Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Sepulang dari kantor, Willy sengaja menjemput Lala di perusahaan papa nya, ia mengajak adik sepupunya tersebut ke sebuah cafe terbaru didekat hutan, cafe alam.


"Mau kemana bang? kok arah jalannya beda?" Lala menatap kebingungan.


"Sttt diem, nurut aja"


20 menit kemudian, mereka berdua telah sampai di cafe alam tersebut, kini jam telah menunjukkan pukul 5 sore.


Di cafe tersebut sangat sepi pengunjung, hanya ada Willy dan Lala saja di tempat tersebut.


"Bang ini cafe nya tutup atau buka sih? kok sepi banget" Lala sedikit takut karena ia sudah berfikiran yang macam macam.


"Buka, gue udah pesen makanan kesukaan elo, bentar gue mau ke toilet"


Lala hanya mengangguk menyetujuinya. Dibangku kosong ini, Lala hanya duduk sendiri menunggu Willy selesai dari toilet serta menunggu datangnya makanan dan minuman yang telah dipesan.


Lama menunggu, Willy tak kunjung keluar, Lala semakin panik, hati nya tak karuan, ia mulai berfikir kalau Willy sengaja meninggalkannya.


Hingga tiba tiba disaat jam menunjukkan pukul 6 pas, lampu cafe semuanya padam, entah memang padam atau disengaja, bahkan Willy tak ada disana, Lala hanya sendiri ketakutan.


Air matanya mulai keluar, berteriak mencari keberadaan seseorang.


Tiba tiba ~


Suara terompet dan cahaya lilin muncul dari belakangnya dengan diramaikan banyak suara seseorang salah satu nya adalah suara Willy.


"Happy birthday to you"


Semua orang menyanyikan lagu tersebut untuk Lala, bahkan ia lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke 21

__ADS_1


Lampu cafe mulai dinyalakan kembali, tangis ketakutannya telah hilang digantikan oleh tangis kebahagiaan, ia sangat terharu.


Orang orang yang ia sayangi, datang membawa kejutan kue ulang tahun untuk dirinya, disaa ia lupa di hari ulang tahunnya sendiri, bahkan disaat dia merasa lelah dengan tugas tugas kantor dan juga tugas kampus.


Disana semua teman dekat nya datang, teman teman kampus, Willy, Raja, kedua orang tuanya, dan tak lupa seseorang yang paling spesial datang jauh jauh ke Surabaya disaat ulang tahunnya.


Siapa dia?. Yaps, Dion. Dia sengaja datang dihari ulang tahun Lala, bahkan dia dan Willy lah yang merencanakan ini semua, Dion mengingat hari ulang tahun Lala, sahabatnya sendiri.


Setelah meniup lilin, dan berdoa untuk meminta permohonan, barulah potong kue segera dilakukan, tak lupa teman temannya yang membawa kado juga telah diberikan pada seseorang yang berulang tahun hari ini, Lala.


Dion lah yang membawa kue ulang tahunnya, setelah diletakkannya di meja, Lala dengan cepat memeluk erat tubuh Dion, seseorang yang selama ini ia rindukan.


Ia memeluknya dengan sangat erat, tak lepas lepas, entah rasanya nyaman sekali, sampai dia lupa kalau kekasihnya ada disebelahnya.


Raja hanya diam menatap Dion dan Lala yang berpelukan, tak hanya Raja, Willy semakin panas melihat kemesraan mereka.


Bukan Raja yang cemburu, melainkan Willy lah yang cemburu, Raja melihat sepupu dan kekasihnya berpelukan, ia hanya biasa saja tanpa ekspresi, mungkin karena cinta belum tumbuh dihatinya.


"Gue kangen banget sama elo" bisik Lala yang masih erat tenggelam diperlukan Dion.


"Sama, udah lepasin ga enak diliat orang banyak" balas bisik Dion seraya melepas perlahan pelukan Lala.


Pasrah, ia melepas pelukan erat nya, dan kini beralih pada kue yang masih utuh diatas meja, potong kue dimulai.


Potongan pertama, ia berikan pada mama lalu papa nya, dan seterusnya ia berikan pada orang orang yang datang pada pesta kejutan tersebut.


"Selamat ulang tahun bestie ku, sehat selalu ya, tambah pinter and cantik" Sinta memeluk erat sahabatnya.


"Maaf, gue cuma bisa kasih ini buat elo, gapapa ya meskipun ini hanya barang murahan" Sinta terlihat sedih memberikan kado nya pada Lala.

__ADS_1


Apa isinya? isinya hanyalah sebuah jam tangan sederhana dengan warna merah kesukaan Lala, tak peduli harga nya, bagi Lala jam tangan tersebut sangat berharga karena diberikan oleh sahabat baiknya.


"Ga papa sin, gue suka banget sama kado dari elo, ini berharga bagi gue, karena ini pemberian dari sahabat terbaik gue" Lala tersenyum simpul seraya memeluk Sinta.


Setelah memberikan ptongan kue untuk orang orang yang datang dipesta kecil tersebut, kini berganti Lala yang diambilkan kue oleh mama nya.


"Selamat ulang tahun sayang" bisik sang mama seraya mengecup kedua pipi sekaligus kening Lala.


Mama dan papa Lala menyuapi gadis nya dengan sepotong kue tersebut.


"Selamat ulang tahun anak papa, papa udah siapin kado mewah untuk kamu" Iris berbisik.


Pesta pun mulai diramaikan oleh konser kecil yang dinyanyikan oleh mama dsn papa Lala.


Tak hanya mereka berdua, bahkan Lala juga ikut menyanyi didampingi oleh Dion yang slalu ada disampingnya, teman temannya saling berbisik mengira kalau Dion adalah kekasihnya.


Padahal kekasih sesungguhnya adalah Raja, melihat kedekatan Lala dan Dion, Raja hanya diam membiarkannya, bertingkah cuek dan biasa saja.


Dia asik dengan ponsel dan latte nya dengan sesekali menonton acara musik Dion dan Lala saat semuanya bersorak.


"Si Dion keliatan seneng banget" tawa kecil muncul dibibirnya.


"Mungkin bener, emang harusnya gue mundur, Dion adalah cowok yang bisa buat Lala bahagia" gumam Willy tepat disebelah raja.


Karena saat ini Willy dan Raja duduk bersebelahan, menyaksikan kedekatan Dion dan Lala yang terlihat sangat bahagia, dengan tawa yang terus terpampang di bibirnya.


mendengar Willy berkata seperti itu, Raja mulai bingung dan curiga kalau Willy memiliki perasaan yang lebih pada Lala.


~•~

__ADS_1


__ADS_2