Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
telah tiada


__ADS_3

Clara dan Andra sedari tadi terus berdoa dengan air mata yang tak kunjung mereda.


Hingga tiba tiba suara deringan telfon terdengar membuat Clara dan Andra berhenti berdoa.


Clara buru buru mengambil telfon tersebut dan mengangkatnya, yang ternyata telfon tersebut berasal dari pihak bandara.


πŸ“ž Hallo apakah ini benar dari keluarga Leonard Alana Larez?


πŸ“ž I-iya benar, saya mamanya


πŸ“ž Tubuh Leo telah ditemukan, tapi kami mohon maaf sebesar besarnya bahwa Leo telah meninggal dunia


'deg' jantung Clara bagai berhenti berdetak seketika, karena shock ia pun menjatuhkan telfon genggam tersebut.


Ia pun tergeletak pingsan di lantai.


Tanpa memperdulikan sambungan telfon tersebut, papa Andra segera menggotong sang istri yang sedang pingsan dibawanya kedalam kamar.


"Sadar lah sayang, ini adalah takdir, kita ga boleh menangisi Leo yang sudah pergi, biarkan Leo bahagia di surga bersama korban korban yang lain" ucap Andra seraya mengusap air matanya yang terus terjatuh.


"Tapi kenapa tuhan ga adil, dia adalah anak semata wayang kami, kenapa kau ambil juga, sebelumnya kau sudah ambil anak anak kami sebelum Leo, tapi kenapa sekarang kau ambil Leo juga" ucap Andra yang merasakan sesak di dadanya.


Suara telfon berbunyi kembali, membuat Andra berlari untuk mengangkat telfon tersebut.


πŸ“ž Bagaiman keadaan Clara?


( tanya iris )


πŸ“ž Dia pingsan saat mendengar bahwa Leo telah tiada, le-leo anakku meninggal


πŸ“ž Apa?! Ga ga mungkin


πŸ“ž Tolong jangan beri tahu Lala, kasian dia


πŸ“ž Baik, kamu yang sabar ya ..... Leo telah bahagia disurga bersama korban korban yang lain


πŸ“ž Iya, tapi kini aku ga punya anak lagi, siapa yang akan membahagiakan aku dan istriku dihari tua kita nanti

__ADS_1


πŸ“ž Lala, dia adalah anakku sekaligus anakmu, anggap saja dia anakmu sendiri


πŸ“ž Makasih ris, aku tutup dulu ya


Sambungan telfon pun berakhir.


Andra kembali menuju kamarnya untuk melihat keadaan sang istri yang tenyata masih pingsan dan belum sadarkan diri.


Karena panik, ia pun menelefon dokter untuk datang ke rumahnya mengecek keadaan istrinya, karena ia tak ingin kehilangan orang yang ia cintainya dihari yang sama.


Tak lama dokter pun datang dan memeriksa keadaan Clara yang masih belum sadarkan diri, dokter mengatakan bahwa Clara hanya kelelahan.


****


Hingga keesokan harinya, jasad Leo telah tiba dirumah nya, betapa histerisnya keluarga Leo saat melihat isi peti tersebut yang memang benar Leo.


Semua keluarga Leo menangis sejadi jadi nya, saudara saudara pihak Clara menyalahkan keluarga Lala, jika Leo tidak ke Surabaya mungkin ini semua tak akan terjadi.


Begitu juga Clara yang terpengaruh hasutan saudara saudaranya, ia sangat membenci sahabatnya itu yaitu Yuri tidak seperti Andra yang ikhlas akan kepergian Leo, dia tidak menyalahkan pihak manapun, karena ini semua adalah kecelakaan, memang sudah takdir Leo yang mempunyai umur pendek.


Keluarga Leo segera menyiapkan proses pemakaman untuk Leo, hingga akhirnya semua telah siap, jasad Leo pun dibawa ke pemakaman untuk segera dimakamkan.


Selama proses pemakaman, Clara terus tak henti henti menangis, hatinya begitu tak ikhlas atas kepergian Leo anak semata wayangnya tersebut.


"Sudahlah ma jangan tangisi Leo lagi, biarkan Leo istirahat dengan tenang, Leo sudah berada di surga bersama korban korban yang lain" ucap Andra yang mencoba menenangkan sang istri.


