Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 173.


__ADS_3

"Bismillah,,, Indah mau kah kamu menikah dengan ku?"


Pertanyaan Syam membuat Salma dan Indah membulat kan mata dengan mulut terbuka lebar.


"Apa ga salah pak?"


"Aku sudah jatuh hati pada mu sejak pertama kali kita bertemu di panti asuhan, gimana Salma kamu setuju ga kalau tante Indah jadi mama Salma?"


"Aku mau pa, dengan senang hati aku mau tante Indah menjadi mama baru untuk aku,"


"Tapi pak, asal usul ku ga jelas. Bahkan aku tidak memiliki nasab yang jelas, bagaimana saat ijab qabul nanti,"


"Saya tidak masalah dengan semua itu, kamu bisa pakai binti adam karna kamu seorang anak adam dan hawa. Asal kan kamu bisa menerima lamaran ku yang di saksi kan oleh anak semata wayang ku,"


"Ayo jawab dong tante, mau ga jadi mama buat aku. Aku janji bakalan nurut sama tante, mau ya tante mau jadi mama aku," ucap Salam membujuk Indah.


"Apa harus aku jawab sekarang, aku mau tapi malu. Ternyata pak Syam memiliki perasaan yang sama dengan ku, terima kasih Tuhan engkau kabul kan semua doa-doa ku," batin Indah.


"Iya aku mau," ucap Indah tersenyum bahagia dengan cepat Syam ingin memeluk Indah tapi masih di rem karna belum mahram akhirnya Salma yang di peluk oleh Syam.


"Terima kasih ya tante, akhirnya aku punya mama," Salma melepas pelukan sang papa dan beralih ke pelukan calon mama barunya.


"Terima kasih ya Indah, kamu mau menerima ku sebagai imam mu walau pun umur kita terpaut jauh. Awalnya aku ragu untuk melamar mu karna perbedaan usia kita tapi hati ku tidak bisa di bohongi lagi, aku begitu menginginkan kamu untuk jadi teman di masa tua ku dan ibu untuk Salma. Sore ini aku akan membicara kan semuanya pada ibu panti,"


"Tapi pak,"


"Jangan panggil pak ya, aku kan bukan bapak kamu. Panggil aku mas ya,"

__ADS_1


"Iya mas, aku ingin melaksanakan akad di panti asuhan karna di sana lah aku berasal dan satu lagi aku tidak mau acara yang meriah. Cukup acara sederhana dan mengundang orang-orang terdekat saja, boleh aku minta itu mas,"


"Boleh dong, tapi kan kamu masih gadis apa tidak mau di ada kan pesta yang meriah di hari spesial kita nanti,"


"Tidak usah, karna aku tidak suka keramaian dan aku cukup sadar diri dari mana aku berasal. Asal kan sah di mata agama dan hukum, sudah cukup bagi ku,"


"Ya sudah kalau itu mau kamu, aku tidak akan memaksa. Nanti kita ke rumah orang tua ku ya. Kita bicara kan langsung dengan beliau, semoga ini menjadi pernikahan ku yang terakhir,"


"Amin, tolong bimbing aku jika aku melaku kan kesalahan ya mas,"


Sekitar jam 10:30 Syam membawa Indah untuk bertemu dengan ke dua orang tuanya dan meminta doa restu untuk pernikahannya.


30 menit perjalanan karna jalanan memang sedang padat, akhirnya mereka sampai di kediaman ke dua orang tua Syam.


Pak Suryo memarkir kan mobilnya tepat di belakang mobil Doni yang baru sampai satu jam sebelum Syam datang.


"Mas, apa ke dua orang tua mas tidak masalah dengan status ku yang tanpa ayah dan ibu yang jelas?" tanya Indah terlihat ragu saat sampai di depan pintu utama rumah.


"Tenang aja, ibu pasti merestui pernikahan kita asal kan itu memang pilihan hati ku. Kita masuk ya, ada kakak ku juga di dalam," ucap Syam meyakin kan hati Indah.


Tok tok tok


Syam mengetuk pintu yang memang sudah terbuka saat Salma masuk tadi.


"Assalamu'alaikum bu," Syam mencium punggung tangan sang ibu yang memang sudah 2 minggu ini tidak ia temui.


"Walaikumsallam nak, siapa ini nak. Cantik sekali," Indah pun mengikuti apa yang Syam laku kan terhadap wanita yang begitu Syam sayangi.

__ADS_1


"Kenal kan bu, ini Indah. Dia calon mama baru Salma," dengan yakin Syam berucap pada ibunya.


"Masya allah, cantik apa benar kamu mau sama anak ibu karna memang cinta atau ada maksud lain. Maaf ya nak, ibu hanya ga mau melihat Syam gagal lagi dalam pernikahan karna yang pertama istri Syam meninggal dunia dan yang kemarin ternyata hanya menginginkan Syam tapi begitu benci dengan Salma. Apa lagi kamu kan lebih muda dari Syam, kalau di pikir pake logika kan masih banyak pria yang seumuran sama kamu yang bisa kamu dapat kan untuk jadi suami kamu. Maaf ya nak, bukan maksud ibu menyinggung perasaan kamu atau pun menyakiti hati kamu," ibu membawa Indah untuk duduk di sofa ruang tamu.


"Bu, Indah itu wanita baik-baik tidak seperti Ayu. Indah pasti bisa jadi ibu yang baik buat Salma karna Indah begitu menyukai anak-anak," ucap Syam membela Indah di depan ibunya.


"Saya mencintai mas Syam dengan tulus dan ikhlas, saya tidak melihat mas Syam dari segi apa pun tapi dari kebaikannya yang selalu membantu orang-orang yang membutuh kan. Kami berdua bertemu di panti asuhan tempat Salma di adopsi karna asal saya juga dari panti asuhan yang sama tapi saya tidak mendapat apa yang Salma dapat, saya berjuang sendiri setelah keluar dari panti. Saya rela bekerja siang dan malam hanya untuk bisa menyelesai kan kuliah yang ku dapat lewat jalur prestasi dan mendapat kan beasiswa,"


Di tengah obrolan tiba-tiba Doni dan Mila keluar karna Salma yang memberi tau tentang kedatangan Syam yang membawa calon mama baru untuknya.


"Waahh, siapa ini dek?" tanya Doni saat melihat Indah.


"Kenalin kak ini Indah calon istri ku, Indah ini kakak ku dan itu istrinya,"


"Indah kak," ucap Indah menunduk kan kepala pada Doni dan menyimpan kedua tangan di dada, lalu mencium punggung tangan Mila.


Doni dan Mila ikut bergabung duduk bersama di ruang tamu, Mila hanya ikut mendengar kan dan tidak berkomentar apa pun.


"Kapan kamu mau nikahnya dek?"


"Aku sih secepatnya, tapi ya gimana ayah sama ibu aja. Oh iya, ayah mana bu?"


"Ayah sakit, makanya ibu suruh kakak mu kemari,"


"Aku lihat kondisi ayah dulu, kalian ngobrol aja dulu," ucap Syam berdiri dari tempat duduknya dan kamar sang ayah lah tujuan utamanya.


"Begini nak Indah, ibu pasti setuju dengan hubungan kalian berdua dan rencana kalian berdua tapi ibu hanya ga mau melihat Syam sakit hati lagi karna gagal berumah tangga,"

__ADS_1


__ADS_2