
Ini adalah malam pertama antara Lala dan Raja, seperti pada pengantin baru pada umumnya, mereka menikmati malam pertama dengan sebuah pergelutan.
( Maaf, author ga akan buat cerita yang mengandung unsur pornografi, karena author sendiri ga terlalu suka dengan hal tersebut, dan ga baik jika dibaca oleh anak berumur belasan tahun )
Happy Reading Guys
Malam ini, Lala dan Raja memulai semuanya dari awal, membuat kisah baru.
Keesokan paginya ~
Setelah menyenangkan suaminya, ia terbangun dengan hati yang bahagia, dia pun menuju dapur untuk memasak bagi suami tercinta.
Meski Lala hanya bisa memasak beberapa jenis makanan saja, tetapi dia akan lebih giat belajar memasak mengenal semua jenis makanan.
Kini Lala dan Raja tak tinggal serumah dengan orangtua Lala, mereka tinggal dirumah mereka sendiri yang masih tetap di kota Surabaya dan tak terlalu jauh dari rumah orangtua Lala.
Saat tengah serius memasak, tiba tiba sebuah dekapan memeluknya hangat dari belakang, siapa lagi kalau bukan sang suami yang memeluknya hangat.
"Pagi pagi udah ninggalin aku aja nih istri cantik" Raja mencium leher jenjang Lala yang terlihat banyak tanda kepemilikan.
"Kalo ga bangun pagi, trus kita makan apa sayang" Lala masih sibuk memasak nasi goreng.
"Iya juga, muach aku mandi dulu" Raja mencium pipi kanan Lala, ia pun berlari menaiki tangga kembali kedalam kamar untuk mandi dan pergi ke kantor resmi miliknya.
Keduanya sama sama pemilik perusahaan, Lala memiliki kantor hak waris dari ayahnya sedangkan Raja memilik perusahaan resmi miliknya sendiri, dari hasil usahanya bekerja sama dengan perusahaan sang kakak.
Beberapa menit kemudian, nasi goreng telah matang, tepat saat Raja telah selesai mandi namun masih memakai pakaian biasa yang dikenakan didalam rumah.
"Sarapan dulu sayang" Lala menaruh nasi goreng diatas 2 piring untuk dirinya dan Raja.
__ADS_1
Keduanya telah duduk dikursi berhadapan, membaca doa sebelum makan, lalu mulai memakannya setelah mengucap doa.
Selesai makan, Lala akan mencuci piringnya namun segera ditolak oleh Raja.
"Jangan la, biar aku aja, kamu mandi gih udah jam berapa ini, nanti kita berangkatnya bareng" titah Raja menghentikan aktivitas Lala.
"Gapapa by, biar aku aja"
"Sayang, nurut ya" Raja menatap lekat lekat wajah Lala.
"It's oke" pasrah, Lala pun mencuci tangannya dan kembali kekamar untuk mandi.
25 menit telah berlalu, Lala telah selesai mandi dan memakai seragam ala bos seperti biasanya, Raja sangat terpesona melihatnya.
"Aku tunggu didepan ya by sekalian sambil nyapu rumah, kamu cepetan ganti baju nya" Lala mengambil sapu dan hendak membersihkan rumahnya hanya sekedar menyapu saja.
Setelah Raja masuk kedalam kamar, Lala pun membersihkan rumahnya, lalu setelah selesai ia pun duduk santai diruang tamu sembari menunggu sang suami selesai berganti baju.
"Hai, nunggu lama? maaf ya yuk berangkat" Raja menggandeng tangan istrinya dengan lembut.
Setelah mengunci rumah, mereka pun masuk kedalam mobil dan bergegas menuju kantor masing masing, namun mereka akan menuju ke kantor milik Lala lebih dulu, mobil pun meluncur mulus.
"Ga nyangka ya la, kita udah nikah setelah melewati banyak cobaan, dan akhirnya aku bisa dapetin cinta cewek paling dingin, jutek sedunia" ledek Raja demgan tertawa kecil.
"Eheh" Lala membalas tawa kecil, ia melirik sekilas suaminya yang fokus menyetir namun masih diselingi dengan humor.
"Ja, aku kasihan sama Dion, masih jomblo aja dia"
"Iya, daridulu mah gitu dia, susah banget cari cewek padahal ganteng"
__ADS_1
"Iya loh, dia ganteng padahal kok bisa ga ada yang mau ya"
"Gantengan siapa sama suami kamu?" smirk Raja melirik sekilas Lala yang langsung terdiam.
"Entah" jawabnya jutek dan tak ada obrolan lagi diantara mereka.
Jika Lala memasuki fase juteknya, akan sulit untuk mengajaknya ngobrol, bahkan Raja pun akan sulit mengajak Lala mengobrol, hanya dibalasnya dengan jawaban sesingkat mungkin oleh Lala.
"Jangan jutek jutek ya cantik, kalo aku nikah lagi gimana kalo dijutekin terus sama kamu" Raja mengerucutkan bibirnya.
"Nikah lagi aja, ga peduli berarti kamu ga cinta tulus sama aku ya kan"
"Eh! ngga deh"
Sesampainya di kantor, Lala dan Raja turun dari mobil, namun Raja tak ikut masuk kedalam kantor, ia akan langsung berangkat menuju kantornya yang berjarak lumayan jauh dari kantor Lala.
"Makasih, hati hati dijalan" Lala tersenyum manis.
"Iya, cup dulu" Raja menujuk bibirnya.
Dengan cepat, Lala pun mencium sekilas bibir Raja lalu berlari meninggalkannya sendiri.
Saat dirinya masuk kedalam kantor, semua karyawan menyambutnya dengan hangat, memberikan sebuah ucapan selamat pada Lala, terolah foto foto Lala bersama Raja terpampang dengan ucapan selamat.
Lala tersenyum senang melihat perlakuan karyawannya pada dirinya, ia sangat sangat berterimakasih dan mentraktir mereka semua sebagai hari baik Lala.
Tak peduli berapa banyak yang ia keluarkan, selagi dapat membuatnya bahagia.
~•~
__ADS_1