
Dimalam yang sunyi, seorang gadis berdiri seorang diri di balkon rumahnya seraya menatap ke langit, menatap bintang bintang yang sangat indah nyaman dipandang.
'aku hanya menunggu kabar baik tentang papa dan mama yang berbaikan, dan kita bisa berkumpul seperti dulu, menjadi keluarga yang sempurna dan bahagia' batin Lala dengan tersenyum menatap bintang bintang.
Sedangkan disisi lain, seorang gadis yang setahun lebih tua dari Lala berdiri seorang diri di balkon rumahnya seraya menatap bintang bintang dilangit.
'aku hanya ingin bertemu dengan mama kandungku sekali dalam seumur hidupku saja tak apa, aku telah mendapatkan semua yang aku inginkan, kecuali kasih sayang mama kandungku, kapan aku bisa merasakannya?' batin gadis tersebut yang tak lain adalah Yara.
Kedua gadis tersebut sama sama merindukan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Saat Yara asik memandang bintang dengan sesekali tersenyum melihatnya, tiba tiba seorang lelaki paruh baya yang berumur sekitar 45 tahunan menghampirinya.
"Ngapain sayang?, Ga dingin diluar?" Tanya lelaki tersebut yang tak lain adalah papa Yara.
"Eh papa, ngga pa... Yara lagi ngeliat bintang bagus banget" Jawab Yara dengan tersenyum manis pada papa nya.
Papa nya pun mengelus rambut panjang sang anak dengan tersenyum hangat, keduanya pun memutuskan untuk melihat bintang bersama.
'kamu pasti kangen banget sama mama kamu ya nak, maafkan papa yang harus pisahin kamu dari mama kamu, maafin papa yang ngga ngebolehin kamu melihat foto foto mama kamu' batin papa Yara.
'pa, Yara pingin banget bisa ngeliat foto mama, tapi kenapa papa slalu ga ngebolehin?' batin Yara dengan melirik ke arah sang papa.
"Gimana sekolahnya?" Tanya papa Yara yang sedari tadi hanya diam.
"Lancar pa" jawab Yara dengan tersenyum, ia slalu tersenyum dihadapan sang papa, karena tak ingin membuatnya khawatir dengan keadaannya.
"Raja gimana? Dia ga macem macem kan? Ga mencoba untuk mengkhianati kamu kan?"
Yara menggeleng. 'sebenarnya sih aku tau kalau Raja mencintai Lala, tapi biarlah aku ga mau Raja dimarahin papa' batin Yara.
"Yaudah bagus, berarti dia menepati janji nya, dan perjodohan akan diteruskan" ucapnya.
"Iya pa" jawab Yara dengan singkat. "Pa bisakah kalo Yara nikah.... Papa undang mama ke pernikahan Yara, Yara yakin kalau mama masih hidup" ucap Yara dengan beraninya.
"Mama mu sudah mati!, dia ga akan bisa datang ke pernikahan kamu" jawab papa Yara yang langsung berjalan masuk kedalam rumah.
"Kenapa papa bilang begitu, apa papa ga mau liat Yara bahagia? Yara pingin banget ngerasain kasih sayang mama, Yara mau liat mama sekali dalam seumur hidup Yara!!" Teriak Yara yang merasa kesal dengan ucapan papanya.
'maafin papa nak, papa terlanjur sakit hati sama mama mu, tega teganya dia ninggalin kamu waktu kamu masih bayi, dan memilih untuk menikah dengan pria kaya' batin papanya.
__ADS_1
"Mungkin mama mu ngga tau kalau kita sudah kaya, mungkin kalau dia tau, dia akan mengemis untuk kembali bersama kita" gumamnya dengan perasaan yang penuh dengan kebencian.
****
Di satu sisi, Lala yang tetap berada diposisi nya menatap ke langit, tiba tiba ia dikejutkan dengan suara deringan telfon dari handphone nya yang berada di atas laci, ia pun buru buru mengambil handphone nya dan mengangkat telfon tersebut tanpa melihat nama yang tertera terlebih dahulu.
📞 Hallo?
📞 Apa kabar nak?
'papa?' batin Lala sambil melihat nama yang tertera, ternyata benar papa nya lah yang menelefon.
📞 Ba-baik pa
'semoga kabar baik datang malam ini' batin Lala dengan tersenyum bahagia.
📞 Maaf papa jarang telfon kamu karena papa sibuk banget nak
📞 Iya pa, emang biasanya juga begitu, Lala udah terbiasa kok
📞 Maaf ya sayang
📞 Lagi apa nak?
📞 Lagi mikirin papa sama Mama kapan baikan, ga bosen apa ngambek ngambek an terus kayak masih muda aja, inget udah tua pa, udah punya anak
📞 I-iya sayang
📞 Jangan iya iya aja pa, tapi kalian cepet baikan, Lala kangen kita kumpul bareng lagi, liburan bareng lagi, emang kalian ga kangen sama satu sama lain? Inget masa masa muda kalian dulu dong, yang pada sayang sayangan
📞 Aduh anak kecil ga boleh bilang gitu
Saat Lala dan papa nya asik mengobrol, tiba tiba Yuri datang dari belakang Lala yang ternyata sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.
Yuri pun memberi isyarat untuk meminjam handphone nya untuk bisa mengobrol dengan suaminya.
📞 Mas
📞 Yuri?
__ADS_1
📞 Mas apa kabar?
📞 Sengsara, kenapa kamu kabur dari rumah?
Yuri lebih memilih untuk memendam amarahnya, karena ia tak ingin membuat Lala sedih dengan pertengkaran papa dan mamanya.
📞 Aku kangen sama Lala mas, aku mau nemenin Lala dijakarta
📞 Apa kamu ga mau pulang ke rumah?
📞 A-aku.... Aku pulang kalau Lala juga mau pulang
📞 Akan akan jemput kalian kalau aku udah ga sibuk lagi
📞 I- iya mas
Lalu telfon pun tiba tiba dimatikan oleh papa Lala.
"Apa katanya ma?" Tanya Lala dengan berjalan menghampiri mamanya.
"Papa mau jemput kita kalau dia udah ga sibuk" jawab Yuri.
"Syukur, akhirnya papa sadar juga, Lala bahagia banget" ucap Lala dengan tersenyum lalu memeluk erat sang mama.
Yuri pun membalas pelukan sang anak dengan sangat erat.
'mama janji, mama akan pendam amarah mama, karena mama ga mau liat kamu sedih, mama ga mau kehilangan kamu lagi' batin Yuri dengan menghela nafas berat menahan sedihnya.
"Ya udah sekarang kamu masuk kekamar, ga baik lama lama diluar, angin malam ga baik buat kesehatan" titah Yuri seraya mengelus rambut panjang Lala.
Lala mengangguk dan ia pun masuk kedalam rumah juga diikuti oleh mamanya.
Didalam kamar, Lala mengambil buku bukunya dan mulai mempelajari materi materi yang diperkirakan akan keluar di ujian besok.
"Semoga ujian besok lancar" gumam Lala dengan semangat akibat mendengar kabar baik kalau papa nya akan menjemput dirinya dan mamanya.
'terimakasih tuhan, karena engkau telah mengabulkan permintaanku, Lala senang sekali mendengar kabar ini' batin Lala dengan menutup mata dan tersenyum.
~•~
__ADS_1