkan gosip menjijikan seperti itu ! " Cetus Andre yang tampak sangat keras kepala.
"Ayolah Andre.. Aku ada di sini loh, Aku adalah Sekretaris yang selalu kamu suruh loh.. Tak mungkin kan Aku membayar orang lain untuk menyebarkan berita itu di kantor dan di tempat lain ? " Sambung Andra yang merasa lucu melihat ada manusia yang masih mengelak di situasi yang tidak menguntungkan.
"O... Omong kosong !!! Kau sengaja mengatakan hal itu pada Resa kan ? Iya kan ? Cih, Aku tak pernah menyuruh Mu untuk menyebarkan gosip murahan seperti itu !! " Ucap Andre yang seperti nya akan terus kekeh, sekalipun bumi terbelah menjadi dua.
"Dasar mahluk tidak berotak ! " Ejek Andra sambil memutar sebuah rekaman suara dari ponsel nya.
Inti dari rekaman itu adalah, Percakapan antara Andre dan Andra, saat Andre menyuruh nya untuk menyebarkan gosip yang kata nya sangat murahan tadi. Mendengar suara nya sendiri dari rekaman suara yang di putar, membuat Andre malu dan menampakkan muka yang sudah bersemu merah.
"Ckckckck... " Decak lidah dari Lisa yang sedang memasang ginjal Fitri ke ginjal Andre yang tersisa satu itu.
"Dan lagi, bukan kah Kau dari dulu mengaku ngaku bahwa kamu lah yang mendonorkan ginjal untuk orang yang kamu sebut *Kakak Andre* itu ? Karena Kamu sangat terobsesi akan hal itu, maka Aku akan mengabulkan nya ! Bukan kah seharusnya kamu senang ? " Tanya Resa yang saat ini mata nya bertatapan dengan mata Fitri yang terus berair.
"Tidak.. Hiks.... Aku tidak mau hidup dengan satu ginjal.. Hiks... Aku tak mau mati... Aku ingin hidup... Hiksss.. Tolong maaf kan perbuatan ku.. " Mohon Fitri yang sedang berharap akan di maaf kan, sehingga ginjal nya dapat di kembalikan. Dia tidak menyesal akan perbuatan nya, Dia hanya tak mau hidup tersiksa karena satu ginjal dan tak mau Mati !
Walaupun sudah berada di situasi seperti ini, Dia tidak mengakui kesalahan nya, dan terus mengutuk Raisa di dalam hati karena mendapatkan Pria yang tampan, kaya, punya kuasa, dan tulus mencintai nya. Berbanding terbalik dengan diri nya yang langsung di buang oleh Andre saat keburukan nya di ketahui.
__ADS_1