
"Aku seorang ibu pasti ga mau anak ku di perlaku kan semena-mena sama orang lain, aku pasti ingin yang terbaik untuk anak ku," jawab Ayu.
"Nah itu ibu tau jawabannya, begitu pun dengan pak Syam. Meski pun Salma hanya anak angkat tapi pak Syam ingin yang terbaik untuk anaknya Salma dan tidak ingin ada satu orang pun yang menyakiti putrinya," ucap ibu Anita.
"Sekarang aku harus apa bu, aku tau aku udah salah menyakiti hati suami saya dengan perbuatan saya. Saya ga mau berpisah dari suami saya bu, saya sayang suami saya," ucap Ayu menyadari kesalahannya.
"Saran dari saya, ibu temui pak Syam. Ibu minta maaf dan bicara kan semuanya dengan kepala dingin cuma itu jalan satu-satunya untuk mempertahan kan semuanya, pasti ada kesempatan ke dua untuk semuanya," ucap ibu Anita.
"Aku akan menemuinya dan memperbaiki semuanya, terima kasih ya bu untuk semua sarannya dan sudah mau mendengar kan keluhan saya," ucap Ayu mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Kalau begitu saya permisi bu, saya mau menemui suami saya sekarang juga," sambung Ayu berdiri dari tempat duduknya dan pamit pergi dari dalam ruangan mediasi.
"Hati-hati di jalannya bu, semoga dapat jalan terbaik untuk semua masalahnya," ucap ibu Anita.
Ayu pun pergi dari ruangan mediasi dengan semangat barunya, semangat untuk mendapat kan Syam kembali dan menggagalkan gugatan cerai dari Syam.
"Aku harus tau dulu, sekarang Syam dan Salma tinggal dimana baru aku datang ke tempatnya," gerutu Ayu di dalam mobil sebelum Ayu melaju kan mobilnya ke jalanan.
Ayu mencoba menghubungi ponsel Syam tapi satu pun tidak ada yang di respon oleh Syam, berkali-kali Ayu menghubungi Syam tapi tetap tidak ada respon dari Syam.
"Aku tanya Mila aja deh, pasti tau dimana Syam berada," gerutu Ayu langsung mencari nomor ponsel Mila di kontak telpon.
📱"Halo Mila, kamu lagi sibuk ga?"
📱"Aku lagi masak aja sih buat makan siang anak-anak, memangnya ada apa Yu?"
📱"Emm,, apa kamu tau dimana Syam menginap? Atau Syam menginap di rumah mu?"
📱"Syam tidak ada datang berkunjung kemari setelah pulang dari rumah sakit, Syam belum datang lagi kemari. Aku kira ada di rumah mu,"
📱"Syam menggugat cerai aku Mil, ini aku baru keluar dari pengadilan agama. Baru mediasi pertama, rencananya aku mau minta maaf atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat agar Syam mau mencabut gugatannya,"
📱"Astagfirullah haladzim, aku baru tau kabar ini. Suami ku ga pernah cerita tentang hal ini,"
__ADS_1
📱"Aku tau aku terlalu egois dalam hal ini tapi aku ingin memperbaikinya demi keutuhan rumah tangga ku yang hanya seumur jagung,"
📱"Semoga usaha mu membawa kabar yang baik ya Yu, semoga Syam mau memaafkan semua kesalahan yang pernah ada,"
📱"Amin, aku harus cari Syam kemana ya Mil. Aku bingung harus kemana,"
📱"Emm, coba tanya Salma aja. Siapa tau Salma mau kasih tau dimana mereka menginap,"
📱"Eh iya juga ya, ya sudah aku coba telpon Salma aja. Biar semuanya selesai lebih cepat,"
Setelah obrolannya dengan Mila selesai, Ayu langsung menghubungi Salma.
"Semoga Salma mau memberi tau ku dimana mereka menginap," gerutu Ayu langsung memijit nomor ponsel Salma.
