Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
CTHM 75


__ADS_3

Di malam hari tepatnya pukul 9 malam, Lala duduk sendiri di dekat jendela menatap tingginya bangunan bangunan dan juga indahnya lampu lampu kota dimalam hari.


Sedari tadi ia terhanyut dalam lamunannya, entah apa saja yang tengah ia pikirkan.


"Ra, Jess gue masih ga nyangka kalo kalian bakal ninggalin gue secepat ini, padahal gue udah nantiin momen kebersamaan kita selama ini, gue kangen banget sama kalian" gumamnya seraya mengingat kenangan kenangannya bersama Jessica dan Yara.


"Gue pingin nangis, gue pingin marah, tapi itu semua ga ada manfaatnya, karena mau gimanapun gue nangis and marah, kalian ga bakal bisa balik ke dunia ini, kalian ga bisa balik ke pelukan gue lagi" Lala kini mencoba untuk mengikhlaskan mereka secara perlahan.


Mungkin butuh waktu yang lama untuk mengikhlaskan mereka, sama seperti ia mengikhlaskan Leo.


Karena kenangan kebersamaan mereka masih melekat dalam pikirannya, slalu berharap mereka kembali namun semua tak akan mungkin, hanya bisa membayangkannya merubahnya menjadi sebuah virtual.


Saat masih tenggelam dalam lamunannya, tiba tiba Yuri menghampiri Lala yang masih duduk asik menatap gedung dan lampu kota.


"Lala" panggil Yuri seraya menyentuh pelan pundak Lala.


Sontak Lala pun langsung menoleh ke belakang. "Apa ma?"


"Yuk kita makan malam ke restoran trus sekalian mampir ke rumah bang Willy gimana? mau?" ajak Yuri.


Lala hanya mengangguk sebagai jawabannya, mereka pun kembali bersiap lalu berangkat menuju restoran lebih dulu kemudian mampir ke rumah tante Azizah setelah makan malam.


Saat ditengah tengah makan malam mereka, tiba tiba Yuri memulai obrolan lebih dulu.


"Cowo yang kemarin kasih tau kita tentang meninggalnya Yara, dia siapa?" tanya Yuri karena sejak kemarin ia tak tau siapakah raja.


"Dia raja, temen SMA aku waktu di Jakarta, dia pacarnya Yara, eh maksudnya kak Yara"


"Ohh, jadi dia pacar kakak kamu"


"Iya ma, dia yang jaga kakak selama ini, sejak awal kakak kena leukimia sampai di akhir hidupnya, dia setia banget, sampai sekarang dia ga bisa buka hati ke cewek lain, dia masih tetep cinta sama kakak" jelas Lala.


"Dia setia banget ya, kasian banget raja, pasti dia sedih banget kehilangan Yara, andai kakak kamu masih hidup, mama sangat menyetujui dia sama raja"


Lala hanya tersenyum dan mengingat perasaannya dulu pada raja, raja adalah cinta pertama nya, namun perasaan itu harus ia paksa dipendam dalam dalam karena dulu ia berfikir dia takkan bisa memilikinya.


Namun itu semua salah, tuhan berkata lain, mungkin mereka telah ditakdirkan akan bersama, setelah kepergian Yara, raja dan Lala akan kembali mengulang kisahnya dari awal.

__ADS_1


Meski belum ada cinta lagi diantara keduanya, namun perlahan cinta akan datang sendiri menyatukan mereka berdua, karena cinta adalah sebuah misteri yang tak bisa ditebak.


Keduanya sama sama terluka dengan kepergian Yara dan Leo , meski sampai sekarang mereka masih belum bisa membuka hati untuk orang lain.


Tak ada percakapan lagi diantara ibu dan anak tersebut, sampai akhirnya mereka telah selesai makan malam, dan kembali memulai perjalanan menuju rumah tante Azizah.


Sesampainya disana ~


Pintu rjmah tertutup seperti biasa, Yuri memencet bel rumah lebih dulu, lalu tak lama Azizah keluar untuk membukakan pintu, tapi sebelumnya ia melihat ke cctv dulu agar lebih aman.


