Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 126


__ADS_3

Salma keluar dengan senyuman bahagia membuat kakek dan neneknya bertanya-tanya.


"Kakek.. nenek,," panggil Salma.


"Kenapa nak?" tanya ibu.


"Nenek tau, papa udah sadar nek," ucap Salma.


"Benar kah itu nak?" tanya ibu seakan tidak percaya.


"Iya nek, tadi papa pegang tangan ku dan memanggil nama ku bahkan papa membuka matanya," ucap Salma.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah Engkau telah mengabul kan doa-doa kami," ucap ibu.


"Alhamdulillah," ucap ayah.


"Yah, telpon Doni kasih tau kabar baik ini. Biar Doni tenang ga mikirin kondisi Syam terus," ucap ibu.


"Iya bu," ucap ayah singkat lalu mengeluar kan ponselnya dari saku celananya.


Melihat kakeknya mengeluar kan ponsel membuat Salma ingat dengan ponselnya.


"Eh iya ponsel ku tertinggal di rumah, karena panik jadi aku lupa simpan dimana," gerutu Salma.


Sejak mengetahui Syam masuk rumah sakit, Salma menunggu Syam di ruang tunggu ICU. Salma tidak mau pulang ke rumah dan tidak mau berangkat ke sekolah.


📱"Halo, Assalamu'alaikum nak," sapa ayah.

__ADS_1


📱"Walaikumsalam yah, gimana kondisi Syam sekarang yah?" tanya Doni.


📱"Alhamdulillah nak, Syam udah sadar," jawab ayah.


📱"Alhamdulillah, aku senang mendengarnya. Nanti aku ke rumah sakit setelah pulang dari kantor, besok aku udah ambil cuti jadi bisa lebih lama di Jakarta," ucap Doni.


📱"Iya nak, nanti kamu nyetir mobilnya hati-hati ya jangan sampai kenapa-napa dan membuat ayah khawatir," ucap ayah.


📱"Iya yah, aku tutup telponnya ya ayah dan lanjut kerja lagi," ucap Doni


📱"Iya nak, Assalamu'alaikum," ucap ayah mengakhiri telponnya.


📱"Walaikumsalam," jawab Doni menutup telponnya.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah Engkau telah mengabul kan semua doa-doa kami dan Engkau masih mengizin kan kami berkumpul dengan adik ku Syam," gerutu Doni berdoa dan mengucap rasa syukurnya.


Syam pun di pindah kan ke ruang rawat inap dengan memilih kelas VVIP.


Semua alat-alat medis yang di pasang saat Syam di ruang ICU sudah di lepas, kini Syam hanya menggunakan infus di tangannya saja.


Kesehatan Syam pun berangsur-angsur mulai pulih seperti sedia kala.


Teman dan karyawan resto satu persatu mulai datang menjenguk dan membawa buah tangan untuk Syam.


Sandra hanya sesekali memeriksa keadaan Syam, hanya sekedar datang untuk mengecek perkembangan kesehatan Syam setelah selesai Syam kembali ke rutinitasnya.


Selama di rawat oleh Sandra, Syam kembali merasakan cinta yang selama ini ia kubur dalam-dalam dan mencoba melupakannya.

__ADS_1


"2 minggu ini menjadi waktu terbaik ku San, biar kan semua seperti ini terus. Aku rela hidup kesakitan asal kan kamu selalu ada buat aku, aku sayang sama kamu Sandra. Aku ingin kembali memiliki mu tapi apa itu mungkin terjadi?" batin Syam.


Sepulang sekolah Salma langsung ke rumah sakit untuk menemui papa tercintanya, dengan di antar pak Bejo sopir pribadi yang selalu setia menemani kemana pun Salma pergi.


"Papa," panggil Salma saat membuka pintu kamar rawat inap Syam.


"Sayang, kamu sudah pulang nak," ucap Syam.


"Udah, aku kangen papa," ucap Salma memeluk tubuh Syam yang sedang duduk di ranjang.


"Ish, manja banget sih anak gadis papa. Udah gede masih aja manja," ucap Syam mengusap rambut panjang Salma.


"Hehehehe... Oh iya, papa kapan pulang ke rumah? Ga bosen apa diem di rumah sakit mulu," ucap Salma.


"Nanti papa tanya tante Sandra ya, kalau kata tante Sandra udah boleh pulang. Baru papa pulang," ucap Syam.


"Oh iya pa, tante Ayu sering nanyain papa tuh. Katanya kangen," ucap Salma.


"Tapi kamu ga bilang papa ada di rumah sakit?" tanya Syam.


"Ga, aku bilang papa lagi sibuk ngurusin ini itu buat bekal nikahin tante Ayu😀. Jadi tante Ayu ga terlalu banyak nanya yang lain-lain lagi," ucap Salma.


"Kamu ini, kenapa bilang kaya gitu. Nanti kan tante Ayu makin ngarep papa nikahin dia. Memangnya kamu mau tante Ayu jadi mama kamu?" tanya Syam.


"Mau dong..." ucap Salma.


"Setelah aku berharap pada Sandra tapi aku sadar Sandra tak akan pernah bisa aku miliki seutuhnya. Sedang kan Ayu tetap menunggu ku tanpa tau apa pun yang telah terjadi pada ku. Tuhan apa yang harus aku lakukan? Beri aku jalan terbaik untuk semua rasa gelisah di hati ini," batin Syam.

__ADS_1


__ADS_2