📱"Halo Salma sayang, kamu lagi dimana? Mama cari di parkiran kok ga ada sih," sapa Ayu berpura-pura baik pada Salma agar Salma memberi tau dimana Salma menginap.
📱"Aku baru sampai di hotel ma, papa masih di bawah lagi beli makanan di minimarket sebrang hotel,"
📱"Kalau mama boleh tau, kalian menginap di hotel mana? Mama mau susul Salma, nanti mama bawa Tasya sekalian,"
📱"Boleh sayang, mama langsung ke situ ya tapi jangan bilang sama papa kalau mama mau menemui Salma. Biar jadi kejutan juga buat papa," ucap Ayu beralasan.
📱"Iya ma, mama hati-hati di jalannya ya,"
📱"Iya sayang, terima kasih ya sayang. Mama tunggu share lok nya,"
Ayu menyala kan mesin mobilnya dan melaju kan mobilnya meninggal kan parkiran pengadilan agama Bandung. Ponsel Ayu mendapat notifikasi pesan masuk saat berhenti di lampu merah, Ayu membuka chat dari Salma yang berisi share lok hotel tempat Salma dan Syam menginap.
"Syam tunggu aku, aku pasti datang untuk mu," gerutu Ayu terus melaju kan mobilnya di jalanan yang memang agak padat pengendara.
40 menit berkendara di jalanan yang macet, Ayu pun sampai di parkiran hotel. Ayu melihat pak Suryo yang sedang santai di kios depan hotel, Ayu masuk ke dalam lobi hotel untuk mencari kamar Syam.
"Mba saya cari suami dan anak saya, katanya mereka di sini. Boleh di cek kamar nomor berapa mba, atas nama Syamudra Lesmana,"
__ADS_1
"Sebentar ya bu saya cek dulu,"
"Atas nama bapak Syamudra Lesmana berada di kamar 206 bu, ada di lantai 3," sambung resepsionis dengan ramah.
"Baik terima kasih ya mba informasinya,"
Ayu segera naik menggunakan lift menuju kamar Syam dan Salma,
"Semoga usaha ku kali ini bisa membawa mu kembali pada ku Syam, aku ga mau pisah dari kamu Syam. Aku terlalu sayang sama kamu, aku pasti turuti apa pun yang kamu mau," batin Ayu.
Sesampainya di depan kamar Syam, Ayu mengetuk pintu kamar dengan hati penuh harap tapi takut akan penolakan dari Syam.
"Bismillahirrahmanirrahim," gerutu Ayu mulai mengayun kan tangannya di pintu kamar.
Tok tok tok.
"Ada tamu sayang, coba kamu buka kan pintunya. Papa mau ke kamar mandi dulu," ucap Syam lalu masuk ke kamar mandi dan Salma berjalan menghampiri pintu kamar hotel untuk membuka pintu.
Saat pintu di buka, Salma melihat wajah Ayu yang memang Salma tunggu sedari tadi.
"Mama,,," teriak Salma lalu memeluk Ayu.
"Natasya nya mana ma? katanya mau bawa Natasya ke sini," tanya Salma membuat Ayu gelagapan, harus jawab apa.
"Emm, tadi mama emm... Natasya nya lagi ada tugas jadi ga mau ikut ke sini, mungkin nanti lain kali. Oh iya papa mana?"
"Ada di dalam, ayo masuk ma," ucap Salma menarik tangan Ayu agar masuk ke dalam kamar lalu duduk di kursi.
"Siapa sayang yang mengetuk pintu tadi?" tanya Syam tanpa melihat siapa yang sedang duduk di kursi.
"Oh kamu Yu, kamu tau dari mana kita ada di sini?"
"Tadi mama telpon aku pas papa lagi ke minimarket," jawab Salam Ayu hanya terdiam tidak mampu menjawab pertanyaan dari Syam.
__ADS_1
"Oh begitu cara kamu, mendapat informasi. Bukannya kamu benci sama Salma, tapi kamu manfaat kan Salma untuk sampai di sini," ucap Syam sinis dan menahan emosi.