"Mana bisa aku berhenti menangis, yang akan dikubur itu anakku dia anak semata wayangku!! hiks hiks tuhan tidak adil, dia sudah mengambil anak anakku sebelum Leo tapi sekarang dia ambil Leo juga hiks hiks"


"Dan ini semua salah Yuri, gara gara Yuri anakku meninggal, andai keluarga mereka tak kembali ke Surabaya dan Leo akan tetap bersama kita! Hiks hiks"


"Jangan saling menyalahkan ma, ini semua kecelakaan... Ini sudah takdir"


"sudahlah kamu jangan bela keluarga mereka terus"


Tak terasa proses pemakaman telah berakhir, namun Clara masih ingin tetap dipemakaman untuk menemani Leo.


"Ayo ma kita pulang, semua orang sudah pulang loh" ucap Andra.

__ADS_1


"Enggak! Aku ga mau ninggalin Leo sendiri disini, Leo sendirian pa kasian dia hiks hiks" Jawab Clara.


"Sudahlah sayang, kamu butuh istirahat mari kita pulang" ucap Andra yang tak tega melihat istrinya yang begitu pucat mungkin karena kelelahan dan banyak air mata yang ia keluarkan.


Clara tetap memaksa ingin berada dipemakaman untuk menemani Leo, hingga akhirnya Andra mulai kesal dan langsung menggendong Clara membawanya pulang kerumah menaiki mobil.


****


Keluarga Lala datang tepat pukul 16.30 jasad Leo telah dikubur Berjam jam yang lalu.


Mereka bertiga langsung menuju ke lokasi pemakaman yang telah diberikan alamatnya oleh Andra.


Tepat di tempat pemakaman Leo, mereka bertiga pun mendoakan Leo.


"Maafkan kami ya Leo, benar kata ibumu.... Kita lah yang menyebabkan kamu meninggal, mungkin jika kami masih ada di Jakarta, kamu masih hidup nak, maafkan kami hiks hiks" ucap Yuri yang menangis sejadi jadi nya.


"Leo kenapa elo tinggalin gue, kita baru aja ketemu hiks hiks, apa elo ga kangen sama gue?" Ucap Lala yang terus memeluk batu nisan Leo.


"gue sayang sama elo, gue ga mau elo pergi, elo jahat Leo... elo bilang kita akan bahagia bersama disurabaya tapi nyatanya apa?! elo malah bikin gue nangis, elo bikin gue sedih Leo!! akhhh hiks hiks, gue mohon elo kembali" tangis histeris Lala.


"Leo maafkan kami ya, istirahatlah dengan tenang, terimakasih karena selama ini kamu telah menjaga Lala dengan baik" ucap papa Iris.


Setelah berdoa, papa dan mama Lala hendak pulang tetapi tidak dengan Lala yang masih betah berada di pemakaman tersebut, ia menangis tak henti henti, ia merasa sangat kehilangan sahabat sekaligus seseorang yang ia cintai, seseorang yang berhasil mengambil hati nya.


"Ayolah sayang" ucap papa iris dan mama Yuri.


Lala menghela nafas berat "aku pulang Leo, maafin aku karena ga bisa nemenin kamu hiks" ucap Lala pasrah.


"kamu yang sabar ya nak, sekarang kamu boleh cari jodoh kamu sendiri, mama sama papa ga akan paksa kamu, dan jangan lupa terus doakan Leo tetap cintai Leo meskipun ia telah tiada" ucap papa iris seraya memeluk erat putrinya.


"iya pa, Lala akan terus mencintai Leo" jawab Lala.


Lalu mereka bertiga pun pulang ke rumah Willy untuk sementara, hanya untuk mereka tinggali 2 hari saja.


~β€’~


lama nih ga up, maaf ya readers ku tercinta**πŸ˜πŸ™ soalnya author masih ada diluar kota jadinya ga bisa fokus dan otak pun ga bisa diajak kompromi dahlah mengcapek😭 susah banget cari idenyaπŸ™πŸ˜­ maapkeun ye**

__ADS_1


__ADS_2