Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 35


__ADS_3

Saat tiba di RS luar kota, fitri mendapatkan penanganan yang terbaik di ruangan VIP karena uang yang andre keluarkan. Di rumah sakit itu, asalkan ada uang, maka anda akan di layani dengan baik.


Berbeda dengan Rumah Sakit Peduli kasih, yang melayani pasien tanpa menunggu menyelesaikan administrasi, tanpa membedakan drajat, status, dan latar belakang. Semua nya sama saat masuk ke dalam rumah sakit peduli kasih, bahkan di rumah sakit peduli kasih, tak terdapat ruangan VIP atau sejenisnya.


Saat hasil pemeriksaan kondisi fitri, dokter mengatakan kabar yang membuat andre dan seluruh keluarga nya sangat amat tercengang.


"Apa yang kalian lakukan, sehingga fitri di dalam sana bisa keguguran ? Dokter kandungan pasti sudah mengatakan hal hal yang harus di perhatikan, karena ini adalah hamil pertama dengan persentase keguguran 80% setiap menit nya. Hais, Fitri kehilangan banyak darah. Dan hal bagus nya, saat ini golongan darah nya terdapat di penyimpanan RS. Kedepannya, dia akan kesulitan untuk hamil lagi, bahkan bisa jadi tak bisa punya anak lagi. Karena kandungan nya mendapatkan goncangan yang sangat kuat, sehingga seperti mengalami trauma berkepanjangan. Dan satu lagi, saya turut prihatin dengan hal ini. "


Begitulah penjelasan dokter yang menangani fitri, dia juga dapat tau nama pasien karena telah melakukan pemenuhan administrasi dan sebagainya.


"Lalu, kapan fitri akan siuman dok ? " tanya andre


"Mungkin beberapa jam ke depan, saya harap kalian semua dapat menguatkan fitri saat dia sudah sadar nanti. Kalo begitu saya pamit, " kata dokter dan berjalan menuju ruangan pasien lain. Karena sudah jam pemeriksaan.


Karena memang sudah jam satu subuh, suami yuli dan beberapa saudara nya memutuskan untuk pulang. Karena perjalanan dari luar kota ke tempat tinggal mereka memakan banyak waktu, dan karena memang ada banyak aktivitas yang tak bisa di tinggalkan begitu saja.


Dengan begitu, telah di sepakati bahwa yuli dan andre yang akan menjaga dan menunggu fitri sampai siuman. Dan setelah itu, andre dan mama nya masuk ke dalam ruangan yang di tempati fitri, yuli mencoba untuk memejamkan mata sambil bersandar di sofa. Dan andre masih setia memegang tangan fitri di samping ranjang.


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...(Tiga jam kemudian)...


Fitri mulai membuka mata dan menerawang sekitar. Dan di dapati nya andre yang telah tertidur sambil duduk di atas kursi, dan kepala yang di taro di atas ranjang.

__ADS_1


"Apakah aku keguguran ? Pasti sih, karena aku tak merasakan apa apa lagi di dalam perutku. Dan lagi, aku jatuh dari tangga yang sangat tinggi, pasti aku keguguran. Sekarang, saat nya menyalahkan Raisa. " Batin fitri


"K... Kak andre.. " Panggil fitri, yang berhasil membangunkan andre.


"Kamu udah bangun sayang ? Gimana ? Ada yang sakit gak ? Atau kamu rasa gak nyaman gitu ? " kata andre meluapkan kekhawatiran nya.


"A.. Aku gak papa kak, yang lebih penting gimana dengan anak kita kak ? Dia terselamatkan kan ? Dia baik baik aja kan di dalam perut aku ? Pasti kaya gitu kan ? " kata fitri mulai menjalankan akting panik.


"........ " Andre terdiam dan menatap fitri dengan tatapan sedih.


"Kak... Gak mungkin kan ? Gak mungkin kan kalo anak aku udah gak ada di perut aku ? IYA KAN ?????? " teriak fitri di penghujung perkataan nya. Dan teriakan nya berhasil membangunkan yuli dari tidur nya.


"Sa... Sayang, kamu harus sabar. Ikhlaskan itu semua yaah, pasti Tuhan punya rencana lain. Di kesempatan berikutnya, kita pasti mendapat pengganti yang lebih baik. " Bujuk andre yang berusaha berpikir dewasa.


