
Selesai pesta. Lala, Willy, dan kedua orang tuanya, kembali ke rumah. Sedangkan Dion dan Raja kembali ke rumah kontrakan yang ditinggali oleh Raja.
Sesampainya dirumah ~
Yuri dan Lala berada di kamar milik Lala, Yuri memberikan sebuah kotak kecil.
"Apa ini ma?" Lala terlihat bingung.
"Buka aja"
Lala pun mulai membuka kotak kecil tersebut, dan isinya adalah.
"Ini perhiasan turun temurun sayang, mulai dari nenek buyutmu, ini semua mama kasih ke kamu jaga baik baik, ini juga ada hadiah khusus buat kamu"
Mama Yuri memberikan sebuah gaun cantik beserta kalung emas yang sangat indah, disaat yang bersamaan Iris masuk kedalam kamar Lala, dia memberikan sebuah kunci mobil.
sebuah mobil Lamborghini berwarna hijau, betapa bahagianya Lala saat melihat mobil mewah tersebut terparkir dihalaman depan rumahnya.
"Makasih ya ma pa, Lala senang banget" Lala memeluk erat papa dan mama nya.
Keluarga kecil tersebut terlihat sangat bahagia.
****
Tepat pukul 9 malam, Willy menghampiri Lala yang asik memainkan ponselnya di balkon, sambil menikmati segarnya angin, dan indahnya malam bertaburan bintang di langit gelap.
__ADS_1
"La"
Sang pemilik nama pun dengan cepat menoleh ke belakang.
"Ya?"
"Ini kado buat elo, selamat ulang tahun ya" Willy tersenyum simpul, tapi tetap dengan nada dingin.
"Makasih bang" Lala membalas senyuman Willy, ia pun membuka bungkus kado tersebut.
Lala menutup mulut nya dan membelalakkan matanya, dia benar benar terkejut dengan hadiah pemberian Willy.
Apakah itu?. Hadiah dari Willy adalah sebuah album lengkap serta tiket konser ke Korea. Sebuah grup band laki laki yang cukup terkenal dikalangan remaja bahkan orang orang dewasa.
"Bang gue terharu, makasih banget, gue mau beli ini semua tapi gue masih sibuk sama tugas tugas kantor dan kuliah jadi ga sempet beli, bang elo kok tau aja sih" Lala menteskan air mata bahagia, memeluk erat tubuh berisi Willy.
"Tau darimana emang?"
Entah apa yang harus ia jawab, seketika mulutnya kaku untuk menjawab "ah.... ehm.... ya ada deh" Willy mengalihkan pandangannya, kini ia langsung berbalik arah menuju kembali ke kamarnya.
"Abang gue pengertian banget" Lala terkagum kagum dengan sosok kakak seperti Willy.
"Andai Yara masih hidup, kita bisa liat konser bareng bareng" gumam Lala yang tiba tiba teringat dengan kakak perempuannya.
Dengan riang, ia kembali masuk ke kamarnya dengan menyanyikan lagu lagu favorit nya, mendengarkan musik sebelum tidur memanglah hal yang sangat nyaman.
__ADS_1
Saat hendak merebahkan badannya di atas ranjang, tiba tiba ponselnya berdering, suara dering telfon tersebut mengacaukan Lala untuk beristirahat.
Ia dengan malas mengambil handphone nya diatas laci, dan melihat nama yang tertera, yaitu Raja, ia pun segera mengangkatnya.
📞 Maaf ganggu
📞 Ngga kok, ada apa?
📞 Bisa ngga besok kita ketemuan
📞 Ehmm, bisa deh kayaknya soalnya besok lagi ga ada jadwal kuliah
📞 Oh oke, besok gue jemput jam 8 pagi ya
📞 Iya
📞 Yaudah, selamat beristirahat byee
Percakapan berakhir, Lala kembali merebahkan badannya diatas ranjang, dan tak lama ia pun terlelap dalam tidurnya.
entah baru saja terpejam, ia memimpikan Yara datang di alam mimpinya, ia memeluk erat tubuh Lala dengan mengucapkan Selamat Ulang Tahun Adikku di alam mimpi tersebut, Yara terlihat sangat cantik dia terus tersenyum menatap Lala begitu juga dengan Lala yang tersenyum menatap Yara.
di alam mimpi tersebut, Lala tak ingat jika kakaknya telah tiada, disana ia terpikirkan ingin ikut berkeliling di alam mimpi bersama Yara.
hingga entah tiba tiba, bel alarm Lala berbunyi, malam terasa cepat, jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, ia pun bangun dari tidurnya dan segera melakukan olahraga rutin seperti biasa untuk membuat tubuhnya menjadi bagus dan sehat.
__ADS_1
~•~