Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 174


__ADS_3

"Begini nak Indah, ibu pasti setuju dengan hubungan kalian berdua dan rencana kalian berdua tapi ibu hanya ga mau melihat Syam sakit hati lagi karna gagal berumah tangga.


Indah pun mencerita kan asal usul Indah dan tentangnya yang tanpa nasab yang jelas karna Indah tidak mau jika suatu hari nanti keluarga Syam akan mempermasalah kan hal tersebut.


"Saya tidak memaksa untuk ibu menyetujui pernikahan saya dan mas Syam karna saya cukup sadar akan diri saya dan asal saya dari mana,"


"Kalau boleh tau, apa Indah masih tinggal di panti asuhan saat ini? terus kita melamar Indah pada siapa? Maaf jika saya menyinggung hati Indah," tanya Doni.


"Tidak apa-apa kak, kebetulan sejak SMA saya sudah tidak di panti lagi. Saya sekolah sambil kerja kak, sejak SMP saya mendapat kan beasiswa jadi saya tinggal cari uang untuk biaya hidup saya sampai saya selesai kuliah dan sekarang saya bekerja di perusahaan besar di jalan xxx. Kalau untuk lamaran nanti mau di bicara kan dulu dengan ibu panti karna ibu panti yang sudah membesar kan saya," jawab Indah cukup membuat Doni kagum dengan pilihan adiknya itu, udah sholehah, pintar dan bonusnya cantik.


Tutur kata Indah yang santun membuat semuanya yakin dan setuju pada pilihan Syam, berbanding terbalik dengan Ayu yang hanya memikir kan penampilannya demi membuat Syam jatuh hati padanya tapi semua usahanya sia-sia alih-alih Syam jatuh hati malah Syam benci atas jalan yang Ayu pilih.


"Satu lagi, kalian sudah berapa lama saling mengenal?"


"Kalau kenal baru beberapa bulan kak saat aku berkunjung ke panti kebetulan ada mas Syam dan Salma sedang memberi kan santunan pada anak-anak di sana, tapi bertemu baru 3 kali pertemuan. Pertama di panti terus tempo hari di resto tapi itu hanya kebetulan dan kemarin Salma mengundang ku untuk nonton film korea di rumahnya, lalu tadi pagi mas Syam meminta ku untuk jadi istrinya," jawab Indah secara terperinci.


"Sesingkat itu tapi kamu sudah yakin dengan Syam?"


"Saya yakin akan ketetapan Allah kak, jika Allah sudah menentu kan jalan takdir saya seperti ini,"


Sementara di kamar, Syam terus memijit kaki dan tangan sang Ayah yang semakin hari semakin keriput karna memang sudah sepuh.


"Ayah, udah makan? kalau belum biar Syam ambil kan kalau ayah lapar,"


"Sudah nak, tadi di suapin sama ibu. Terus kenapa kamu baru datang nak,"


"Maaf yah, aku sibuk banget ya. Rumah makan yang di Bandung aja kak Doni yang urus biar aku ga bolak balik Jakarta Bandung. Maaf kan aku yah,"

__ADS_1


"Oh iya ayah, aku kemari membawa calon istri ku. Yang sekarang ini sholehah yah, tapi dia dari panti asuhan dan tanpa nasab yah. Apa ayah setuju jika aku menikah dengannya?" sambung Syam.


"Asal kan wanita itu tulus mencintai mu, ayah pasti setuju tapi maaf ayah belum bisa menemui calon istri mu itu,"


"Iya yah ga apa-apa, dia lagi ngobrol sama kakak dan ibu,"


Sedang kan Salma langsung menemui ke dua anak Doni dan Mila, Salma mencerita kan bahwa dirinya akan segera punya mama baru.


Betapa bahagianya Salma saat ini dengan kabar pernikahan Syam dan Indah, meski pum belum di gelar tapi Salma berharap Indah memang mama terakhirnya.


Setelah puas berbincang-bincang, Syam dan Indah pamit untuk ke panti asuhan tempat dimana Indah di besar kan untuk meminta izin pada ibu panti. Salma pun ikut serta karna Indah yang meminta untuk menghindari fitnah dan Syam belum menjadi mahram untuk Indah.


Sesampainya di panti asuhan, mereka turun dari mobil dan masuk bersama langsung menemui ibu panti.


"Assalamu'alaikum bu,"


Mereka pun masuk dan duduk di kursi ruangan depan dan memulai obrolan mengenai rencana lamaran dari Syam sedang kan Salma langsung ke halaman belakang menemui teman-temannya.


"Begini bu, saya berniat melamar Indah pada ibu karna Indah di rawat dan di besar kan oleh ibu. Jika ibu setuju, besok keluarga ku akan datang kemari untuk melamar secara resmi,"


"Alhamdulillah kalau Indah nya mau dan pak Syam tidak mempermasalah kan latar belakang Indah yang hanya tumbuh besar di panti asuhan dan tanpa nasab yang jelas, ibu pasti setuju. Ibu bersyukur Indah mendapat kan jodoh yang baik,"


"Alhamdulillah kalau ibu sudah menyetujuinya dan rencananya Indah ingin acara di gelar di sini, apa itu boleh bu?"


"Boleh sekali pak, justru saya senang bila itu tidak membuat bapak malu karna harus menikah di panti asuhan,"


"Tidak bu karna kami hanya akan mengundang orang-orang terdekat saja,"

__ADS_1


Semua rencana pernikahan dan konsep yang di ingin kan Indah pasti menjadi bahan obrolan dengan ibu panti sampai sore menjelang magrib obrolan pun terhenti, Indah mengajak Syam untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah di mushola panti bersama anak-anak panti.


"Ya Allah, semoga ini menjadi awal yang baik untuk ku dan semoga Indah bisa membantu untuk selalu dekat dengan mu. Jadi kan Indah jodoh dunia akhirat ku Ya Allah, aku ingin ini menjadi pernikahan terakhir untuk ku,amin Allahumma amin,"


Selesai sholat, Syam mengajak Indah untuk pulang. Mereka pun pamit pada ibu panti dan anak-anak panti.


"Kita makan malam dulu ya, sebelum kita antar kamu pulang ke kost an kamu,"


"Iya mas,"


"Iya pa, aku juga udah lapar banget,"


Pak Suryo melaju kan mobilnya ke resto terdekat, hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai di restoran terdekat. Mereka pun turun dan langsung masuk ke dalam resto.


"Ayo pak ikut masuk, kita makan dulu," ajak Salma meminta pak Suryo untuk turun dari mobil.


"Tapi non bapak malu sama mba Indah,"


"Kenapa harus malu pak, sama-sama makan nasi ini. Ayo cepat ga usah banyak alasan, aku tau bapak juga lapar," ucap Salma menarik tangan pak Suryo yang baru turun dari mobil dan membawanya ke dalam resto.


Pak Suryo memilih makan dengan meja terpisah dari Syam dan Indah serta Salma. Setelah pesanan datang, mereka pun makan bersama dengan minuman yang sama persis. Jus alpukat dengan susu coklat menjadi minuman favorit mereka bertiga.


"Ternyata minuman favorit kita sama ya tan, papa juga sama suka jus alpukat pake susu coklat,"


"Iya sayang, mungkin hanya kebetulan atau sudah takdir dan ketetapan dari Allah,"


Setelah selesai makan, mereka pun pulang dan mengantar kan Indah terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2