
Di pagi harinya, Lala yang telah memasuki area sekolah, diperlihatkan dengan adanya Raja dan Dion yang datang bersamaan.
"Tumben bareng" gumam Lala dengan serius menatap kedua remaja tampan tersebut.
'ngapain gue ngeliatin mereka, kurang kerjaan aja' batin Lala yang langsung melanjutkan berjalan menuju ke kelasnya.
Dion dan Raja berjalan bersamaan dibelakang Lala, hingga Lala samar samar mendengar pembicaraan mereka.
"Lo ngapain tadi malem tidur dikamar gue" ucap Raja yang kesal dengan Dion.
"Gue takut bege!, Gue ga sanggup tidur sendiri di kamar tamu" jawab Dion.
"Yang tau diri lah, masa tidur se kasur sama gue, Lo jangan homo ya"
"Cihh itu juga karena terpaksa"
'what se kasur? jangan jangan' batin Lala dengan membelalakkan matanya mendengar pembicaraan mereka.
"Plis la jangan mikir yang macem macem ya" ucap keduanya yang tiba tiba sudah berada berjalan disebelah Lala.
Lala kebingungan kapan mereka berjalannya hingga tiba tiba sudah berada disampingnya.
"I-iya" jawab Lala dengan menatap ke kiri dan kanannya.
Lala, Raja dan Dion telah sampai di kelasnya, seperti biasa Raja langsung berkumpul diruang OSIS untuk melakukan kewajibannya sebagai ketua OSIS.
Sedangkan Lala dan Dion, mereka memutuskan untuk duduk dibangku taman sekolah.
Keduanya hanya diam tanpa ada pembicaraan sibuk dengan handphone masing masing.
"La, Lo suka kan ke Raja?" Tanya Dion yang tiba tiba mengeluarkan suara diantara keheningan mereka.
"Eng-enggak" jawab Lala dengan terbata bata, Lala sangat bingung kenapa Dion mengetahui hal itu.
"Gue tau dari tatapan mata Lo, dan juga gerak gerik elo yang slalu curi curi pandang, jujur deh" goda Dion dengan smirk nya.
__ADS_1
"Enggak di, jangan aneh aneh deh, gue ga suka sama raja, lagian raja kan pacar sahabat gue"
"Sahabat? Bukan Kakak?" Tanya Dion.
"Yara itu sebenarnya sahabat gue bukan kakak gue" jelas Lala.
Dion hanya ber 'oh' ria mendengar penjelasan Lala.
"La, semakin lama elo pendem rasa cinta lo itu, maka semakin besar juga rasa cinta lo itu ke dia, lebih baik lo ungkapin deh"
"Ta- tapi"
"Harus berani la, kek gue ini meskipun harus berakhir sakit hati, andai gue tau dari awal kalo Yara pacarnya sepupu gue, gue ga bakal jatuh cinta ke dia"
"Yang sabar Di, masih ada cewek yang lebih baik dari Yara diluar sana" ucap Lala dengan tersenyum dan mengelus lengan Dion.
"Ahh jangan gitu deh, ntar gue baper repot lagi, ntar gue sakit hati lagi karena Lo kan suka nya ke Raja" ucap Dion dengan mengerutkan alisnya.
Lala tertawa terbahak bahak seraya memukul lengan Dion, seperti yang dilakukan kebanyakan cewek, yang slalu tertawa diikuti dengan memukul seseorang yang berada didekatnya.
"Wahh padahal banyak orang bilang kalo gue anak aneh, dan gue ga punya banyak temen"
"Sama dong, gue juga ga punya banyak temen, dulu waktu gue sekolah di Surabaya temen temen ga ada yang mau main sama gue ga tau kenapa, mungkin karena gue ngebosenin"
"Kata siapa ngebosenin? Lo itu lucu, gue suka punya temen kayak elo"
"Emang gue temen elo? Gue kan belum bilang kalo kita temenan"
"Yahh, serah deh gue pergi nih" ucap Dion yang berpura pura ngambek berjalan pelan menjauhi Lala.
"Hahaha" Lala terbahak bahak dengan sikap ke anak anak an Dion. "Oke mulai saat ini kita temen" ucap Lala yang membuat langkah kaki Dion berhenti lalu kembali duduk disebelah Lala dengan menyuguhkan senyumannya.
"Ternyata punya temen cowo tuh seru ya, tapi sayangnya gue ga boleh deket deket cowo kecuali bang Willy"
"Sama siapa ga dibolehin?, kan elo cuma temenan bukan pacaran masa ga boleh?"
__ADS_1
"Sama ortu, ga tau"
"Ya a-" belum sempat melanjutkan ucapannya, tiba tiba bel masuk terdengar cukup keras membuat semua murid berhamburan menuju ke kelas masing masing termasuk juga Dion dan Lala.
*****
Sampai akhirnya tak terasa, setengah hari mereka berada di sekolah, bel pulang telah berbunyi semua murid mengemasi barang barangnya untuk segera pulang ke rumah masing masing.
"La boleh ga kita berdua main ke rumah elo dulu?" Pinta Yara pada Lala.
"Boleh aja, asalkan kalian berdua izin dulu sama ortu kalian masing masing biar ga khawatir cariin kalian" ucap Lala.
"Iya, kita udah izin kok sebelum ke sekolah, dan kata mereka ngga papa" balas Jessica.
"Oh oke, yuk... Tapi gue nebeng Lo ya" jawab Lala.
"Ya iya lah, kan kita mau ke rumah elo, masa iya kita ngebiarin Lo naik taxi" saut Jessica.
"Hehe iya juga sih"
Ketiga gadis tersebut pun masuk kedalam mobil Ayla milik Jessica, dan mobil pun segera dilajukan, tetapi sebelum ke rumah Lala, mereka mampir ke supermarket terlebih dahulu untuk membeli camilan.
Selesai berbelanja, mereka kambali melanjutkan perjalanannya.
"Guys kita minggu ngafe yuk, gue traktir... Sesuai janji gue ke Lala kemarin, kalo Lala bisa buat Willy ikut nonton gue bakal traktir dia, dan gue bakal tepatin janji gue" ucap Jessica.
"Oke boleh aja, elo inget aja Jess padahal gue juga udah lupa" balas Lala dengan tertawa pelan.
"Beneran nih? elo traktir Lala doang apa sama gue juga?" Tanya Yara.
"Ya sama elo juga lah Ra"
"Oke deh makasih bestie"
~•~
__ADS_1