
Lala yang baru saja memasuki rumah, telah disambut oleh Willy dengan tatapan tidak mengenakkan.
"Udah pulang? bahagia udah ketemu pacarnya?" Tanya Willy seraya berkacak pinggang.
"Bukan pacar bang, Dion itu sahabat gue... ya bahagia lah gue ketemu sama sahabat" jawab Lala yang terus berjalan melewati Willy.
"Halah bohong" saut Willy yang hendak mengejar Lala, namun dihentikan oleh bundanya.
"Will jangan diterusin, sini bunda ceritain" ucap Azizah seraya menyuruh Willy duduk disebelahnya.
"Iya bund"
Azizah pun menceritakan tentang Lala yang tengah bersedih atas kepergian sahabatnya.
Willy yang mendengar hal tersebut, ia merasa sangat terkejut dan merasa bersalah karena ia telah salah paham pada Lala, Kini ia percaya kalau Dion adalah sahabat Lala.
"Jadi untuk sementara ini kamu jangan jahilin adek kamu dulu ya, hibur dia.... buat dia ketawa" titah Azizah.
"Iya bunda, yaudah Willy ke kamar dulu ya bund" pamit Willy yang langsung diangguki oleh Azizah.
Sedangkan Lala yang telah selesai mandi, ia kembali melamun di balkon seraya mendengarkan musik menggunakan headphone nya.
Ia mendengarkan musik yang berjudul Duka-Last Child , lagu nya sangat mendominasi dengan rasa yang dialami Lala saat ini, ia tengah memikirkan Leo yang telah meninggalkannya untuk selama lamanya.
Sampai kini masih kucoba
Tuk terjaga dari mimpiku
Yang buatku tak sadar bahwa
__ADS_1
Kau bukan lagi milikku
Walau hati tak akan pernah
Dapat melupakan dirimu
Dan tiap tetes air mata yang jatuh
Kuatkan rinduku
Pada indah bayangmu
Canda tawa mu
Pada indahnya duka
Dalam kenangan kita
"Leo maafin gue yang cengeng ini ya, gue ga bisa nahan air mata ini, gue bener bener kangen sama elo, kenapa elo dateng kalo akhirnya elo bakal pergi ninggalin gue lagi" gumam Lala, air matanya tak henti henti keluar.
"Kenapa elo harus jadi pelangi sih Leo, yang dateng terus entah kapan akan kembali lagi, mungkin akan kembali namun bukan ditempat yang sama"
"Kenapa elo ga muncul dimimpi gue? elo ga kangen sama gue? gue slalu berharap elo dateng dimimpi gue meskipun Lo ga bakal dateng dikehidupan nyata gue lagi akhhh hiks.... hiks"
Cukup lama ia menikmati kesendiriannya, menumpahkan kesedihannya, mendengarkan lagu yang mendominasi isi hatinya.
hingga tiba tiba Yuri datang untuk mengajak Lala makan malam.
"la makan malam dulu yuk" ucap Yuri yang melihat Lala menangis di balkon.
__ADS_1
"Ah, iya ma" jawab Lala dengan mengusap air matanya.
Yuri menghampiri anak gadisnya dan memeluknya erat.
"Yang sabar ya sayang, carilah pengganti Leo yang bisa membuatmu bahagia, Leo pasti bahagia kalo liat kamu bahagia, jangan terus tangisi Leo.... Leo akan sedih jika kamu sedih... berusaha lah untuk ikhlaskan Leo" ucap Yuri mencoba menenangkan Lala.
"Jadi kalo Lala nangis, Leo bakal sedih?" tanya Lala.
"Iya sayang, mulai sekarang coba lah untuk ikhlas ya, doakan Leo sebagai tanda rasa sayang kamu sama dia"
"Iya ma, makasih ya ma"
"Iya, ayo makan malam dulu, oh ya cuci muka dulu gih"
Lala mengangguk dan menuju ke kamarnya untuk mencuci mukanya dulu agar terlihat lebih segar.
'terimakasih tuhan telah memberiku bidadari tak bersayap yaitu mama' batin Lala seraya tersenyum melihat dirinya dipantulan cermin yang terlihat lebih tenang dan lega.
"Leo mulai sekarang Lala ga akan nangis in kamu lagi ya.... Lala bahagia kamu juga harus bahagia" gumam Lala, ia pun berjalan menuju ruang makan.
"Malam om tante, ma pa.... bang Will" sapa Lala dengan dihiasi senyuman dibibir merah muda nya.
"Malam juga" jawab mereka.
"Sini la duduk disebelah gue" ajak Willy.
"Oke"
Lala pun duduk disebelah Willy, dan makan malam segera dilakukan.
__ADS_1
Mereka terlihat rukun, selesai makan malam mereka memilih untuk berdiam diri mengobrol dan bercanda bersama sama, karena jarang jarang mereka bisa berkumpul, Sungguh harmonisnya persaudaraan, sangat nyaman dipandang.
~•~