
Tak terasa hari sudah berganti pagi, Jessica yang terbangun lebih dulu, ia membasuh wajahnya dengan air lalu turun kebawah menuju dapur, rencananya ia akan membantu Yuri untuk memasak.
Jessica memanglah anak yang paling rajin diantara Lala dan Yara. Ia anak yang penurut dan mandiri.
"Pagi Tante" sapa Jessica pada Yuri.
"Ehh udah bangun, pagi juga" saut Yuri.
"Tante, aku bantuin Tante masak ya" pinta Jessica.
"Ga usah sayang, kamu balik aja ke kamar, masa temen anaknya tante disuruh suruh" tolak Yuri.
"Udah ah tante gapapa, Jessica udah biasa masak gini, kalo pagi Jessica bantu mama masak sama bersih bersih rumah" ucap Jessica.
"Wahh anak yang rajin, makasih ya udah mau bantuin tante"
"Iya tante"
Jessica dan Yuri pun mulai memasak, bukan anak sendiri yang membantunya memasak melainkan anak oranglah yang membantunya memasak, sedangkan anaknya sendiri nyenyak tidur dikamar.
'liat Jessica rajin seperti ini, mulai sekarang aku akan semakin tegas mendidik Lala agar bisa masak, gimana nanti Leo kalo Lala ga bisa masak' batin Yuri dengan terus melihat Jessica yang cekatan dalam memasak.
"Kamu kaliatannya jago masak ya" puji Yuri.
"Ahaha ngga tante, Jessica cuma bisa masak beberapa resep makanan aja, lagian Jessica baru 1 tahun bisa masaknya" jawab Jessica.
"Lebih banyak belajar masak lagi biar bisa tau berbagai jenis resep makanan yang lezat"
"Iya tante pasti, kata mama Jessica harus pinter masak supaya ga ngecewain suami Jessica nanti hehe"
"Iya betul, emang kamu udah punya pacar ya?" Tanya Yuri mulai menggoda Jessica.
"Ngga Tante, tapi lagi suka sama seseorang aja" jawab Jessica dengan terus memotong sayuran.
"Siapa? Tante kepo ihh"
'aha gimana kalo gue jujur aja kalo gue suka sama Willy, siapa tau Tante Yuri mau bantu ahaha ide bagus' batin Jessica menjadi kesempatan untuk dirinya bisa lebih dekat dengan Willy.
"Sama..... Ehmm bilang ga ya" goda Jessica.
"Terserah deh"
"Jessica suka sama ponakan Tante, si Willy" ucap Jessica yang sontak membuat Yuri terkejut.
"Haa, kamu suka keponakan Tante? Jujur banget kamu sayang ahaha" ucap Yuri dengan tertawa.
"Iya Tante, dari lama sih suka sama Willy tapi ga tau Willy nya respon juga apa ngga, padahal dianya udah tau kalo aku suka"
"Ya ampun, nanti coba tante bantuin kamu siapa tau Willy bisa suka sama kamu, soalnya tante suka sama karakter kamu yang rajin seperti ini, pasti Willy ga salah pilih deh" ucap Yuri.
"Hehe"
"Mama kamu kerja apa ngga?, Tante penasaran pingin coba temenan sama mama kamu"
"Mama kerja Tante, dia kerja di RSU X jadi dokter kandungan" jawab Jessica.
"Wah seorang dokter, kalo papa kamu?" Tanya Yuri.
"Papa juga dokter, dia juga bekerja di rumah sakit yang sama seperti mama, tapi papa jadi dokter spesialis dalam, kakakku juga baru lulus jadi sarjana kedokteran, dan sekarang dia mulai kerja di Thailand, dia dokter spesialis gizi" jelas Jessica.
"Keluarga kamu dokter semua, kamu juga mau jadi dokter?"
"Ngga Tante, Jessica mau beda dari keluarga, Jessica mau jadi CEO"
"Bagus, bercita cita lah setinggi langit, terus belajar, bekerja keras dan diiringi dengan doa" ucap Yuri yang diangguki oleh Jessica.
Tak lama, Lala dan Yara turun dari lantai 2 menuju ke dapur.
"Pagi ma, Jess" sapa Lala dengan mengikat rambut panjangnya.
"Pagi Tante, Jess" sapa Yara dengan membenarkan piyama nya.
"Pagi" jawab Yuri dan Jessica.
__ADS_1
Lala dan Yara duduk dimeja makan, didepan meja makan tersebut telah siap beberapa makanan yang terlihat sangat lezat.
"Liat nih, ini semua yang masak Jessica baunya enak banget" ucap Yuri.
"Ha? Ohh" respon Lala dengan singkat. Sedangkan Yara hanya diam malas untuk menjawabnya.
Setelah semua makanan telah disiapkan, mereka mencuci tangan terlebih dahulu lalu segera melahap makanan tersebut.
***
Setelah bersiap siap, Lala, Jessica dan Yara pun berpamitan untuk jogging di sekeliling taman kota.
Setelah berpamitan, ketiga gadis tersebut pun berangkat berjoging menuju ke taman kota.
"Gue ga pernah olahraga, baru sampe sini aja udah capek ahh" eluh Lala dengan memegang kedua lulutnya.
"Ayo la semangat" ucap Yara dan Jessica.
