Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
sekolah baru


__ADS_3

Pagi ini, Lala telah berada disekolah barunya, ia masih berdiri tegak didepan sekolah, langkahnya terasa berat untuk masuk kedalam kawasan sekolah.


Ia harus beradaptasi kembali dengan lingkungan dan teman temannya.


"Semoga disekolah ini ada yang mau temenan sama gue seperti Yara, Jessica sama Dion, gue kangen sama mereka" gumamnya dengan tersenyum tipis menatap bangunan sekolah didepannya tersebut.


Ia menghela nafas berat, lalu mulai melangkahkan kakinya perlahan memasuki kawasan sekolah, pertama kali ia masuk kedalam sekolah tersebut, ia tersenyum dan menyapa satpam yang berada di dalam pos nya.


Lalu ia pun mulai berjalan mencari keberadaan kelasnya.


Hingga, ia telah menemukan letak kelasnya yang berada di bagian sekolah paling belakang, letaknya sangat jauh dengan gerbang depan.


Saat hendak masuk, langkahnya terhenti saat melihat kelas yang begitu kotor dan banyak sarang laba laba diatap nya, tembok yang dipenuhi dengan coretan juga di bangku dan mejanya penuh dengan coretan , kelasnya seperti lama tak terpakai.


Terlihat beberapa murid di dalam kelas seperti anak anak berandalan dengan posisi duduk kaki diatas kursi ada juga yang bahkan duduk di meja nya.


Ia ragu untuk masuk, namun ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dan teman temannya.


'apa cuma dikelas ini aja yang seperti ini?, tapi gue liat tadi dikelas lain kelasnya bagus rapi juga muridnya ga kayak gini' batin Lala yang masih diam mematung didepan kelas.


Namun tiba tiba ia dikejutkan oleh suara deep yang terdengar tepat dibelakangnya, sontak ia pun menoleh kebelakang.


"Ehhem" dehem seseorang tersebut.


Terlihat seorang siswa berpostur tinggi besar dan berwajah tampan berkulit putih, bermata sipit berdiri tepat dibelakangnya.


Lala pun berjalan meminggir karena dia pikir mungkin siswa tersebut akan masuk kedalam kelas, namun dugaannya salah.

__ADS_1


Siswa tersebut tetap berdiri disebelah Lala dengan tatapan dinginnya dan raut wajah yang sungguh tak mengenakkan.


"Elo anak baru itu?" tanyanya tanpa ekspresi.


"I-iya" jawab Lala kikuk.


"Ayo ikut, elo bukan di kelas ini, kelas elo di ruangan 13"


"Tapi katanya gue ruang 15" saut Lala sebelum mengikuti langkah siswa tersebut.


"Tadi bu Lena selaku wali kelas udah ngasih tau ke anggota OSIS untuk ngasih tau elo kalo elo dipindah kelaskan ke ruang kelas 13, tadi juga bu lena udah nelfon elo berkali kali tapi ga diangkat" jelasnya.


"Ohh gitu, yaudah oke makasih ya, gue emang ga hp tadi"


"......."


"Ini kelas elo" ucapnya setelah sampai didepan ruang 13.


Lala melihat isi kelas yang amat berbeda dengan kelas yang sebelumnya ia lihat, kelas ini lebih bersih dan terlihat nyaman, bahkan siswa siswi nya duduk dengan posisi yang sopan dan slalu dihiasi dengan senyuman dibibirnya.


"Makasih" Lala tersenyum manis pada siswa tersebut.


Siswa tersebut hanya mengangguk dan pergi entah kemana, Lala pun masuk kedalam kelasnya dan menyapa teman teman barunya.


"Permisi" ucapnya dengan ramah.


Semua yang didalam kelas pun menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Haii!! kamu anak baru Itu ya?" tanya siswi cantik dengan rambut lurus yang terurai panjang memakai pita merah di rambut bagian kanan dan kirinya.


"Iya"


"Ayo masuk sini sini, bangku kamu ada di depanku" ucapnya mempersilahkan Lala duduk dibangku depannya.


Lala hanya tersenyum sebagai jawabannya.


"Kita ngobrolnya pake aku kamu aja ya, katanya kamu dari Jakarta jadi pasti ngomongnya elo gue tapi aku ga terbiasa, disini juga rata rata siswa siswi nya ngomong pake aku kamu" jelas siswi cantik tersebut dengan senyum yang slalu terpajang dibibirnya.


"I-iya"


"Kenalin, nama aku Dhena, aku ketua kelas di kelas ini, dan ini Ayu dia wakil ketua kelas, salam kenal ya" ucap Dhena dengan ramah.


Ia mengangguk "namaku Michella Salsabila bisa dipanggil Lala, salam kenal juga" Lala tersenyum senang pada teman barunya yang begitu ramah.


"Salam kenal ayu" saut Ayu yang wajahnya nampak jutek.


Lala hanya mengangguk dengan raut wajah malas menatapnya, ia pun duduk dibangkunya tanpa mengobrol dengan teman teman barunya, ia fokus membaca buku.


Namun terkadang teringat kenangannya saat pertama kali masuk sekolah di Jakarta, sebelahnya terdapat siswa tampan yang bisa membuatnya jatuh hati yaitu Raja namun cinta tersebut tak berlangsung lama saat tau kalau si dia sudah memiliki kekasih.


Sungguh berat melupakannya namun itu semua harus dipaksakan agar terbiasa, memang mencintai tanpa dicintai sangatlah menyakitkan.


Namun sebenarnya Raja juga mencintai Lala tapi sepertinya itu bukanlah cinta melainkan sebuah rasa kagum sementara.


~•~

__ADS_1


__ADS_2