"Gak... Gak mungkin... INI SEMUA KARENA RAISAA... KARENA DIA TAK MENGERINGKAN LANTAI DENGAN BENAR, AKU TERPELESET DAN JATUH DARI TANGGA. DIA PASTI SENGAJA, DIA PASTI BENCI SAMA AKU, DAN MELUAPKAN NYA PADA ANAK KU. SEHINGGA AKU KEGUGURAN, DAN... DAN DIA AKAN SENANG... HIKSSS... " Kata fitri dengan histerisnya, sampai menangis.


Andre yang tak tega langsung memeluk fitri, dan yuli mama nya andre pun mulai berjalan mendekat ke ranjang pasien, dan mulai menjelaskan.


"Kali ini bukan salah Raisa sayang, ini karena mama dan andre yang tak bisa menjaga mu dengan baik. "


"Lantai di rumah kira tak akan licin sayang, karena andre sudah membeli alat pembersih rumah yang sangat canggih, saat mengetahui kamu hamil. Dan mama juga sudah mengecek bahwa semua lantainya bersih dan tak ada setetes air sedikitpun. Jadi bukan Raisa yang salah, tapi kali ini adalah kesalahan mama dan andre, yang tak menjaga mu dengan baik. " Jelas yuli dengan raut wajah sedih.


Mendengar perkataan yuli, sontak membuat fitri beku dan mati ekspresi seketika. Karena ini berada di luar pengetahuan nya.


"Bohong... Tak mungkin, kenapa aku tau bahwa andre membeli mesin pembersih rumah yang mama maksud ? Aku sampai harus menahan sakit saat terguling di atas anak tangga.. Aku yang merasa ingin mati karena setiap darah dan gumpalan darah yang keluar dari rahimku rasa nya sangat menyakitkan, aku yang sampai mengorbankan janin dalam kandungan ku agar raisa di benci dan di benci oleh semua keluarga... Tapi kenapa rencana ku sia sia ?? Apakah aku masih bermimpi ? " Batin fitri.


"Aku tau kamu pasti terpukul banget sayang, tapi kami jangan khawatir. Aku, mama, dan semua nya akan selalu ada dan menguatkan mu. " Kata andre mengelus pundak belakang fitri.


"Haahh... Hah.... Haaahh.. " Nafas fitri yang tersenggal senggal.


"Aaaaarrrrgggggghhhhhhhh." Jerit geram fitri sambil meremas lengan andre, dan andre pun berpikir fitri sedang sangat sedih karena kehilangan calon anak mereka. Padahal, fitri sedang kesal sampai menangis, karena rencana nya kali ini gagal total.

__ADS_1


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...(Pagi hari pukul tujuh)...


Andre yang dari luar kota, menempuh waktu yang cukup lama untuk tiba di rumahnya. Karena kepulangan nya kali ini bukan untuk ke kantor, tapi mengambil baju dan semua kebutuhan yang di butuhkan fitri di rumah sakit. Karena fitri akan di rawat di rumah sakit luar kota sampai empat hari lama nya


Setiba nya di rumah, andre di kejutkan dengan Raisa. Karena raisa sedang menarik dua koper ukuran besar di tangan nya.


"Kamu mau ke mana sa ? " Tanya andre.


Raisa pun terdiam seketika, bukan karena pertanyaan andre. Tapi karena panggilan andre pada diri nya. *Sa ? * itu adalah panggilan yang hanya boleh di panggil oleh resa, silvia, dan orang orang yang sayang dan kenal dengan raisa. Dan andre, tidak termasuk dalam kategori itu.


Dengan tatapan benci dan tak suka, raisa berkata pada andre,


"Jangan memanggilku dengan panggilan seperti tadi. Kita tidak mengenal cukup dekat, tak ada hubungan yang mewajibkan kamu memanggilku seperti itu, dan tak ada suatu keharusan dalam nama panggilan ku tadi. Hanya beberapa orang saja, yang bisa memanggilku dengan sebutan *Sa*. Paham ? "


"....... " Andre terdiam seketika dengan perkataan raisa, karena andre berpikir raisa akan sangat senang dan bahagia jika di panggil seperti itu.


Saat andre masih belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi, raisa menarik ke dua kopernya melangkahi andre.


"Tu... Tunggu dulu, kamu belum menjawab pertanyaan ku. " Kata andre sambil menahan tangan raisa.


Karena kaget atau memang karena alam bawa sadar raisa telah membenci andre, raisa langsung menepis tangan andre dengan sangat kuat dan cepat.

__ADS_1


"Jangan pegang pegang juga dong. " Kata raisa sambil menggosok bagian tangan yang di sentuh oleh andre.


"Apa ? " kata andre dengan mata yang lagi lagi terbelalak.


__ADS_2