
"Ya sudah nanti sore kita jalan-jalan ke pantai, sekarang kita pulang ya. Pesan makannya lewat aplikasi aja ya," ucap Ryan.
Sandra dan Ryan pun pergi dari cafe untuk pulang dan Sandra memesan makanan di aplikasi untuk cemilan El saat pulang sekolah nanti.
Pak Iwan membuka kan pintu gerbang untuk Ryan, tapi Ryan memarkir kan mobilnya dengan sembarangan. Sandra dan Ryan pun turun dari mobil.
"Pak Iwan saya minta tolong nanti kalau ada ojol uang antar makanan, tolong bawa masuk ke dalam ya. Ini uangnya," ucap Sandra memberi kan 2 lebar uang seratus ribuan.
"Gerbang jangan dulu di tutup ya pak, nanti saya mau keluar lagi. Mau jemput El sekolah," ucap Ryan.
"Iya," ucap pak Iwan diam mematung karna heran dengan sikap Sandra dan Ryan hari ini.
"Tumben banget nak Sandra beli makanan di luar, nak Ryan juga biasanya suka rapih memarkir kan mobilnya," gerutu pak Iwan lalu melangkah pergi masuk ke dapur.
15 menit kemudian bel yang berbunyi, dengan sigap pak Iwan langsung meninggal kan pekerjaannya dan berjalan menuju gerbang depan.
"Mungkin itu ojol yang di maksud nak Sandra," gerutu pak Iwan.
Sesampainya di gerbang yang memang sengaja di biar kan terbuka, sudah terlihat ojek online yang mengantar makanan untuk Sandra.
"Permisi pak, pesan atas nama Sandra," ucap mas ojol.
"Iya mas," ucap pak Iwan singkat.
"Totalnya jadi 155.000 pak," ucap mas ojol memberi kan kantong makanan yang berisi cemilan dan pak Iwan memberi kan uang yang Sandra titip kan tadi.
Setelah mendapat kan uang kembalian dari mas ojol, pak Iwan langsung masuk ke dalam rumah dan membawa sekantong cemilan yang di pesan oleh Sandra.
"Aku kira makanan apa yang di pesan, ternyata cuma cemilan toh. Kenapa ga beli langsung ke mini market ya," gerutu pak Iwan menggeleng kan kepalanya sambil berjalan dan memandangi kantong yang di bawanya.
Sandra yang sedang nonton tv di ruang keluarga merasa senang saat tau pak Iwan datang membawa pesanannya.
"Nak, ini pesanan yang di antar ojek online barusan," ucap pak Iwan memberi kan kantong makanan pada Sandra.
"Terima kasih ya pak, kembaliannya ambil aja buat bapak," ucap Sandra langsung membuka isi kantong yang di beri kan oleh pak Iwan.
"Kembali kasih nak, bapak permisi dulu mau melanjut kan masak di dapur," ucap pak Iwan melangkah pergi menuju dapur.
"Eh pak Iwan, tolong buat kan aku lemon tea ya," ucap Sandra.
__ADS_1
"Baik nak," ucap pak Iwan.
5 menit kemudian pak Iwan datang kembali dengan membawa segelas lemon tea pesanan Sandra.
"Terima kasih ya pak, maaf sudah merepot kan," ucap Sandra.
"Iya sama-sama nak," ucap pak Iwan berlalu pergi meninggal kan Sandra yang asyik nonton drama korean.
Ryan keluar dari kamar dan telah berganti pakaian, sudah siap untuk menjemput El ke sekolahnya.
"Sayang, aku jemput El dulu ya," ucap Ryan.
"Aku tunggu di sini aja ya, lagi tanggung filmnya," ucap Sandra.
"Iya ga apa-apa, itu makanan yang kamu pesan tadi? Bukannya buat El?" tanya Ryan saat melihat banyaknya makanan di atas meja.
"Kan aku sengaja beli banyak buat nemenin aku nonton drama korea, pasti cukup kok buat El sama kamu juga," ucap Sandra.
"Oh iya nanti sore jadi ga jalan-jalan ke pantainya?" tanya Ryan mengingat kan Sandra.
