
Tepat pukul 09.30 Lala berpamitan akan pergi ke kampus, ia menuju ke kampus dengan mengendarai mobilnya sendiri tanpa diantar oleh pak Slamet.
Tiba, Lala telah sampai di kampusnya, ia berjalan dilorong menuju ke ruangannya, tiba tiba ia kepikiran dengan ucapan Dion.
Kalau raja berada di kampus yang sama dengannya, Lala pun menajamkan matanya melihat ke sekeliling siapa tau ia melihat keberadaan raja.
"Apa kita beda jam ya" gumam Lala yang masih berhenti didepan ruang 24.
Namun saat ia melangkahkan kaki nya akan kembali ke ruangannya, tiba tiba seseorang tak sengaja menabraknya membuat buku yang dipegang Lala terjatuh kelantai.
Seseorang tersebut membantu membereskan buku yang berserakan dilantai dan kembali mengembalikannya pada Lala.
Saat kedua matanya saling bertemu, keduanya sangat terkejut.
"Le-leo?" gumam Lala, masih tak menyangka apakah dia berhalusinasi.
Seseorang yang didepannya pun menggeleng terpatah patah.
"Bu-bukan, sa-saya bukan Leo" jawab seseorang tersebut.
Wajahnya memanglah mirip dengan Leo tetapi yang membedakan hanyalah dia memakai kacamata bulat dan penampilannya sangatlah culun.
"Beneran? elo bukan Leo?"
"Bu-bukan mbak, sa-saya Rehan" seseorang yang bernama rehan tersebut mulai gugup dan berkeringat.
'kok mencurigakan, dia mirip banget sama Leo, trus pas gue tanya dia Leo kenapa wajahnya tiba tiba pucet trus berkeringat' batin Lala merasa curiga.
"Oh yaudah, maaf ya salah orang, gue kira Leo" Lala meminta maaf dan pergi meninggalkannya sendiri, ia kini melaniutkan perjalanannya menuju ruangan kelasnya.
Lala masih yakin kalau seseorang yang bernama rehan tersebut adalah Leo, entah kenapa dia sangat begitu yakin.
Ia meneruskan perjalanannya dengan sesekali menoleh ke belakang mengamati gerak gerik rehan.
Sedangkan rehan, dia segera mengusap keringatnya dan membuka kacamatanya, menaruhnya kembali kedalam saku.
__ADS_1
'ahhh gue takut banget' batinnya dengan membenarkan gaya rambutnya saat Lala mulai menjauh.
Siapa kah dia sebenarnya? apa dia memang benar Leo?
Lala yang hendak menaiki tangga, disaat itu lah dia berpapasan dengan raja yang menuruni tangga.
Lala tersenyum menatap raja dan membiarkannya pergi begitu saja, padahal tadi jelas jelas dia mencari keberadaannya.
Raja tersenyum tipis pada Lala dan kembali membatin 'adeknya Yara'
"Kita ga kayak dulu lagi ya ja, padahal dulu kita deket banget, elo cinta pertama gue tapi mungkin sekarang cinta terakhir gue adalah Leo, gue bakal terus cari keberadaan dia karena gue yakin kalo dia masih hidup"
Sesampainya diruang kelas, Lala disapa oleh teman dekatnya yaitu Sinta, saat Lala baru saja duduk dibangku nya, Sinta mulai bergerak cepat menghampiri Lala dan mulai bercerita tentang banyak hal kepadanya.
Sinta teman yang baik, cerewet dan pengertian, dia sering bercerita banyak hal pada Lala, meminta saran dan juga berbagi ide dengan Lala.
Sinta adalah anak yatim piatu yang sekarang ini tinggal di panti asuhan, dan masuk kedalam universitas ini dibantu oleh beasiswa siswa berprestasi.
"La, kenapa elo diem aja, ada masalah ya? atau lagi ga mood?" Sinta banyak bertanya tentang keadaan Lala yang sedari tadi hanya mengangguk mendengarkan cerita Sinta, tak seperti biasanya.
Lala tersenyum dan menggeleng "engga kok, gue lagi kecapek an aja, kemarin kan habis dari Jakarta" jawab Lala berbohong.
Karena sedari tadi dia masih memikirkan siapakah sebenarnya rehan, karena hatinya nya sangat kuat percaya kalau rehan adalah Leo.
"Oh gitu ya, maaf kalo gue ganggu waktu istirahat lo ini"
"Iya gapapa santai aja, lanjutin ceritanya"
"Oke"
Sinta kembali bercerita, hingga dosen tiba untuk memulai pelajaran.
****
Di pukul 14.00 Lala telah selesai jadwal kelas, ia akan langsung pergi ke kantor papa nya setelah dari kampus untuk melakukan pekerjaannya.
__ADS_1
"Sin, yuk bareng gue anter ke panti" ajak Lala dengan wajah riangnya.
"Beneran?"
"Iya lah, ayo"
"Oke siap" Sinta pun berlari masuk kedalam mobil Lala, dia duduk di kursi depan tepat disamping Lala yang menyetir mobil.
'gue beruntung punya temen yang baik dan ga sombong kayak lala' batin Sinta dengan terus memandang Lala dari samping.
Saat Lala hendak melajukan mobilnya, sekilas ia melihat raja yang mengobrol dengan seseorang yang dari samping terlihat seperti rehan tetapi tidak mengenakan kacamata, saat tak mengenakan kacamata rehan sangat terlihat mirip dengan Leo.
"Leo, Raja" gumam Lala masih terus menatap kedua lelaki tersebut dari dalam mobil.
"Ha? apa la? elo ngobrol sama gue?"
"Eh, eng-enggak sin, tadi ada kucing lewat trus gue menggerutu"
"Ohh kirain"
Dan mobil pun segera dilajukan oleh Lala, Lala mengantarkan Sinta lebih dulu pulang ke panti nya meskipun jalan ke panti dan kantor papa nya tidak searah tetapi dengan senang hati Lala mengantarkan teman dekatnya tersebut.
Sesampai di panti tempat Sinta tinggal ~
"Makasih ya la, yuk mampir dulu kita ngobrol ngobrol didalem" ajak Sinta.
"Kapan kapan aja ya sin, gue mau ke kantor dulu"
"Oh yaudah, semangat kerja nya ya byee hati hati dijalan"
"Iya"
~•~
BUDAYAKAN TINGGALKAN JEJAK🤗
__ADS_1
LIKE, KOMEN AND VOTE THANKS 🥰😘