
Setelah 3 hari berada dikorea selatan, Lala kini sudah berada di negara asal, Indonesia.
Merebahkan badannya yang terasa amat pegal diatas ranjang, sembari merebahkan badannya ia asik bermain ponsel memeriksa semua notifikasi yang muncul dihandphone nya karena selama berada di Korea, ia sama sekali ia tak melihat notifikasi tersebut.
Terlihat banyak sekali pesan yang diberikan oleh raja di kontak WhatsApp Lala, ia mendengus kesal menatap banyak pesan tersebut.
"Apaan sih caper" gumam Lala merasa sebal.
Karena merasa malas membalas banyak pesan dari Raja, ia pun langsung menelefon Raja yang entah tak tau apakah Raja sibuk atau tidak.
📞 Lala? ada apa?
📞 elo yang ada apa, kenapa elo kirim pesan sebanyak itu ke gue?
📞 ah.... ehmm..... ya mau tau kabar elo aja
📞 oh, tapi bisa ga elo jangan chat sebanyak itu, gue risih tau
📞 Ha? oh oke maaf, gue ga akan ulangi
📞 Hmmm, besok anterin gue ke kantor mau kan?
📞 Mau mau
Lala hanya membalasnya dengan kata 'ok' lalu menutup telefon tersebut tanpa pamit.
Setelah mencarger handphone nya, ia berusaha memejamkan matanya, berharap akan tidur lebih cepat agar rasa pegal dibadannya segera hilang.
Berkali kali mencoba memejamkan matanya tetapi ia tak segera terlelap dalam tidurnya.
"Ini kenapa sih, gue mau tidur" rengek Lala.
Karena tak segera tertidur, ia pun menyetel musik dihandphone nya meskipun handphone nya masih dalam keadaan tercolok di carger.
__ADS_1
"Semoga bisa tidur" Lala tersenyum paksa.
Ia pun kembali memejamkan matanya, dan kini perlahan ia bisa terlelap dalam tidurnya.
****
Keesokan paginya, Lala yang bangun pagi, seperti biasa ia melakukan aktivitasnya, berolahraga dipagi hari, juga melakukan jogging mengelilingi kompleks perumahan.
Setelah jogging, beberapa kemudian ia menceburkan diri kedalam kolam renang rumahnya, berenang di pagi hari, sungguh segarnya.
"Bibi!!!" teriak Lala yang masih di pinggiran kolam.
"Iya non" saut asisten rumah tangga yang terlihat berumur 40 tahunan.
"Tolong bikinin coklat hangat ya bi, makasih" titah Lala.
"Baik non" bibi mengangguk, lalu kembali kedapur untuk membuatkan coklat hangat permintaan majikannya.
Ia terus berenang kesana kemari menikmati segarnya air kolam dipagi hari, merasa capek, ia pun duduk dipingging kolam menunggu coklat hangat pesanannya selesai.
"Ini non"
"Makasih ya bi"
"Iya sama sama non"
Sang art kembali ke dapur menaruh nampan, kini Lala kembali sendiri di kolam dengan menyeruput segelas coklat hangat yang ia pegang.
Selama meminum coklat tersebut, tiba tiba ia teringat kenangannya bersama Leo, mihat kalung liontin yang terpasang di lehernya, kalung pemberian Leo masih ia pakai.
Padahal dia sendiri yang menyuruh Raja tak mengenakan barang apapun pemberian Yara, namun dirinya sendiri masih memakai barang pemberian Leo.
"Berat rasanya gue lepas kalung ini" gumam Lala yang masih memegangi kalungnya dengan satu tangan.
__ADS_1
Setengah jam kemudian, ia menaruh gelas kosong tersebut di meja dekat kolam, lalu ia segera kembali ke kamar mandi, untuk membersihkan badannya.
Selesai mandi, Lala kembali ke ruang makan, melakukan sarapan bersama kedua orang tuanya, makanan lezat telah siap berada di meja makan.
Dia memakai pakaian rapi ala orang perkantoran, terlihat anggun dan elegan saat memakainya.
Di ruang makan, masih nampak papa nya saja, entah dimana keberadaan sang mama, hingga tiba tiba suara sang mama muncul dibelakangnya seperti sedang mengobrol dengan seseorang.
'ehm... Raja' batinnya merasa tak asing dengan suara seseorang yang mengobrol dengan sang mama.
"Pagi la" sapa Raja, Lala hanya meliriknya sekilas dengan senyuman yang begitu tipis.
Ia memasukkan kalungnya kembali kedalam baju agar tak terlihat oleh Raja.
Mama Yuri mengajak Raja sarapan bersama, Raja menurut, ia duduk tepat disebelah Lala, dan sarapan segera dimulai.
15 menit berlalu, sarapan telah selesai, Lala dan Raja pergi ke kantor, dan akan menjemput Lala di jam 4 sore nanti.
"Makasih" ucap Lala sangat singkat.
"Sama sama, gue balik ya"
Lala mengangguk dan memutar badannya masuk kedalam perusahaan yang kini akan menjadi miliknya.
Raja juga berbalik badan, kembali masuk kedalam mobilnya yang masih tepat terparkir dibelakang badannya.
"La, kenapa elo masih cuek ke gue" gumam Raja menatap punggung Lala dari kejauhan.
"Bahkan elo masih pakai kalung pemberian Leo, elo bilang kita harus melupakan masa lalu, tapi elo masih aja terikat sama masa lalu, kapan kita akan bersatu kalo elo aja masih bersatu sama masa lalu lo" oceh Raja.
Tak selang beberapa lama, ia pun melakukan mobilnya, pulang ke rumah kontrakannya.
"Kenapa elo lebih deket sama Dion daripada sama gue?" Raja masih memandangi foto Lala yang terpajang pigura sangat kecil yang ia taruh di dalam mobilnya.
__ADS_1
"Kita sepasang kekasih yang udah resmi tunangan la, tapi elo masih aja belum bisa jatuh cinta ke gue"
~•~