"Mbak, apa kabar?" Yuri bersalaman sembari bersentuhan pipi seperti layaknya ibu ibu pada biasanya.


"Alhamdulillah baik, ayo masuk masuk"


Yuri dan Lala pun masuk, mereka juga menyuruh pak Slamet untuk masuk kedalam rumah namun pak slamet menolaknya, dia merasa sungkan dan lebih memilih untuk berdiam diri didalam mobil saja.


"Wahh Lala udah besar, tambah cantik aja nih anak tante" puji tante Azizah seraya mengelus rambut panjang Lala.


"Hehe makasih tante, oh ya bang Willy mana?"


"Ada kok dikamarnya, kamu masuk aja sana ke kamar abang"


Sedangkan tante Azizah bersama Yuri masih berada diruang tamu untuk berbincang bincang, mereka juga memanggil om iman untuk mengobrol bersama.


"Kamu kok malem malem kesini nya? trus ga bilang lagi kalo mau kesini" ucap om iman.


"Iya mas, mendadak ini"


"Iris ga ikut?"


"Engga mas"


Percakapan terus berlangsung, sedangkan Lala yang sedari tadi mengetuk pintu Willy namun tak ada jawaban dari Willy.


Ia tak menyerah, Lala terus mengetuk pintu nya berulang kali dengan keras, sampai akhirnya Willy membukakan pintu kamarnya.


"Abang!!" Lala bersorak riang seraya memeluk Willy sangat erat.

__ADS_1


Willy yang masih setengah sadar, ia mengucek matanya dan mendorong tubuh Lala jauh jauh.


"Siapa sih! main peluk peluk" ocehnya karena masih belum sadar kalau yang memeluknya tadi adalah Lala.


"Aaa bang Willy jahat banget sih, ini gue adek elo, masa lupa ihhh" rengek Lala seraya menepuk nepuk pipi Willy.


"Adek siapa?" Willy masih linglung.


Merasa geram, Lala pun langsung mencubit hidung mancung Willy dan menariknya masuk kedalam kamar.


"Bang sadar!! jam segini udah tidur, kali mau tidur ntar malem aja" suara cempreng khas Lala mulai keluar membuat Willy kembali tersadar.


"Suara ini, pasti Lala" gumam Willy.


"Bang tau ga sih, gue kangen banget pake buanget sama elo" oceh Lala dengan wajah yang amat ceria.


"Oh heem" jawab Willy sesingkat itu, Willy pun kembali merebahkan badannya diatas ranjang dan kembali tertidur pulas menghiraukan Lala yang sedari tadi mengoceh menggerutu kesal.


"Huu adek dateng bukannya disambut malah dicuekin dasar kebo tukang tidur" oceh Lala, lalu ia keluar dari kamar Willy dan kembali turun ke ruang tamu dengan raut wajah kusut dan bibir manyun.


"Kenapa sayang?" tanya tante Azizah dan juga Yuri secara bersamaan.


"Ini loh tan, masa Lala samperin bang Willy, dianya cuekin aku"


Azizah hanya tertawa kecil seraya tersenyum.


"Maaf ya sayang, tante lupa mau bilang, bang Willy baru aja tidur soalnya dia baru pulang dari kampus"


"Ups, maaf ya tante, Lala udah ganggu tidur bang Willy"


"Iya gapapa, kamu istirahat gih, tidur di kamar kamu, setiap hari tante bersihin karena takut kamu dateng mendadak kayak gini nih tanpa ngasih tau dulu"


Lala tak menjawab, ia langsung menoleh ke arah Yuri meminta jawaban, karena kata sang mama mereka tak akan menginap.


Yuri yang melihat wajah Lala yang terlihat kecapek an, akhirnya ia pun menganggukinya.


"Iya tante"

__ADS_1


Lala pun masuk kedalam kamarnya dan mulai melakukan ritual seperti biasa sebelum tidur, lalu ia pun tidur.


~•~


__ADS_2