Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Dirumah Raja


__ADS_3

"ja" panggil Dion pada raja yang hendak masuk kedalam rumahnya.


"Lo ngapain ngikutin gue?" Tanya Raja dengan menoleh ke belakang.


"Gue takut sendiri dirumah, gue nginep dirumah elo ya, gue ambil buku sama baju gue dulu ya, bilangin ke Tante sama om kalo gue mau nginep" pinta Dion dengan memasang wajah melas.


"Emang mami papi Lo kemana?" Tanya Raja.


"Keluar kota, kakak gue juga lagi balik ke Bandung ke rumah nenek dari kemarin belum pulang" jawab Dion.


Raja pun menghela nafas dan mengangguk pertanda ia menyetujuinya.


Lalu Dion kembali kerumahnya untuk mengambil baju dan bukunya, juga sekalian mengunci semua pintu dan jendela rumahnya.


Setelah mengambil kebutuhannya, ia pun kembali ke rumah Raja yang hanya menempuh waktu 10 menitan dari rumahnya.


Dion memencet bel dan keluar seorang wanita tua berpakaian sedikit lusuh, yang tak lain adalah asisten rumah tangga dirumah Raja, wanita tersebut membukakan pintu dan mempersilahkan Dion masuk kedalam rumah.


"Eh den Dion, silahkan masuk sudah ditunggu sama nyonya" ucap art tersebut.


"Iya bi" jawab Dion lalu masuk kedalam rumah Raja.


"Tanteeeee ku yang cantik apa kabar?" Sapa Dion yang melihat tantenya berada di ruang tamu sedang menunggunya.


"Baik sayang, Tante kangen sama anak Tante yang satu ini" ucap Lia yaitu ibu dari Raja. Lia memeluk dan mencium kening Dion seperti pada anaknya sendiri.


"Ehe, Raja mana?" Tanya Dion.


"Panggil kak" ucap Lia.


"Ehe maaf Tante, kak Raja mana?" Tanya Dion. Lia adalah kakak dari mamanya Dion jadi Dion harus memanggilnya Kakak meskipun mereka seumuran, tetapi Raja lebih suka tanpa ada panggilan 'kak'.


"Dikamar tuh" jawab Lia.


"Oke, Dion ke kamar Raja, eh kak maksudnya"


Mama Lia hanya bisa menghela nafas sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Dion pun menaiki tangga menuju ke kamar Raja.


Tok! Tok! Tok!


Dengan sopan, sebelum masuk ke kamar Raja, ia mengetuk pintunya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Masuk aja!!" Teriak Raja dari dalam kamar.


Dion pun masuk kedalam kamar Raja.


"Ngapain ja?" Tanya Dion pada sepupunya tersebut yang terlihat amat sibuk, berkutat dengan laptop didepannya.


"Biasa, tugas OSIS" jawab Raja.


Dion hanya ber 'oh' ria dan berjalan mendekat ke arah Raja dengan melirik sekilas laptopnya.


"Cihh belum mandi, bau kecut" oceh Dion.


"Kayak Lo udah mandi aja, Lo juga bau kecut" balas Raja dengan julidnya.


"Bodo yang penting gue keliatan ganteng, lah elo udah kecut buluk lagi" ledek Dion dengan tertawa kecil, niatnya ia hanya bercanda.


"Diem Lo curut, ganggu aja!" Saut Raja dengan melempar wajah Dion menggunakan Bantal.


"Ga kena wlee" ledek Dion.


"Ja, gue tidur dimana nih?" Tanya Dion.


"Ya dikamar tamu lah, masa tidur disini sama gue, ogah!" Jawab Raja tanpa mengalihkan pandangannya tetap fokus pada laptopnya.


"Cemen amat, Lo itu cowok Dio harus pemberani, gimana mau jagain istri elo ntar kalo udah nikah" jawab Raja dengan menatap Dion yang duduk di kursi depannya.


Dion menghela nafas berat, "iya juga sih"


"Belajar berani ya, jangan takut mencoba, kalo ada apa apa telfon gue" ucap Raja dengan mengelus pundak adik sepupunya tersebut.


"Oke" jawab Dion yang langsung keluar dari kamar Raja, dan menuju ke kamar tamu.


Kamar tamu tersebut berada diruang depan, suasananya cukup mencekam, jauh dari kamar kamar yang lain.


"Huh!!! Merinding lagi" gumam Dion seraya mengusap tubuhnya yang merinding.


"Gue harus berani" ucap Dion dengan tegas.


Ia pun menaruh tas nya di sebelah bantal nya karena ia tak ingin jauh jauh dari tas nya.


Lalu, ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang dirasa lengket akibat keringat, sebenarnya sebelum ke bioskop, ia sudah mandi tetapi karena badannya dipenuhi oleh keringat lagi, jadi ia memutuskan untuk mandi lagi.


Selesai mandi, waktu makan malam tiba, Dion bersama keluarga Raja makan malam bersama.

__ADS_1


"Malam om, Tante, ja, kak" sapa Dion pada anggota keluarga Raja.


Semua anggota keluarga membalasnya dengan senyuman, kecuali Raja yang terlihat cuek, Dion pun duduk diantara Tante Lia dan Raja.


Mereka pun segera melahap makanan yang sudah dihidangkan dimeja makan.


*****


Selesai makan malam, Raja dan Dion bersantai di ruang keluarga sambil menonton tv dan sesekali mengobrol, tiba tiba Raka kakak Raja datang menghampiri mereka berdua, dan ikut bergabung disela sela obrolan mereka.


"Ehh Kak Raka" ucap keduanya yang melihat Raka datang duduk ditengah tengah mereka.


"Gimana kuliahnya kak? Lancar?" Tanya Dion.


"Ya begitulah, kadang lancar kadang ngga" jawab Raka dengan menunjukkan gigi putihnya.


"Kenapa kakak ga kuliah di luar negeri?" Tanya Dion.


"Kakak ga mau jauh jauh di orang tua, kakak mau ngerawat dan ngejaga orang tua kakak selama masih hidup" jawab Raka yang membuat Dion menganga terkagum kagum.


"Wahhh"


"Kakak harap, Raja juga ga kuliah di luar negeri, kamu kuliah di Indonesia aja, bareng bareng di Indonesia nemenin papa mama dimasa tua nya" ucap Raka pada adiknya.


"Iya kak pasti" jawab Raja dengan tersenyum.


"Gara gara kakak bilang gitu, gue jadi ga mau tinggalin papi mami deh, rencananya gue mau kuliah di amerika" ucap Dion.


"Ya itu terserah elo aja sih Dio, turuti kemauan hati Lo aja, gue sih cuma mau kasih saran, selama orang tua Lo masih ada, temenin mereka sampai masa tua" Jelas Raka.


"Iya kak, gue juga masih bingung"


"Kakak Lo kemana?, Ga ada dirumah?" Tanya Raka.


"Dia ke Bandung, jenguk nenek dari kemarin belum pulang, mungkin besok pulang" jawab Dion.


"Ohh, lama gue ga ketemu sama Dino, kalo kakak Lo udah balik kasih tau gue ya" ucap Raka pada Dion, Dino adalah nama dari kakak Dion.


"Siap"


Mereka pun melanjutkan menonton televisi.


~•~

__ADS_1


__ADS_2