
Sepulang dari kantor, jam tepat menunjukkan pukul 15.00 sebelum pulang ke rumah, Lala memilih untuk pergi ke Alfamaret lebih dulu karena ada barang yang akan dia beli.
Dia mengambil beberapa barang yang dia butuhkan, setelahnya dia menuju ke kasir dan membayar barang barang belanjaannya.
Pembayaran telah selesai, saat Lala berbalik arah, terlihat raja yang berdiri tepat dibelakangnya ikut mengantri untuk membayar barang belanjaannya.
Lala hanya diam tanpa membalas senyuman raja, ia pun pergi begitu saja keluar dari dalam Alfamaret.
Namun saat akan masuk kedalam mobilnya, tali sepatu miliknya terlepas, mau tak mau ia harus membenarkan tali sepatunya dulu agar dia tak terjatuh saat berjalan.
tetapi saat dia akan menunduk membenarkan tali sepatunya, raja datang dengan cepat dan membantu Lala membenarkan tali sepatu nya, dia mengikatkan tali sepatu Lala.
Lala masih terdiam mematung, posisi dirinya dengan raja saat ini teramat dekat bahkan ujung hidung mereka telah bersentuhan.
Setelah tali sepatunya sudah kembali benar, namun tatapan Lala masih tetap memperhatikan lelaki yang berada didepannya tersebut.
"La" raja mengayunkan tangannya didepan wajah Lala.
Lala pun tersentak dari lamunannya, dan dia cepat cepat berdiri dan berjalan pergi meninggalkan raja.
Raja masih berdiri tegak menatap punggung Lala yang semakin menjauh.
"La, tunggu" raja berlari menghampiri Lala.
Saat jarak mereka sudah hampir dekat "la kita nonton yuk" teriak raja.
Lala menghentikan langkah kakinya dan mulai berfikir sejenak.
'gimana ini?' Lala menghela nafas berat 'demi Yara' Lala mengangguk menyetujui ajakan Raja.
"Lo naik mobil ngga?"
"Engga, gue jalan kaki habis dari rumah, rumah gue ga jauh dari sini, gue kesini mau beli mie instan doang" jawab raja.
Meskipun dia dari rumah, tetapi penampilannya tetap keren, memakai Hem kotak kotak berwarna hitam dan putih dengan kalung bertuliskan huruf Y&R dilehernya, memakai celana putih dan juga sandal gunung hitam abu abu.
Tak lupa dia juga mengenakan jam tangan yang masih sama saat di SMA, ya jam tangan pemberian Yara, dia masih memakainya sampai sekarang.
Gaya rambutnya sungguh keren ditambah lagi wajahnya yang putih dan tampan, membuat para cewek cewek terpanah melihatnya.
"Yaudah naik mobil gue, elo yang nyetir" ucap Lala dengan wajah juteknya.
"Iya"
Mereka berdua masuk kedalam mobil dan mobil mulai melaju perlahan.
'ternyata Raja masih pake jam tangan dan kalung couple sama Yara' Lala membatin dengan terus memperhatikan kalung yang raja pakai.
Raja yang sadar jika Lala memperhatikan kalungnya, dia pun memasukkan kalungnya kedalam baju dan melirik sekilas wajah cantik Lala.
Lala pun langsung mengalihkan pandangannya, kini ia beralih menatap ke luar jendela mobil melihat ramainya jalanan kota yang sangat panas dan dipenuhi oleh banyak orang yang berlalu lalang sibuk dengan aktivitas masing masing.
__ADS_1
Hingga akhirnya, mereka berdua telah sampai di bioskop, setelah memarkirkan mobilnya, raja dan lala turun dan masuk kedalam bioskop bersama sama.
Setelah memesan tiket untuk salah satu film komedi, mereka duduk dibangku kosong menunggu jadwal film diputar.
Selama mereka menunggu, tak ada percakapan diantaranya, keduanya hanya diam dan suasana sangat canggung.
Tetapi, tiba tiba raja mulai membuka suara.
"Elo darimana? kenapa baju yang lo pake pas waktu dikampus sama?" tanya raja yang hanya basa basi.
"Dari kantor papa"
"Elo kerja?"
Lala mengangguk pelan "gue yang megang perusahaannya"
"Wah hebat, masih muda udah bisa pegang perusahaan"
Lala membalasnya dengan senyuman tipis, lalu kembali menatap layar ponselnya.
