Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
CTHM 93


__ADS_3

Sebangun dari tidur, Lala membuka matanya melihat dirinya berada di ruangan 4 x 4 m² dengan dinding berwarna putih.


Ia menoleh ke arah kanannya, terlihat sang mama yang duduk sendiri termenung diatas sofa hijau dekat ranjang.


"Ma" suara Lala terdengar lemah.


Sontak sang mama mendongak melihat kearah sang anak yang terbaring lemas di ranjang pasien.


"Iya sayang, akhirnya kamu sadar juga" sang mama menggenggam erat tangan anaknya.


"Kok Lala bisa ada dirumah sakit?"


Yuri pun menjelaskannya, kalau Lala mulai dari semalam suhu badannya panas tinggi, ia mengalami demam hingga tak sadarkan diri meskipun sudah dibangunkan berkali kali.


Badannya bergetar hebat dengan suhu diatas batas normal, bibirnya pun juga bergetar, wajahnya sangat pucat.


Lala hanya diam mendengarkannya, ia tak merasa kalau dirinya dibangunkan berkali kali tadi malam.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 2 sore, sudah 17 jam lamanya Lala tak sadarkan diri diakibatkan demam.


"Makan dulu ya sayang" tawar Yuri dengan mengambilkan bubur yang diberikan oleh pihak rumah sakit.


Lala hanya menggeleng pelan enggan untuk makan, melihatnya saja sudah membuatnya ingin muntah.


Mamanya berkali kali memaksa segala cara agar Lala makan, namun tetap saja Lala tak ingin makan, ia hanya ingin tidur dan tidur.


"Jangan tidur terus sayang, makan dulu ya, minum air putih mau?"


Jawabannya tetap sama, menggeleng.


Berkali kali Lala menggeleng, membuat Yuri pasrah tak ingin kembali memaksanya.

__ADS_1


Lala pun kembali terpejam.


****


Hingga akhirnya ia kembali terbangun dari tidurnya, melihat seseorang yang duduk disebelahnya menggenggam erat jemari tangannya.


Seseorang tersebut tertidur pulas disebelahnya, seseorang yang selama ini ia cueki.


'raja' batinnya.


Ia melepas genggaman tangan Raja dengan sangat pelan agar tak membangunkannya, disana hanya ada Raja, dirinya dan juga mamanya.


Lala merasa sangat kasihan melihat raja yang bukan siapa siapa nya rela menjaga nya dirumah sakit, tertidur pulas tanpa badan yang terbaring diranjang.


Lala mengangkat tanganya dan mencoba untuk mengelus lembut rambut Raja, namun saat tangannya tepat diatas kepala Raja, ia mengurungkan niatnya karen Raja yang tiba tiba terbangun.


"La, udah bangun" Raja mengucek matanya. Lala hanya tersenyum dan mengangguk.


Tanpa bersuara, Lala hanya mengelus perutnya, tanda ia lapar.


Raja tersenyum, dan mengambil mangkuk berisi sup dan bubur yang diberikan oleh pihak rumah sakit barusan.


"Jangan dipaksa, makan sesuai yang elo mau aja, kalo ngerasa ga enak ga usah dimakan" Raja berbicara lemah lembut.


"Iya"


Raja pun menyuapi Lala dengan bubur dan sup tersebut, satu suapan telah masuk di mulut Lala, bubur dan sup nya memang tak terasa enak namun entah rasanya nyaman sekali disuapi oleh Raja.


Selama mengunyah Lala tak sedikitpun beralih pandangan, ia terus menatap Raja yang asik menyuapi nya.


"Papa mana?"

__ADS_1


"Dirumah, dia mulai dari sore disini jaga lo, gantian sama mama, sekarang gantian papa elo yang pulang kerumah"


"Oh, elo dari kapan ada disini?"


"Tadi pagi, papa elo ngabarin kalo lo masuk rumah sakit trus gue buru buru kesini"


"Tapi tadi siang kenapa gue ga ngeliat elo?"


"Iya tadi gue cari makanan buat mama pas waktu elo sadar"


Lala hanya mengangguk paham, kini Lala mengerti Raja memang baik, ia mungkin mulai mencintainya dengan tulus, bahkan rela menunggunya dirumah sakit seharian.


'setulus apapun elo cinta ke gue, gue belum bisa nerima cinta lo itu ja, karena cinta gue masih buat Leo dan juga rasa sakit waktu SMA masih membekas' batinnya.


5 suapan telah masuk di mulut Lala, ia sudah tak ingin makan lagi.


"Udah ja, ambilin minum"


Raja menaruh kembali mangkuk dan ia mengambilkan segelas air putih untuk wanita yang terbaring lemah didepannya.


Setelah minum, ia membenarkan posisi duduknya, pandangannya kosong menatap tembok, kini suhu nya sudah mulai menurun, tinggal rasa lemah dan sedikit pusing saja.


"Apa yang elo rasain sekarang? udah enakan?" tanya Raja.


"Iya, enakan" jawabnya singkat.


"Tadi Dion telfon gue, dia tanya kabar elo, apa dia tau kalo elo sakit?"


"Ngga tau, ga ada yang kasih tau Dion tentang kabar gue saat ini"


Raja hanya mengangguk paham, Raja membiarkan Lala melamun, karena saat dalam keadaan sakit terlalu banyak bicara memang tidak mengenakkan.

__ADS_1


~•~


__ADS_2