Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
pindah rumah


__ADS_3

2 hari kemudian, tepat di hari Minggu, Lala dan mamanya telah pindah disebuah rumah baru yang tak terlalu besar, rumah sederhana yang hanya ditempati oleh 2 orang.


"Bang, sering sering main ke rumah gue ya" ucap Lala dengan tersenyum.


"Iya, kalo ga sibuk" jawab Willy tanpa ekspresi.


Lala membalasnya dengan anggukan dan senyuman manis.


"Bang, ini kan hari Minggu, kita jalan yuk" ajak Lala dengan muka sumringah.


Willy berfikir sejenak, lalu ia menjawab.


"Maaf la gue ga bisa, banyak tugas" jawab Willy dengan perasaan sedikit kasian pada Lala.


'kalo gue ga ngejauh dari Lo, perasaan ini akan semakin besar la, kita ga mungkin bisa bersama, jadi gue harus kubur perasaan ini dalem dalem dengan cara jauhin elo' batin Willy dengan menatap Lala.


'bang, elo kenapa?, kenapa akhir akhir ini elo jauhin gue? , gue suka elo yang dulu, yang jail dan ceria' batin Lala merasa sangat kecewa, air matanya pun jatuh Saat mendengar penolakan dari Willy.


Ia pun langsung menaiki tangga, masuk kedalam kamarnya, mengunci diri di dalam kamar.


"Maaf la" gumam Willy, lalu pergi pulang kerumahnya.


Willy pun menaiki motor trail kuningnya, saat diperjalanan pulang, tiba tiba ia melihat yara yang keluar dari supermarket, dia pun menghentikan motornya dan menghampiri Yara.


"Ra" panggil Willy sambil melepas helm nya.


"Ha?" Jawab Yara.


"Gue butuh bantuan Lo"


"Tumben, bantuan apa?" Tanya Yara dengan santainya, sambil meminum susu ultra milknya.


"Bisa ga Lo kerumah Lala, ajak dia jalan, dia lagi sedih" Jawab Willy.


"Sedih?, Sedih kenapa?" Tanya Yara lagi.


"And... Kenapa ga Lo aja yang ajak jalan Lala, elo kan sepupunya" tambahnya merasa penasaran.


"Gue ga bisa, gue lagi ada acara keluarga mendadak nih" jawab Willy berbohong.

__ADS_1


"Ouh gitu, yaudah kirim alamatnya ntar gue kerumah Lala" ucap Yara.


"Oke, thanks ya, gue pergi dulu byee" ucap Willy, lalu menancapkan gas nya, menuju pulang kerumah.


*****


Setelah bersiap siap, Yara pun menuju ke rumah Lala berdasarkan alamat yang dikirimkan oleh Willy.


Yara mengeluarkan mobilnya dari garasi, lalu menancapkan gas perlahan, keluar dari gerbang istananya.


Mobil mulai melaju cukup cepat, membelah jalanan kota yang ramai.


Tak butuh waktu lama, Yara telah sampai di alamat rumah yang Willy kirim, Yara memencet bel rumah tersebut.


Dan tak lama pemilik rumah tersebut keluar.


"Ehh temennya Lala" ucap Yuri saat melihat tamu yang ternyata itu adalah Yara.


"Apa kabar Tante?" Tanya Yara seraya mencium punggung tangan mama Yuri.


"Baik, ayo silahkan masuk dulu, maaf rumahnya kecil" ucap Yuri dengan tersenyum.


"Iya Tante, sama aja... Rumahku juga kecil" jawabnya berbohong.


"A-anu.... Dikasih tau Wi-Willy" jawab Yara terbata bata.


"Oh begitu, sebentar ya Tante Panggilin Lala dulu" ucap Yuri yang langsung diangguki oleh Yara.


Yuri pun menaiki anak tangga menuju ke kamar Lala, saat hendak membuka kamarnya, ternyata kamarnya dikunci.


Tok! Tok! Tok!


"Lala sayang!! Ada temennya nih" teriak Yuri dari luar kamar Lala.


'mama' batin Lala seraya menghapus air matanya.


"Iya bentar ma!!" Saut Lala dari dalam kamar.


Ia segera memoleskan bedak ke wajahnya agar tak terlihat kalau habis menangis.

__ADS_1


Setelah memoles wajahnya, Lala pun membuka pintunya dan menuju kebawah untuk menemui teman yang dimaksud mamanya.


"Temen siapa ya?" Gumam Lala saat menuruni anak tangga.


Sesampai diruang tamu Lala terkejut, ternyata teman yang di maksud mamanya adalah Yara.


"Yara" panggil Lala pada Yara yang fokus mengobrol berdua dengan mamanya.


Yara membalasnya dengan senyuman, lalu Lala pun duduk disebelah Yara.


"Kok bisa tau rumah gue?" Tanya Lala penasaran.


"Dari bang Willy sayang" bukannya Yara yang menjawab, melainkan Mamanya yang menjawab.


"Kok bisa bang Willy?" Tanya Lala lagi mulai penasaran.


"Iya, tadi ketemu dijalan" jawab Yara.


Ketiganya pun mengobrol, sampai akhirnya Yara mengajak Lala ke sebuah mall.


"Boleh ma?" Izin Lala pada mamanya.


"Boleh" jawab Yuri dengan mengangguk.


"Tunggu bentar, gue ganti baju dulu" ucap Lala yang langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya untuk berganti baju.


*****


15 menit kemudian, Lala telah siap, ia terlihat sangat cantik meski hanya memakai pakaian yang sederhana.


Kedua gadis tersebut mencium tangan Mama Yuri, lalu pergi melesat ke sebuah mall.


'kenapa saat aku mengobrol dengan Yara, aku merasa seperti mengobrol dengan anakku sendiri, aku merasakan hal aneh seperti sebuah ikatan batin, apakah dia anakku?' batin Yuri sambil melihat Lala dan Yara masuk kedalam mobil.


Visual Lala dan Yara saat menuju ke Mall.


🌼 Lala


__ADS_1


🌼 YARA



__ADS_2