"Emmm, aku nonton aja deh," ucap Sandra.
"Kok tumben sayang, biasanya paling semangat kalau jalan ke pantai. Sekarang kamu lebih banyak nonton drama korea sama banyak malasnya," ucap Ryan.
"Ish kamu ini, aku kan ibunya. Ga apa-apa juga kan mirip sama aku," ucap Sandra.
"Aku pergi ya, bye sayang," ucap Ryan mencium kening Sandra.
"Iya hati-hati di jalannya ya sayang, cepat pulang," ucap Sandra.
"Iya," jawab Ryan singkat berjalan menuju halaman depan.
...***...
Di rumah Ayu.
Setelah Ayu mendengar kabar Syam kecelakaan, Ayu berencana pergi ke Jakarta untuk menjenguk Syam di rumahnya.
Sepulang dari kantor, Ayu mengemasi barang-barang yang akan di bawanya ke Jakarta, tak lupa Natasya pun ikut serta ke Jakarta.
__ADS_1
Saat Ayu sedang memasuk kan baju-bajunya ke dalam koper kecil, Natasya masuk ke kamar Ayu.
"Mama mau kemana, kok bajunya di masukin koper gitu?" tanya Natasya.
Natasya merasa bingung melihat Ayu pulang kerja langsung masuk ke dalam kamarnya karna biasanya Ayu selalu mencari Natasya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kamarnya.
"Eh sayang, besok mama mau ke Jakarta nengok om Syam. Tadi om Syam bilang baru pulang dari rumah sakit, sudah 2 minggu om Syam di rawat tapi mama baru tau tadi. Kalau kamu mau ikut ayo kamu siap-siap, besok pagi kita pergi biar ga panas di jalannya," ucap Ayu.
"Oh gitu, aku ikut deh ma. Aku udah kangen banget sama kak Salma dan om Syam juga," ucap Natasya.
"Oke, kamu siap-siap ya. Biar besok tinggal berangkat," ucap Ayu.
"Iya ma," ucap Natasya singkat.
Natasya pun keluar dari kamar Ayu dan berlari kecil menuju kamarnya untuk berkemas.
Setelah berkemas, Natasya mengambil ponselnya yang di simpan di atas meja belajarnya.
"Aku telpon kak Salma ah," gerutu Natasya lalu mencoba menghubungi Salma.
📱"Halo kak Salma," sapa Natasya memulai obrolannya dengan Salma.
📱"Iya halo, kenapa Natasya kok dari suaranya kaya yang lagi senang gitu," ucap Salma.
📱"Kakak tau, besok pagi aku mau ke Jakarta. Mama ajak aku ketemu sama kakak dan om Syam. Ya.. aku pasti senang lah bisa ketemu sama kak Salma, aku udah kangen banget sama kakak," ucap Natasya.
📱"Bagus dong, jadi kita bisa main di rumah ku," ucap Salma.
📱"Oh iya kakak mau oleh-oleh apa, nanti aku bawa kan," tanya Natasya.
📱"Apa aja terserah kamu, aku belum pernah coba semua makanan khas Bandung jadi aku belum tau mana yang enak. Bisa ketemu sama kamu aja aku udah senang kok," ucap Salma.
📱"Iya kak, aku juga senang bisa ketemu kakak lagi. Ya udah sampai ketemu besok ya kak," ucap Natasya mengakhiri telponnya dengan Salma.
📱"Iya, kamu hati-hati di jalannya ya," ucap Salma lalu menutup telponnya.
Setelah mendapat telpon dari Natasya, Salma segera mencari keberadaan papanya.
"Papa kalau ga di kamar pasti di ruang kerjanya deh," gerutu Salma melihat kamar Syam kosong.
__ADS_1
Salma pun melanjut kan langkahnya ke ruang kerja Syam dan benar saja Syam ada di dalam sedang mengerjakan pekerjaannya yang tertinggal.
Syam memang seorang pekerja keras, meski pun semua restoran miliknya tapi Syam tetap mengerjakan semua laporan yang masuk ke email khusus dari setiap resto.