
"...... " Silvia tidak berkata apa apa. Dia hanya tersenyum bahkan sesekali tertawa, karena perkelahian antara Resa dan Raisa dapat menjadi hiburan tersendiri.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
"Udah, mending Kamu pesan makanan aja sana. Aku mau lanjut bicara sama Silvia ! " Perintah Raisa yang seperti membuat Resa agar menjauh sedikit saja dari diri nya.
"Halo Sil, Kamu masih di sana kan ? " Tanya Raisa yang akhir nya berbicara lewat telepon kembali.
"Em, Silvia masih di sini kok Kak ! " Jawab Silvia dengan suara yang terdengar sedikit lebih baik dari sebelum nya.
"Kamu tenang aja yaah Sil, paling lambat tiga hari Aku udah sampai di indonesia. Aku juga bakal usaha biar hanya tinggal di sini selama dua hari saja, karena akan sangat membuat Ku cemas jika memikirkan Mu ! " Kata Raisa yang memang sedari tadi sudah memikirkan hal hal yang dapat membuat nya cemas, tentang masalah Silvia.
"Makasih yah Kak Raisa, Silvia terbantu banget dengan kehadiran Kaka ! "
__ADS_1
"Udah lah, santai aja. Sekarang Aku matiin dulu yaah telepon nya, soal nya Resa udah menggeliat tak karuan karena ingin makan saat ini.. Haah, Kaka Mu kenapa di cetak sepertu itu sih 💢 ? " Protes Raisa yang kini di kening nya sudah berkerut.
"Hahaha, Kak Resa emang kalau lagi sama wanita nya, pasti bakal bersikap kaya bayi tau gak ?! "
"Benarkah ? Waah, berarti Aku bukan nya dapat seorang suami, tapi dapat bayi baru ? "
"Hahaha, pokok nya kurang lebih kek gitu lah.. " Jawab Silvia dengan sembari memberikan tawa kecilnya
"Oke kakak rasa saat ini cukup sampai di sini saja ya sil. have a nice day okay ? "
Setelah telefon berakhir, silvia pun mencoba untuk berpikir positif dengan duduk duduk seorang diri di dekat taman rumah sakit. Di pikiran Silvia saat ini dia tidak menyalahkan siapa-siapa lagi, yang ada dia hanya ingin mendapatkan ketenangan agar bisa naik ke ruangan Brayen yang di lantai 4.
* * *
Berbeda dengan saat pertemuan mereka pertama kali, Dimana Lisa sangat dingin dan jutek. Mungkin karena saat itu Lisa sedang banyak pikiran apalagi dia sedang mengantar Raisa, sehingga pikiran Lisa saat itu tidak tertata dengan baik dan membuat Lisa dicap jutek dan dingin oleh Noa.
"Ah jadi saat itu bukan sifat mu yang sesungguhnya ? " Tanya Noa dengan nada girang nya, karena Noa memang adalah orang yang sangat cepat bergaul dengan seseorang karena sikap bawaan Noa adalah Humble.
Memang sikap bawaan noah mudah bergaul, tetapi itu pun bagi orang-orang yang tidak memandang Noa dengan tatapan terobsesi, terkagun kagum, atau punya maksud lain. Hidup dengan latar belakang yang baik, wajah yang tampan serta perawakan yang cukup bagus, membuat Noa mau tidak mau harus waspada setiap saatnya. Karena tak ada yang tahu isi pikiran manusia, maka sebab itu Noa lebih memilih untuk jaga-jaga atau antisipasi sehingga lawan bicaranya adalah orang-orang tertentu yang memandang noah sama dengan manusia lainnya tidak lebih dan tidak kurang.