"Okeh fighting" saut Lala yang mulai bersemangat kembali. Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanannya yang masih 20 menit lagi sampai ke taman kota.
"Ntar kalo kita udah dapet 3 putaran kita istirahat dulu, trus lanjut 2 putaran lagi baru kita ke cafe" ucap Jessica.
"Oke deh gue nurut aja" ucap Yara dan Lala bersamaan.
Tak lama mereka telah sampai ditaman kota, karena Lala sudah tak kuat lagi, ia memilih untuk istirahat sebentar selama 5 menit, lalu melanjutkannya lagi.
1 putaran telah selesai, Lala berhenti untuk menetralkan nafasnya kembali.
"Hah... Hah.. Bentar bentar, kalian lanjut aja" ucap Lala dengan nafas terengah engah.
Setelah dirasa cukup, Lala kembali melanjutkan putaran selanjutnya menyusul kedua sahabatnya yang tak jauh dari dia.
"Heii tunggu!!" Teriak Lala.
Yara dan Jessica yang mendengar teriakan Lala, mereka menghentikan langkahnya menunggu Lala yang berlari dibelakang mereka. Lalu mereka bertiga pun melanjutkan kembali.
Sampai akhirnya 3 putaran telah terselesaikan, mereka bertiga memilih untuk beristirahat terlebih dahulu di sebuah bangku kosong yang muat untuk diduduki oleh 3 orang.
"Capek banget bener" ucap Lala dengan meluruskan kakinya.
"Iya karena kita sering joging, kalo dia mungkin ga pernah joging"
"Iya bener, gue males banget mau olahraga kecuali kalo ada temennya"
Saat ditengah tengah obrolan mereka, tiba tiba 2 orang remaja laki laki menghampiri mereka berdua.
"Raja, Dion" ucap mereka bertiga bersamaan, yaps benar. Dua orang remaja laki laki tersebut adalah Raja dan Dion.
"Kalian joging juga?" Tanya Yara.
"Iya" jawab Raja dan Dion bersamaan.
"Yaudah makin rame makin seru kita joging barengan aja" ajak Jessica.
"Boleh, ide bagus" jawab Dion.
Lalu mereka berlima kembali melanjutkan 2 putaran lagi.
"Kalian udah dapet berapa putaran?" Tanya Raja pada Lala, Yara dan Jessica.
"5" jawab mereka bertiga serempak.
"Ouhh, kali kita berdua udah dapet 7 putaran sama ini"
"Wahh 7" saut Lala begitu terkejut.
"Kita udah biasa, malahan bagi kita itu masih kurang"
"Guys kita ngafe yuk habis ini, jangan pulang dulu, kita langsung aja habis joging ini" ajak Jessica pada Raja dan Dion.
"Ayuk, aku mah mau aja" jawab Dion dengan wajah sumringah. "Kalo elo gimana?" Tanya Dion pada Raja.
"Oke aja" jawab Raja.
__ADS_1
Tak terasa 2 putaran tersebut telah selesai, mereka berlima pun menuju ke cafe dekat taman kota.
Sesampai di cafe, mereka memesan makanan dan minuman.
"Gue traktir guys, kalian pilih aja" ucap Jessica.
"Beneran?" Ucap Dion meyakinkan.
"Iya bawel"
"Oke makasih ya" jawab mereka berempat.
Selesai memesan makanan dan minuman, mereka memilih tempat duduk yang cukup untuk berlima.
Setelah menemukan tempat duduk yang pas, mereka pun duduk sambil menunggu pesanan datang, diperkumpulan 5 orang tersebut suasana sangat menyenangkan dibaluti dengan obrolan dan candaan.
Meskipun ada kecanggungan diantara Lala, Raja dan Yara.
'gue harus jaga sikap, ga boleh lirik lirik Raja terus' batin Lala.
'terus gue awasin Lo la, gue yakin kalo Lo suka sama Raja, elo pasti bakalan curi curi pandang' batin Dion dengan menahan tawanya melihat wajah tegang Lala.
'gue sama Lala jadi canggung gini' batin Raja menatap Lala yang terus menunduk.
Obrolan terus berlangsung.
"Habis ini kalian langsung pulang apa mau jalan jalan dulu?" Dion pada Lala, Yara dan Jessica.
"Pulang" jawab Lala singkat.
Dion pun hanya ber 'oh' saja.
Makanan dan minuman telah habis, mereka bertiga memilih utuk pulang lebih dulu.
"Kita pulang dulu ya, tenang udah gue bayar kok" ucap Jessica.
"Oke siap, makasih ya" ucap Dion.
"Makasih Jess, tumben baik Lo" saut Raja.
"Gue mah slalu baik" jawab Jessica.
Sebelum pulang, Lala melihat ke arah Raja terlebih dahulu dan memberinya senyuman manis, Raja yang diberikan senyuman manis oleh Lala seketika wajahnya berubah menjadi merah muda.
"Aduh!" Pekik Raja sambil memaling wajahnya.
"Ahhem salting" Dion menyaut dengan berdehem.
"Dah yuk kita pulang juga" ajak Raja.
"Ya ya ya"
Raja dan Dion pun ikut pulang ke rumah masing masing.
Visual mereka waktu joging
Lala
Yara
Jessica
Raja
Dion
__ADS_1