"La ada yang mau gue omongin ke elo, penting!"
"Yaudah silahkan"
"Gu-" belum sempat melanjutkan ucapannya, pengumuman pemutaran film telah dimulai.
Lala dan raja masuk kedalam ruangan, dan mencari keberadaan bangku yang tertera pada tiket, setelahnya mereka duduk tenang sembari menunggu dimatikannya lampu dan disetelnya film.
Suasana sangat hening, menunggu film dimulai, disana hanya terdapat beberapa penonton saja, mungkin hanya ada 10 sampai 20 orang
dan film dimulai ~
****
Saat film telah berakhir, raja dan lala keluar dari ruangan, mereka kembali menuju ke dalam mobil.
"La, gue mau ngomong penting ke elo, tapi ga disini"
"Kemana?"
"Cafe, kita ngobrol disana aja ya"
Lala hanya mengangguk menyetujuinya, dan Raja mulai melajukan gas mobil menuju ke cafe terdekat dari bioskop.
Sesampainya disana, setelah memesan minuman dan juga telah dibayar langsung oleh raja, mereka duduk sambil menunggu pesanan datang.
"Silahkan ngomong"
"Gu-gue mau kita deket"
"Ini udah deket" jawab Lala bermaksud jail.
__ADS_1
"Bukan gitu, maksudnya gue mau hubungan kita bukan hanya sebatas teman"
"Sahabat?"
"Bukan! gue mau elo jadi pacar gue, mau kan?" tanya raja, dia mengatakannya karena terpaksa.
Raja akan mengabulkan amanah Yara, karena dia sangat menyayangi Yara.
"Tapi gue ga cinta sama elo" jawab Lala memang jujur dari lubuk hatinya.
"Gue juga, tapi ini demi amanah Yara"
"Mau sampai kapan gue ga bisa move dari Yara dan mau sampai kapan juga elo ga bisa move on dari Leo? mereka ga akan kembali lagi ke kita la" jelas raja.
"Tapi gue yakin kalo Leo masih hidup, dia bakal kembali ke kehidupan gue kok" Lala tetap bersikeras.
"Terserah elo aja la, terserah apa kata pikiran elo, kalo elo ga mau nurutin amanah kakak elo ya gapapa gue ga maksa sih"
Lala berfikir sejenak, sebenarnya dia tak punya rasa pada raja tetapi demi permintaan terakhir kakaknya dia akan menurutinya, karena selama ini Yara tak pernah meminta apapun dari Lala.
"Kita sama sama terluka, gue terluka atas kepergian mendiang Yara, sedangkan elo.... elo juga terluka atas kepergian mendiang Leo"
"Iya, tapi darimana elo tau tentang Leo?"
"Dion, Dion udah cerita semuanya, btw elo ada hubungan apa sama Dion?"
"Ohh, gue ga ada hubungan apa apa sama Dion, kita cuma sahabat"
"Oh yaudah" balas raja karena tak ingin memperpanjang pertanyaan.
Minuman datang, mereka meminumnya lebih dulu lalu melanjutkan mengobrol.
"Gue udah putusin, gue mau coba pacaran sama elo demi Yara, siapa tau dengan kita yang sama sama terluka akan menjadi penyembuh"
Raja tersenyum simpul namun hatinya merasa sangat terpaksa, begitu juga dengan Lala.
"Sekarang fokuslah pada yang datang bukan pada yang pergi, karena kita udah ada hubungan, bisa ngga elo mencoba melupakan masa lalu dan buka lembaran baru sama gue" ucap Lala.
"Iya gue akan mencoba"
"Dan satu lagi, jangan pernah pake barang barang yang dikasih Yara, elo boleh simpen tapi jangan dipake, karena itu semua bagian dari masa lalu"
"Karena kalo elo terus pakai barang barang itu, elo bakal terjebak dalam masa lalu elo itu, dan elo sama aja kasih harapan palsu ke gue, elo masih cinta sama masa lalu elo dan biarin gue terluka melihat itu semua"
"Iya la, gue akan lepas semua barang barang ini"
"kita akan mencoba bersatu ya"
Raja pun langsung melepas kalung dan juga jam tangan yang kini ia kenakan dan kembali memasukkannya kedalam saku celananya.
~•~
__ADS_1