
Sesampainya di ruang tunggu ICU, Sandra bertemu dengan Mila dan Doni. Sandra langsung mencium punggung tangan kedua kakaknya dan di ikuti oleh Ryan.
"Kapan datang kak?" tanya Sandra.
"Tadi dek, begitu dapat kabar dari kamu mas Doni langsung pulang dan mengajak ku kemari," jawab Mila.
"Aku tinggal dulu ya, aku cek keadaan Syam dulu," ucap Sandra lalu berjalan masuk ke ruang ICU.
Ryan ikut berkumpul dengan orang tua Syam dan ke dua kakak Sandra.
"Kamu ga praktek apa sudah selesai?" tanya Doni.
"Kebetulan sudah selesai kak, tadi Sandra ke ruangan ku. kasih tau kabar tentang Syam, terus aku ke sini barengan sama Sandra," jawab Ryan.
"Maaf ya nak, kami merepot kan nak Sandra karna kami tidak tau lagi harus minta tolong sama siapa. Kami juga ga tau dokter-dokter di sini, hanya Sandra yang kami tau," ucap ibu merasa sungkan dan segan dengan Ryan.
"Ga apa-apa bu, itu semua sudah menjadi tugas Sandra sebagai dokter. Tanpa melihat siapa yang mesti di tolong dan di selamat kan," ucap Ryan.
Sementara di dalam Sandra masih memeriksa ke adaan Syam.
"San..dra....," panggil Syam.
"Dok, pasien mengigau memanggil nama dokter," ucap suster.
Dengan sigap Sandra langsung memeriksa mata, tekanan darah dan tingkat kesadaran pasien.
"San...dra...," panggil Syam kembali.
__ADS_1
"Iya aku di sini Syam," ucap Sandra memegang tangan Syam.
Suster merasa heran dengan apa yang terjadi antara dokter dan pasien di hadapannya saat ini.
"Syam apa kamu mendengar ku?" tanya Sandra.
Syam menggerak kan jarinya tanda ia merespon pertanyaan dari Sandra.
"Sus, pasien mulai sadar," ucap Sandra merasa senang.
"Iya dok," ucap suster singkat.
Sandra hendak melepas genggaman tangan Syam tapi Syam enggan melepas kan.
"Syam aku keluar dulu mau memberi kabar pada ayah dan ibu," bisik Sandra di telinga Syam.
Syam pun melepas kan tangan Sandra dan membiar kan.
"Gimana San kondisi Syam," tanya Doni.
"Syam belum total sadar tapi Syam bisa merespon panggilan ku, kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya," jawab Sandra.
"Alhamdulillah," ucap ibu.
"Semoga Syam cepat sadar dan pulih kembali seperti sedia kala, amin," ucap Mila penuh dengan doa dan harapan di amin kan oleh semua orang yang ada di dekatnya.
"Boleh ibu masuk ke ruangan Syam?" tanya ibu.
__ADS_1
"Boleh bu, tapi cuma satu orang dulu ya. Biar Syam tidak terganggu dan bisa istirahat juga," ucap Sandra.
Mendengar perkataan Sandra, Ryan merasa cemburu dengan Syam.
"Ternyata kamu masih perduli dan perhatian sama Syam, maaf San kali ini aku benar-benar cemburu atas kedekatan kamu dengan Syam. Meski pun kamu hanya menganggap dia sama seperti pasien yang lain tapi hati ku berkata lain, kamu lebih perhatian pada Syam," batin Ryan.
Ibu pun masuk ke dalam ruangan Syam atas izin Sandra dengan memakai pakaian steril yang di sedia kan di ruang ICU.
"Assalamu'alaikum nak, ini ibu. Gimana kondisi kamu saat ini? Apa yang sakit, biar ibu tiup dan usap-usap ya biar kamu cepat sembuh kaya waktu kecil dulu setiap kamu jatuh pasti ibu tiup lukanya terus usap-usap pasti langsung sembuh," ucap ibu sambil menangis pelan.
"Syam, ibu mohon sadar lah nak. Ibu takut kehilangan kamu, bertahan lah nak. Kamu pasti bisa, jangan buat ibu khawatir," sambung ibu menangis memegang erat tangan Syam.
"Maaf bu, jam besuk sudah habis. Sebaiknya ibu keluar dan biar kan pasien istirahat," ucap suster mengingat kan.
"Iya sus," ucap ibu singkat.
"Nak, ibu tunggu kamu di luar ya. Di luar juga ada ayah, kak Doni, kak Mila dan nak Ryan. Kami semua menunggu kamu sadar kan diri, kami pasti mendoa kan kesembuhan mu," ucap ibu di telinga Syam.
Saat ibu hendak bangun dari duduknya, Syam menggerak kan jarinya dan ibu merasakan itu. Membuat ibu sedikit lega karna Syam memang sudah bisa merespon apa yang di katakan ibu.
"Suster, anak saya menggerak kan jarinya," ucap ibu senang.
"Iya bu tadi juga begitu tapi pasien belum sadar sepenuhnya," ucap suster.
Ibu pun bangkit dari tempat duduknya yang berada tepat di samping kanan Syam, melangkah pergi keluar dari ruangan Syam.
"Tadi Syam menggerak kan jarinya, Syam merespon perkataan ibu," ucap ibu sedikit mengobati rasa khawatir dan kecemasannya terhadap keselamatan Syam.
__ADS_1
"Syam pasti sembuh kan nak?" tanya ibu memegang tangan Sandra.
"Iya bu, Syam pasti sembuh dan sehat kembali," ucap Sandra tersenyum.