"Iya saat itu memang pikiran Ku sedang kacau balau, dan penuh dengan banyak pikiran yang tidak tertata rapi. Maka sebab itu aku menjawab Mu asal-asalan saja ! Kamu tahu sendiri kan, saat itu situasinya sangat amat tidak memungkinkan untuk Aku dapat bercengkrama dengan Mu. Aku sedang takut kehilangan Raisa yang memiliki sel kanker di otaknya, di tambah dengan kamu yang mengajak ku bicara, itu seperti sedang mengorek harimau yang kelaparan. Hahaha, anggap saja aku adalah harimau yang kelaparan saat itu ! "
Noa dan Lisa bercengkrama dengan suasana yang sangat amat harmonis. Hnya ada tawa di antara mereka, tak ada rasa kesal, tak ada ekspresi marah. Tidak seperti saat Noa berbicara dengan Silvia, semuanya buram, semuanya gelap. Berbeda halnya dengan Lisa
Lisa ceria, periang, dan sangat mudah mencari bahan obrolan. Lisa yang tidak memandang Noa sebagai sosok yang sangat tampan atau orang yang berada di puncak tertinggi, sehingga tidak sama seperti orang yang menjadi penjilat seperti pada umumnya.
__ADS_1
Noah dengan wajahnya yang tampan, ditambah dengan wajah Lisa yang cantik, membuat para pekerja yang lewat, entah itu suster, orang-orang yang datang untuk cek up di rumah sakit, semua nya memandang Noa dan Lisa sebagai pasangan yang sangat cocok satu sama lain. Mereka berdua seperti dilahirkan untuk bersatu !
Bahkan tatapan iri dari berbagai wanita yang lewat ,benar benar hanya bisa di rasakan dari tatapan mereka saja. Karena melihat kecantikan yang di miliki oleh Lisa , membuat mereka tak bisa berkata yang buruk, lantaran Lisa memiliki wajah yang cantik serta memakai jas dokter yang sama seperti milik Noa.
Dengan titel dokter dan wajah cantik yang Lisa miliki membuat, mereka enggan untuk membicarakan hal yang buruk pada lisa yang alasan yang paling pertama adalah Lisa memiliki aura mandiri dan berwibawa, yang tidak mereka miliki.
"Ah, ngomong-ngomong ada perlu apa kamu datang ke rumah sakit Moonlight? dengan jas dokter Mu ini ,apakah kau juga ditugaskan di Rumah Sakit ini ? " Tanya Noa yang baru memerhatikan bahwa Lisa menggunakan jas yang sama seperti dirinya.
" Iya. Karena ibu Ku baru saja habis melahirkan ! " Jawab Lisa.
"Ibu Mu baru habis melahirkan? Lalu apa hubungannya ? Apakah adikmu sakit juga ? " Sambil memiringkan kepala nya, Noa bertanya pada Lisa.
"Tidak... Tidak... Tidak... Jangan berpikir yang buruk-buruk seperti itu. Aku tak mau adik perempuanku beneran sakit ! " Jawab Lisa sambil mengibaskan tangan nya berkali-kali. Dia merasa enggan untuk menerima perkataan yang seperti itu.
"Adikku lahir dengan sehat walafiat, tapi kata Kakek, Dia menyuruhku untuk meneliti hal-hal yang menjadi pemicu atau penyebab, anak-anak usia dini dapat terkena penyakit-penyakit yang ekstrem atau berbahaya seperti kanker dan sejenisnya. Kakek hanya mau Cucunya yang satu ini terlahir dan tumbuh dengan sehat-sehat saja. Setidaknya jika kita mengetahui apa penyebabnya, maka kita akan melakukan pencegahan nya bukan ? "
"Hem.. Masuk akal juga! Kenapa aku tak memikirkan hal ini sebelumnya ya ? "
"Itu karena kakek Ku adalah orang yang menyayangi cucu-cucu nya. Rasa kasih sayangnya itu yang membuat kakek untuk terus berpikir, lalu memberikan hal-hal yang terbaik Semasa Hidup cucunya. Kakek adalah seorang kakek yang terbaik, Dia benar benar tak tergantikan di hidup Ku ! " Kata Lisa sambil menunjukkan senyum di wajahnya. ketika membayangkan wajah sang Kakek, senyum itu tiba-tiba muncul secara otomatis.
"Wajahmu terlihat lebih manis dan lebih cantik jika Kamu tersenyum seperti itu Lisa " Puji Noa yang bermaksud baik. Bukan bermaksud untuk memberikan kode bahwa dia menyukai Lisa ! Tapi sepertinya Lisa sudah salah tangkap, karena mukanya bersemu merah begitu saja setelah mendengar perkataan Noa !
__ADS_1